IHDIA USWAH KAMILA
Setiap sore hari di Masjid Nurul Huda Ngegong, Kota Blitar, suasana terasa begitu hidup dengan kehadiran anak-anak TPQ yang datang membawa Al-Qur’an dan buku Iqra’ di tangan mereka. Langkah kecil mereka memasuki halaman masjid dipenuhi semangat dan keceriaan setelah seharian beraktivitas. Suara salam, tawa, dan sapaan hangat terdengar silih berganti, menciptakan suasana yang penuh keakraban. Saat adzan Asar berkumandang dan kegiatan mengaji dimulai, anak-anak segera duduk rapi membentuk barisan sambil bersiap membaca doa bersama. Wajah-wajah ceria dan penuh antusias terlihat jelas saat mereka membuka halaman Iqra’ dan Al-Qur’an untuk memulai pembelajaran bersama mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan mengaji sore di Masjid Nurul Huda Ngegong menjadi salah satu pengalaman yang sangat berkesan selama program KKM berlangsung. Setiap sore, anak-anak datang dengan semangat yang luar biasa untuk belajar membaca Al-Qur’an, memperbaiki tajwid, serta menghafal surat-surat pendek. Sebelum pembelajaran dimulai, kegiatan biasanya diawali dengan doa bersama agar proses belajar berjalan lancar dan penuh keberkahan. Setelah itu, anak-anak dibimbing secara bergiliran sesuai kemampuan mereka, mulai dari yang masih belajar mengenal huruf hijaiyah melalui Iqra’ hingga yang sudah lancar membaca Al-Qur’an. Suasana belajar terasa hangat karena setiap anak menunjukkan semangat untuk belajar dan tidak ragu bertanya ketika mengalami kesulitan. Pada pertemuan awal, mahasiswa KKM berusaha mengenal kemampuan masing-masing anak agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif. Anak-anak yang masih tahap dasar dibimbing dengan penuh kesabaran untuk melafalkan huruf hijaiyah dengan benar, sementara anak-anak yang sudah lebih lancar dibantu memperbaiki panjang pendek bacaan, makharijul huruf, serta hukum tajwid. Tidak jarang suasana belajar diselingi dengan canda dan tawa ketika ada anak yang salah membaca atau salah menjawab pertanyaan ringan. Namun, hal itulah yang justru membuat suasana mengaji menjadi lebih santai, menyenangkan, dan tidak membosankan. Seiring berjalannya waktu, kegiatan mengaji sore tidak hanya menjadi tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momen untuk menanamkan nilai-nilai akhlak dan kebiasaan baik kepada anak-anak. Selain belajar membaca, mereka juga diajarkan doa-doa harian, hafalan surat pendek, serta pentingnya menghormati guru dan sesama teman. Anak-anak mulai terbiasa saling membantu ketika ada teman yang belum lancar membaca, saling menyemangati untuk menghafal, dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Perlahan, rasa percaya diri mereka tumbuh, terutama ketika berhasil membaca dengan lancar atau mampu menghafal surat baru di depan teman-temannya. Bagi mahasiswa KKM, pengalaman mengajar mengaji sore di Masjid Nurul Huda Ngegong bukan hanya tentang membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an, tetapi juga tentang belajar membangun kedekatan dan kebersamaan dengan mereka. Melihat semangat anak-anak yang selalu datang tepat waktu, antusias saat belajar, dan penuh keceriaan selama kegiatan menjadi kebahagiaan tersendiri. Suasana sore di masjid yang dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an, semangat belajar, serta canda tawa anak-anak menjadi kenangan indah yang sangat berharga. Melalui kegiatan mengaji sore ini, tidak hanya ilmu agama yang diajarkan, tetapi juga terbentuk kebersamaan, kedisiplinan, dan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Pengalaman ini menjadi salah satu momen berkesan yang akan selalu dikenang karena menghadirkan pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan kebahagiaan dalam berbagi ilmu di tengah hangatnya suasana sore di Masjid Nurul Huda Ngegong, Kota Blitar.
MUHAMMAD SALIM
Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyaknya peserta yang mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat menjadi bukti bahwa kegiatan ini disambut dengan baik. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan serta perbedaan kemampuan antar siswa. Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui kerja sama yang baik antara mahasiswa KKM CAKRA 86 dan pihak sekolah. Menurut Kepala Sekolah MI Roudlotussalamah, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa khususnya dalam meningkatkan keberanian, kreativitas, serta semangat dalam menyambut bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat yang dimiliki dalam suasana yang menyenangkan dan seleksi untuk Lomba PORSENI. Di akhir kegiatan, pihak madrasah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat khususnya mahasiswa KKM CAKRA 86 yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya pembinaan karakter dan peningkatan nilai-nilai keagamaan pada siswa sejak dini. Kegiatan lomba menyambut Ramadhan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang bermakna dalam membentuk generasi yang religius, kreatif, dan berakhlak mulia
MAULIDA SOFIATI
BLITAR – Mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Seruni Aksara Kelompok 24 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melanjutkan program Literasi Pagi di MI Al Huda Tumpang, Kabupaten Blitar. Program yang telah berjalan sejak 19 Januari 2026 ini bertujuan untuk membiasakan budaya membaca bagi siswa sejak dini. Kegiatan literasi ini dilaksanakan secara rutin setiap pagi, tepat setelah rangkaian doa bersama dan membaca surat-surat pendek. Dengan durasi sekitar 15 hingga 20 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai, para siswa diajak untuk menyelami beragam bacaan untuk membuka wawasan berpikir mereka sebelum menerima materi akademik. Dukungan Fasilitas dan Partisipasi Siswa Menyadari pentingnya sarana pendukung, siswa Kelompok 24 mengambil langkah nyata dengan melengkapi fasilitas di ruang kelas. Karena beberapa kelas belum memiliki tempat penyimpanan buku yang memadai, para siswa berinisiatif membeli rak buku serta tambahan koleksi buku bacaan untuk menunjang program kerja ini. Tidak hanya memanfaatkan fasilitas dari siswa, para siswa juga didorong untuk membawa buku cerita milik pribadi dari rumah. Kolaborasi ini menciptakan keragaman bahan bacaan di dalam kelas, sehingga siswa memiliki lebih banyak pilihan cerita yang menarik minat mereka. Melatih Keberanian dan Pemahaman Metode pelaksanaan literasi ini dibuat bervariasi agar tidak membosankan. Di beberapa kelas, pengajar memberikan soal-soal latihan terkait isi buku untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap apa yang mereka baca. Tamara Aldiva Rochayati, salah satu mahasiswa AM KKM Seruni Aksara 24 UIN Malang, menjelaskan bahwa metode evaluasi ini sangat efektif, terutama bagi siswa di jenjang kelas rendah. “Khususnya di kelas 2A, saya selalu memberikan latihan soal di setiap sesi literasi. Hal ini dilakukan untuk melatih kemampuan membaca dan pemahaman mereka. Selain itu, saya juga memotivasi siswa untuk berani menceritakan kembali isi buku di depan teman-temannya bagi mereka yang bersedia mencoba,” ujar Tamara. Harapan Masa Depan Program Literasi Pagi ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda pengabdian masa siswa saja, tetapi dapat menjadi budaya yang menetap di MI Al Huda Tumpang. Dengan adanya rak buku baru dan kebiasaan membaca yang mulai tumbuh, diharapkan kemampuan literasi dasar siswa akan meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya akan mendukung kinerja akademik mereka di masa depan.
SOFIATUL FIRDA
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Aksara Bhakti dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program pengabdian masyarakat di TPQ An-Nur yang berlokasi di 4M75+8PR, Pagetan, Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program tersebut diwujudkan melalui dua program unggulan, yaitu Program Bilingual dan Program Tilawah Al-Qur'an. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jum'at mulai tanggal 20 Januari hingga 4 Mei 2026 dengan melibatkan kurang lebih 48 santri TPQ. Adapun jumlah santri kelas ula sebanyak 37 orang dan santri kelas wustho sebanyak 11 orang. Program tersebut disusun sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan pendidikan bahasa dan pembelajaran Al-Qur'an bagi para santri TPQ. Program Bilingual untuk Santri Kelas Ula Program pertama yang dilaksanakan yaitu Program Bilingual yang ditujukan kepada santri kelas ula. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM mengajarkan kosa kata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara bergantian kepada para santri melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Proses pembelajaran dikemas menggunakan lagu-lagu edukatif agar santri lebih mudah memahami dan menghafalkan kosa kata yang diajarkan. Suasana belajar yang ceria dan aktif membuat para santri terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran setiap pekannya. Program bilingual ini bertujuan untuk mengenalkan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris kepada para santri sejak usia dini sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya penguasaan bahasa di era modern saat ini. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar dan rasa percaya diri santri dalam mempelajari bahasa asing. Program Tilawah Al-Qur'an untuk Santri Kelas Wustho Selain program bilingual, kelompok KKM Aksara Bhakti juga melaksanakan Program Tilawah Al-Qur'an yang ditujukan kepada santri kelas wustho yang telah mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar. Dalam program ini, mahasiswa membimbing para santri untuk membaca Al-Qur'an secara baik dan benar dengan memperhatikan kaidah tartil, pelafalan huruf, panjang pendek bacaan, serta keindahan suara ketika membaca Al-Qur'an. Para santri juga diberikan contoh bacaan tilawah agar mampu membaca Al-Qur'an dengan lebih merdu dan penuh penghayatan. Program ini dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan pentingnya membaca Al-Qur'an secara tartil sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Muzammil ayat 4 yang berbunyi: "Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (tartil)." Selain itu, program ini juga berlandaskan hadis Nabi Muhammad SAW: "Perindahlah Al-Qur'an dengan suara kalian." Melalui program tersebut, diharapkan para santri mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak dini. Pelaksanaan Lomba sebagai Penutup Program Sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi terhadap kemampuan santri, kelompok KKM Aksara Bhakti menyelenggarakan perlombaan yang terdiri dari dua cabang lomba, yaitu lomba bilingual dan lomba tartil Al-Qur'an. Perlombaan tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2026 dengan melibatkan seluruh santri sesuai kategori perlombaan masing-masing. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman juara dan pembagian hadiah pada tanggal 9 Mei 2026 sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan partisipasi para santri selama mengikuti program kegiatan. Antusiasme dan Perkembangan Santri Pelaksanaan program unggulan ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan santri TPQ An-Nur. Antusias belajar santri mengalami peningkatan, khususnya dalam pembelajaran bilingual karena para santri tertarik dengan metode pembelajaran yang menggunakan lagu-lagu edukatif dan menyenangkan. Selain itu, para santri mulai mampu menghafalkan berbagai kosa kata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang telah diajarkan selama program berlangsung. Pada program tilawah, kemampuan membaca Al-Qur'an para santri juga mengalami peningkatan, baik dari segi pelafalan maupun keindahan bacaan. Hambatan dalam Pelaksanaan Kegiatan Dalam pelaksanaan program, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi oleh mahasiswa KKM, di antaranya masih banyak santri yang belum dapat fokus dan mengikuti pembelajaran dengan cermat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh usia santri yang masih berada pada tahap anak-anak sehingga masih cenderung aktif bermain dan belum mampu sepenuhnya mengikuti pembelajaran secara serius. Meskipun demikian, mahasiswa KKM tetap berupaya menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan kondusif agar para santri tetap tertarik mengikuti setiap kegiatan yang dilaksanakan. Menumbuhkan Generasi Qur'ani dan Berwawasan Bahasa Melalui dua program unggulan tersebut, kelompok KKM Aksara Bhakti berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan pendidikan santri TPQ An-Nur, baik dalam bidang bahasa maupun pembelajaran Al-Qur'an. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang religius, berakhlak baik, memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta mempunyai wawasan bahasa yang dapat menunjang masa depan mereka di tengah perkembangan zaman.
FINA NAJATUTS TSABITAH
KABUPATEN BLITAR – Menyambut bulan suci Ramadhan, Mahasiswi Asistensi Mengajar DAN KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Seruni Aksara 24 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerjasama dengan MI Al Huda Tumpang, Blitar, menggelar rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan (PONRAM) yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Senin (09/03/2026) hingga Rabu (11/03/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6 dengan tujuan memperdalam pemahaman agama serta mempererat ukhuwah islamiyah. Hari Pertama: Pembukaan Pondok Ramadhan Kegiatan dimulai pada Senin pagi dengan rutinitas ibadah bersama, meliputi Sholat Dhuha, Dzikir, dan pembacaan Asmaul Husna yang dibimbing oleh Wali kelas masing-masing dan Mahasiswa KKM. Suasana khidmat terasa di ruang gabungan kelas serta aula saat seluruh siswa melakukan Tadarus Al-Quran bersama Wali Kelas. Acara resmi dibuka dengan serangkaian penampilan seni dari para siswa, mulai dari pembacaan puisi dan menyanyi, penampilan tari dari kelas 3B, hingga Mini Drama Tari yang dibawakan oleh kelas 2A. Tak hanya soal ibadah, hari pertama juga diisi dengan edukasi lingkungan melalui penayangan Ecobrick dan sesi Story Telling. Sebagai penutup sesi materi, Bapak Syarib, Bapak Ahzab, Bapak Nur, Ibu Kunna, dan Ibu Fayruz memberikan materi tentang "Bersuci" untuk membekali dasar-dasar thaharah bagi siswa. Hari Kedua: Pendalaman Ibadah Praktis Memasuki hari kedua, Selasa (10/03/2026), fokus kegiatan beralih pada praktik ibadah harian. Para siswa mendapatkan bimbingan intensif mengenai praktik Adzan, Iqomah, Wudhu, hingga Tayamum yang dipandu oleh mahasiswa KKM Seruni Aksara. "Materi hari ini memang kita titik beratkan pada praktik. Setelah teori Sholat diberikan oleh Bapak Nur, Ibu Wif, dan Ibu Reni, siswa langsung diajak bermain game edukatif agar materi tidak membosankan," ujar salah satu panitia dari Mahasiswa KKM. Hari Ketiga: Lomba Ramadhan dan Buka Bersama Puncak kegiatan pada Rabu (11/03/2026) menjadi hari yang paling dinamis. Dimulai dengan praktik Sholat Subuh dan doa Qunut, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba religi. Beberapa cabang lomba yang diadakan antara lain: Lomba Adzan yang bertempat di Musholla. Lomba Kaligrafi bagi siswa kelas 4 dan 6. Lomba Mewarnai bagi siswa lainnya. Sesuai jadwal, rangkaian PONRAM ini tidak berakhir di siang hari. Pada sore hari pukul 15.00 WIB, para siswa kembali ke sekolah untuk melaksanakan Sholat Ashar berjamaah, dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba di Aula Atas yang dipandu oleh Ibu Nurul. Penutup Sebagai penutup rangkaian tiga hari tersebut, dilaksanakan sesi Tahlilan yang dipimpin oleh Kyai Nur Wakhid. Selanjutnya yaitu Mowidhoh oleh H. Ahmad Tamim, S.H.I, M.H. Kemudian dilanjutkan ice breaking sambil menunggu jadwal berbuka puasa. Seluruh guru dan mahasiswa KKM kemudian bersiap bersama untuk sesi buka puasa bersama yang menandai berakhirnya kegiatan Pondok Ramadhan tahun 2026 di MI Al Huda Tumpang. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi MI Al Huda Tumpang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemandirian dalam beribadah serta karakter Islami yang kuat.
M. ROZIQ MUBAROK PUTRA
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Cakrawala Vidya UIN Malang tengah melaksanakan program kerja di MINU Tratee Putera Gresik dengan menyelenggarakan seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health pada Selasa (05/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di aula sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas V dari program ICP, Tahfidz, dan Literasi. Seminar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai karakter sejak dini, khususnya dalam membangun kesadaran siswa terkait perilaku bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Selain itu, kesehatan mental menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, mengingat kondisi psikologis siswa sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan sosial mereka. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Madrasah MINU Tratee Putera Gresik yang menyampaikan apresiasi mengenai terselenggarahnya acara seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health yang sangat cocok disampaikan kepada anak-anak, dimana madrasah ini khusus siswa putra sehingga masalah seperti itu sudah sangat umum dikalangan mereka. Adapun tujuan pelaksanaan seminar, yaitu untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Siswa juga diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi diri sendiri maupun teman di sekitarnya. Seminar ini menghadirkan pemateri, yang bernama Muhammad Nur Haqqul Mubarok, yang merupakan mahasiswa dari Universitas Sunan Drajat (UNSUDA). Dalam penyampaian materinya, ia menjelaskan berbagai jenis bullying, seperti bullying verbal, fisik, maupun sosial, yang sering kali terjadi tanpa disadari. Ia juga menekankan bahwa tindakan sederhana seperti mengejek atau mengucilkan teman dapat memberikan dampak yang cukup serius terhadap kesehatan mental seseorang. Mengenai lebih lanjut, pemateri juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dengan cara berpikir positif, mengelola emosi, serta berani berbicara apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Siswa diarahkan untuk tidak takut melapor kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya sebagai bentuk perlindungan diri. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan komunikatif. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya seminar, terutama saat sesi tanya jawab. Beberapa siswa aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mereka terkait perundungan di lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diselingi dengan ice breaking dan contoh kasus sederhana yang memudahkan siswa dalam memahami konsep yang dijelaskan. Dengan metode penyampaian yang menarik, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu merefleksikan sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan seminar ini, diharapkan seluruh siswa MINU Tratee Putera Gresik dapat lebih memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Mahasiswa KKM UIN Malang juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa yang peduli, empatik, dan berakhlak baik.