KELIK NUGRAHADI
MALANG - Kantor Kementerian Agama Kota Malang mendorong optimalisasi fungsi masjid agar bertransformasi menjadi pusat edukasi keluarga (family corner) guna membentengi masyarakat dari dampak sosial dan hukum akibat perzinaan yang kian kompleks. Visi ini ditegaskan oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, Ustadz H. Achmad Shamton, S.HI., M.HI., dalam kajian bertema "Lindungi Keluarga dan Anak Turunmu dari Perbuatan Zina" yang diselenggarakan oleh Masjid An-Nur BMW, Ahad (11/01/2026). Beliau memaparkan bahwa kesadaran keluarga merupakan ruang pertama dalam pembentukan akhlak, karakter, dan masa depan anak, sehingga penguatan peran keluarga menjadi langkah awal yang vital dalam membentuk masyarakat yang berakhlak dan berdaya tahan secara moral. Dalam penyampaian materinya, Ustadz Achmad Shamton memberikan peringatan keras mengenai dampak jangka panjang perbuatan zina dengan merujuk pada pandangan Imam Syafii yang menyebutkan bahwa zina adalah sebuah hutang. "Zina bukan hanya persoalan dosa personal, tetapi juga membawa dampak serius terhadap struktur keluarga. Dalam ajaran Islam, anak yang lahir di luar pernikahan hanya memiliki hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibunya, sebagaimana diatur dalam KHI Pasal 100. Kita harus waspada, karena menurut Imam Syafii, zina itu adalah hutang; ketika seseorang melakukan zina, sering kali garis keturunannya juga melakukan hal yang sama," ujar Ustadz Achmad Shamton dalam kajiannya. Lebih lanjut, beliau membedah mekanisme syariat yang berfungsi melindungi hak-hak dalam keluarga, seperti li’an, iddah, dan fasakh. Beliau menjelaskan secara detail mengenai perbedaan perspektif madzhab dalam hukum keluarga untuk memberikan wawasan hukum yang komprehensif kepada jamaah. "Syariat menyediakan jalan seperti li’an sebagai cara untuk menafikkan anak, dengan catatan anak tersebut masih di bawah umur enam bulan. Terkait persoalan rumah tangga, hak fasakh nikah dalam madzhab Hanafi berada pada bapak, sedangkan dalam madzhab Syafii wewenang tersebut ada pada hakim. Selain itu, hukuman duniawi seperti cambuk 80 kali bagi pelaku qadzaf berfungsi sebagai Takhfiful 'Adzab atau peringanan siksa di akhirat nanti," tambahnya. Kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh jamaah ini diharapkan mampu menjadikan Masjid An-Nur tidak sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai spiritual dan sosial kepada masyarakat. Esensi kajian ini dinilai sangat berhasil dalam menambah wawasan keagamaan. Melalui sinergi ini, masjid An-Nur berharap masyarakat semakin menyadari bahwa menjaga kehormatan keluarga merupakan investasi krusial dalam menjaga masa depan generasi mendatang. Antusiasme jamaah dalam menyerap materi hukum yang kompleks ini tetap menjadi langkah awal yang positif dalam membangun masyarakat yang berdaya tahan secara moral.
LANA NAJMAH FAIRUZA
MALANG (08-01/2026) – Masjid Annur kembali menunjukkan perannya bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat. Bekerja sama dengan IBRA Creative Studio, Masjid An-nur menggelar seminar inspiratif bertema "Menjadi Kreator Digital: Peluang Passive Income untuk Siapa Saja" yang ditujukan khusus bagi mahasiswa UIN Malang yang sedang menjalankan KKN. Tujuan acara ini guna membekali mahasiswa KKN dengan keterampilan ekonomi kreatif di era digital. Hadir sebagai pemateri, CEO IBRA Creative Studio, Salman Al-Farizi yang kini memimpin perusahaan dibawah naungan PT Ibra Digitech International membagikan rahasia bagaimana mengubah ide kreatif menjadi aset digital bernilai dollar. IBRA dikenal sebagai studio yang berfokus pada penyediaan produk digital berkualitas tinggi untuk mempercepat proses desain para penggunanya secara global. Di hadapan mahasiswa KKN, Pak Salman menekankan pentingnya persistensi. Beliau bercerita bahwa kesuksesannya membangun IBRA hingga memiliki 50 karyawan saat ini diawali dengan penuh perjuangan. "Dulu, produk digital yang saya buat tidak langsung laku. Perlu waktu berbulan-bulan tanpa ada penjualan sama sekali. Namun, konsistensi adalah kuncinya," ungkap Pak Salman. Ia memotivasi mahasiswa agar tidak cepat menyerah saat merintis karier sebagai kreator digital. Dalam sesinya, Pak Salman menjelaskan bahwa saat ini IBRA fokus pada pembuatan desain grafis, animasi, infografis, hingga pembuatan font (typeface) yang modern dan kasual. Keunggulan utamanya adalah biaya produksi yang rendah namun bisa dijual berkali-kali secara global. Mahasiswa KKN 09-Karsa Nawasena UIN Malang juga dibekali kemampuan teknis untuk menjadi kontributor di platform internasional seperti Shutterstock. Platform ini menjadi salah satu pintu masuk bagi mahasiswa untuk mendapatkan pendapatan pasif dalam bentuk dollar meskipun masih disibukkan dengan kegiatan akademik. Selain materi di dalam masjid, para peserta juga mendapatkan kesempatan istimewa untuk melakukan tour ke studio IBRA. Di sana, mahasiswa melihat langsung proses kerja profesional dalam pembuatan aset digital dan company branding. Tim KKN juga diajak melihat budaya kerja di IBRA yang menyeimbangkan sisi profesional dan spiritual. Setiap pagi, kegiatan di studio dimulai dengan mengaji bersama. IBRA juga sangat terbuka bagi talenta muda melalui program magang (intern). Di studionya, terdapat pemisahan ruangan yang jelas antara karyawan tetap dan karyawan magang untuk menjaga fokus kerja. Uniknya, IBRA menerapkan sistem istirahat yang fleksibel bagi karyawan tetap agar tidak mengganggu kreativitas, sementara untuk peserta magang, jam istirahat ditetapkan secara teratur pada pukul 12.00-13.00 WIB. Sebagai penutup, Pak Salman memberikan pesan kuat yang menjadi motto hidupnya: "Mulai aja dulu." Menurutnya, banyak seseorang yang terlalu lama berteori sehingga takut melangkah. Dengan berani memulai, pengalaman akan menjadi guru terbaik yang membentuk mentalitas pengusaha.
PUTRI FARHANAH
Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan oleh anggota KKM Nawasena 97 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Sumbersari. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pembangunan insinerator atau tungku pembakaran sampah serta pembuatan plang edukasi sampah. Pembangunan insinerator dilakukan secara gotong royong bersama pemuda Dusun Sumbersari. Prosesnya dimulai dari pengadukan bahan bangunan hingga penyusunan bata, yang dikerjakan bersama sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Insinerator ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan sampah yang sulit terurai. Selain pembangunan insinerator, anggota KKM Nawasena 97 juga membuat plang edukasi sampah. Plang ini berisi informasi tentang jenis sampah dan waktu penguraiannya di alam. Proses pembuatan plang dilakukan bersama, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga pemasangan di lokasi yang mudah dilihat oleh warga. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Sumbersari semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Gotong royong antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
SITI DWI NURYANI
(21/01/2026) Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa, KKM 36 Ardhacitta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Stop Bullying pada tanggal 20–21 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di MI KH. Romly Tamim dan SDN 01 Belung, dengan sasaran siswa-siswi di kedua sekolah tersebut. 'Program ini diinisiasi oleh Rio Zidan Maulana Azis dan Siti Dwi Nuryani sebagai penanggung jawab kegiatan. Sosialisasi ini bertujuan membantu siswa memahami bahaya bullying sejak dini, menumbuhkan kesadaran untuk saling menghargai, serta mendorong keberanian dalam mengekspresikan perasaan secara sehat.Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai apa itu bullying, bentuk-bentuknya, serta dampak yang bisa ditimbulkan baik bagi korban maupun pelaku. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Anak-anak diajak menyadari bahwa tindakan mengejek, merendahkan, atau mengucilkan teman bukanlah hal yang wajar maupun dapat dibenarkan. Sesi berikutnya menjadi momen yang cukup reflektif. Siswa diminta menuliskan perasaan mereka seolah-olah berada di posisi korban bullying. Melalui metode ini, mereka belajar memahami sudut pandang orang lain dan menyadari bahwa setiap perkataan memiliki dampak. Beberapa siswa tampak serius menuliskan isi hati mereka, sementara yang lain mulai berani berbagi pendapat saat sesi diskusi berlangsung.Sebagai penutup, kegiatan dilengkapi dengan pemutaran video edukasi anti-bullying yang memberikan gambaran nyata tentang dampak perundungan serta pentingnya kepedulian antar teman. Video tersebut menjadi penguat bahwa menciptakan lingkungan yang aman bukan hanya tugas guru, tetapi juga tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, terlihat adanya perubahan cara pandang siswa terhadap tindakan mengejek atau merendahkan teman. Mereka mulai memahami bahwa empati adalah kunci dalam membangun pertemanan yang sehat.Bagi mahasiswa KKM 36 Ardhacitta, kegiatan ini bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa lingkungan yang nyaman dimulai dari hal-hal sederhana: menghargai, mendengarkan, dan tidak menyakiti. Harapannya, pesan yang disampaikan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan terus tumbuh dalam keseharian siswa di sekolah maupun di luar sekolah.
NISWATUL WAHDATI ZUHRIYAH
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak. Pada fase ini, anak mulai mengenal lingkungan, membangun karakter, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian. Kesadaran akan pentingnya pendidikan sejak usia dini inilah yang mendorong kami, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran di PAUD Seruni 4, yang terletak di Dusun Ngatik, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan mengajar di PAUD Seruni 4 kami laksanakan secara rutin setiap hari Kamis hingga Sabtu, mulai pukul 08.00 sampai 10.00 WIB. Dalam kurun waktu tersebut, kami mendampingi anak-anak dalam berbagai aktivitas belajar yang dirancang secara sederhana, namun tetap menyenangkan dan edukatif. Kegiatan yang dilakukan meliputi mewarnai, mengenal huruf dan angka, belajar melalui lagu, serta bermain sambil belajar sesuai dengan kemampuan dan usia anak-anak PAUD. Suasana pembelajaran di PAUD Seruni 4 berlangsung dengan penuh kehangatan. Berdasarkan dokumentasi kegiatan, terlihat anak-anak mengenakan seragam berwarna oranye dengan wajah ceria dan penuh rasa ingin tahu. Mereka tampak antusias saat mengerjakan lembar kegiatan, seperti mewarnai gambar, dengan pendampingan langsung dari mahasiswa. Interaksi ini menciptakan suasana belajar yang tidak kaku, sehingga anak-anak merasa nyaman dan berani berekspresi. Dalam proses pendampingan, kami menyadari bahwa setiap anak memiliki karakter dan tingkat konsentrasi yang berbeda. Ada anak yang cepat memahami instruksi, ada pula yang membutuhkan pendekatan lebih sabar dan personal. Oleh karena itu, kami berusaha menggunakan metode pembelajaran yang persuasif, komunikatif, dan penuh kesabaran, agar anak-anak tetap merasa dihargai dan tidak tertekan dalam belajar. Peran kami di PAUD Seruni 4 tidak hanya sebatas sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping, motivator, dan teman bermain bagi anak-anak. Hal-hal sederhana seperti membantu memegang pensil, mengarahkan pilihan warna, memberikan pujian atas hasil karya mereka, hingga mendengarkan cerita polos anak-anak, menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan emosional. Dari sinilah anak-anak belajar untuk percaya diri dan merasa bahwa belajar adalah aktivitas yang menyenangkan. Kegiatan mengajar ini juga menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa. Kami belajar bahwa mengajar anak usia dini membutuhkan kesabaran ekstra, empati, dan kepekaan. Tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga memahami kondisi psikologis anak. Dari PAUD Seruni 4, kami belajar arti keikhlasan dalam berbagi ilmu serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan. Melalui program KKM ini, kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi PAUD Seruni 4, baik dalam membantu proses pembelajaran maupun menambah semangat belajar anak-anak. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat desa, khususnya dalam mendukung pendidikan sejak usia dini. Pada akhirnya, pengalaman mengajar di PAUD Seruni 4 menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari ruang kelas sederhana, dari tawa anak-anak, dan dari proses belajar yang dilakukan dengan hati. Semoga kegiatan ini tidak hanya meninggalkan kenangan bagi kami sebagai mahasiswa KKM, tetapi juga memberikan dampak positif bagi anak-anak PAUD Seruni 4 dalam perjalanan pendidikan mereka ke depan.
REGITA RAHMA CAHYANI
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok 77 melaksanakan program ecoprint bersama warga Dusun Krajan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari dan bertempat di rumah salah satu guru SD setempat. Program ecoprint diikuti oleh ibu-ibu warga Krajan dengan menggunakan media totebag kanvas. Mahasiswa KKM mengenalkan ecoprint sebagai teknik cetak ramah lingkungan yang memanfaatkan daun dan bunga sebagai motif alami. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menjelaskan tahapan dasar ecoprint, mulai dari pemilihan bahan, penataan daun, hingga proses pemindahan motif ke totebag kanvas. Warga dapat melihat secara langsung proses perubahan bahan alami menjadi karya bermotif unik. Selain sebagai kegiatan kreatif, ecoprint juga diperkenalkan sebagai keterampilan yang memiliki nilai guna. Totebag kanvas hasil ecoprint dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan kerajinan sederhana. Melalui program ini, mahasiswa KKM UIN Malang menghadirkan kegiatan edukatif yang aplikatif bagi warga. Ecoprint menjadi salah satu program kerja yang mendorong pemanfaatan lingkungan sekitar secara kreatif dan produktif.