KITA SEMUA SAMA

EVI FITRIA
18520087 . G.123.2021 . 1 week ago

 

TPQ, bukan hal yang terdengar asing di telinga setiap pendengarnya. Setiap masjid yang ada di desa ataupun kota, -bahkan setiap mushola- sudah mengadakan program TPQ ini. Tujuan adanya TPQ ini adalah untuk menghilangkan buta huruf al-Qur’an anak-anak muslim yang ada di Indonesia.

Desa Tanggung, satu diantara beberapa desa yang sudah menggalakakn program TPQ pada setiap mushola dan masjid yang ada. Dari jumlah TPQ yang tersebar, TPQ yang saya datangi melakukan kegiatan belajar- mengajar al-Qur’an. Mengenai yang di ajarkan di TPQ, mempunyai keanekaragaman sesuai tingkatan kepiawaian dan pemahaman dalam pembelajaran al-Qur’an, seperti ada yang masih mempelajari tingkatan iqra’ dan sudah ada yang setor bacaan al-Qur’an. Dari TPQ yang didatangi, ada perbedaan yang sangat signifkan dari keduanya yaitu sistem atau metode yang digunakan. Yang pertama, Sesi Pertama diTPQ Hidayatul yang berada di PAUD Hidayatul Mubtadiin pengajaran al-qur’an menggunakan metode Yanbu’a. Metode yanbu’a adalah penyempurnaan dari metode yang sudah ada sebelumnya karena materi yang dikandung di setiap juz/jilid tidak sama dengan kitab yang lama, urutan pelajaranya pun berbeda juga, ada yang ditambah dan ada yang dikurang.

Di sinilah tantangan yang kami hadapi, karena banyak dari anggota kelompok yang tidak tahu menahu tentang metode yanbu’a. Menyerah, tidak menjadi tujuan utama walaupun tidak tahu sama sekali. Kami mulai dengan mengikuti dan melihat bagaimana cara pengajaran dengan metode

yanbu’a. Untuk kami, khususnya saya yang baru melihat metodenya, sangatlah rumit dan sulit. Mereka harus memepelajari 2 kitab yanbu’a dalam satu kali pertemuan mengaji. Kitab yang pertama isinya hampir sama dengan iqra’, hanya saja ada tambahan pelajaran tentang tajwid nya. Kitab yang kedua, isinya membahas tentang Ghoro’ibul Qur’an ( yang mana ketika mengaji iqra’ tidak akan ditemui ). Dan yang lebih membuat saya tertegun dan tercengang adalah anak-anak yang mengaji, menghafal semua yang ada di kitab yanbu’a tersebut. Ketika mereka membaca al-Qur’an dan menemukan salah satu hukum ghoroibul qur’an, mereka langsung menyebutkan nya. Saya hanya bisa menggelengkan kepala dan terharu melihat itu semua (karena saya mengetahui hukum-hukum ghoroibul qur’an ketika sudah sekolah di MA). Subhanallah

Untuk TPQ yang kedua, metode yang digunakan adalah dengan iqra’. Metode inilah yang biasa digunakan di semua kalangan, sehingga kami pun tidak terlalu kaget ketika mengahadapi mereka. Tapi apapun itu, tidak ada tujuan yang mendasar selain hanya ingin memeplajari al-Qur’an dengan baik dan benar dan bisa menyampaikanya keseluruh muslim di penjuru dunia ini. dan hakikat dari adanya perbedaaan itu adalah bagaimana kita bisa saling menghargai dan saling support untuk kemajuan tujuan yang sama, yaitu menyebarkan agama islam dengan mempelajari kitab sucinya, al-Qur’an5ffff2c24d55032b242ae42de.png


coded by muchad with <3