SINGOSARI, MALANG -- Isak haru dan rasa syukur mewarnai Balai Desa Toyomarto pada Rabu (4/2/2026) siang. Kelompok KKM 90 "Jagadhita Amarta" dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup masa pengabdian mereka setelah 45 hari bersinergi dengan masyarakat setempat.
Jejak Keamanan di Tikungan Bodean Puthuk
Bukan sekadar formalitas, kelompok yang beranggotakan 14 mahasiswa ini meninggalkan warisan nyata berupa pemasangan kaca cembung di area tikungan tajam Dusun Bodean Puthuk. Program ini menjadi salah satu prioritas karena menjawab keresahan warga terkait keamanan akses jalan di wilayah tersebut.
"Kami berupaya masuk ke aspek yang paling dibutuhkan warga, salah satunya keamanan jalan. Selain itu, program ketahanan pangan dan Jumat Berkah juga menjadi jembatan kami untuk lebih dekat dengan keseharian masyarakat," ujar ketua KKM 90 dalam sambutannya.
Prosesi Perpisahan yang Emosional
Acara penutupan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, termasuk Bapak Anas (Sekdes) dan Bapak Irgi (Kasih Pelayanan Desa), serta didampingi oleh Bapak Rois Imron selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Suasana berubah khidmat saat memasuki sesi:
- Pelepasan Lanyard: Simbol bahwa masa tugas mahasiswa telah usai.
- Penyerahan Vandel: Sebagai tanda kenang-kenangan resmi untuk desa.
- Pemutaran After Movie: Menampilkan rangkuman perjalanan 45 hari mahasiswa di Toyomarto yang mengundang tawa sekaligus haru dari para tokoh masyarakat yang hadir.
Ikatan Batin dengan Warga
Meski standar masa KKM universitas adalah 40 hari, kelompok Jagadhita Amarta memilih untuk menambah durasi hingga 45 hari demi memaksimalkan program kerja. Kedekatan yang intens, terutama di Dusun Bodean Puthuk dan Bodean Krajan serta membuat warga merasa kehilangan.
"Warga merasa sangat terbantu dan merasa sedih karena anak-anak sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Kami berharap mereka tidak memutus silaturahmi dan bisa kembali lagi ke Toyomarto suatu saat nanti," ungkap salah satu tokoh masyarakat.
Harapan Keberlanjutan
Bapak Anas selaku Sekdes Toyomarto menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi mahasiswa. Pihak desa berkomitmen untuk menjaga aset yang telah diberikan, seperti kaca cembung, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh pengguna jalan.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah (tasyakuran) sebagai wujud syukur atas lancarnya seluruh program kerja yang telah dijalankan.