MAULIDA SOFIATI
BLITAR – Mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Seruni Aksara Kelompok 24 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melanjutkan program Literasi Pagi di MI Al Huda Tumpang, Kabupaten Blitar. Program yang telah berjalan sejak 19 Januari 2026 ini bertujuan untuk membiasakan budaya membaca bagi siswa sejak dini. Kegiatan literasi ini dilaksanakan secara rutin setiap pagi, tepat setelah rangkaian doa bersama dan membaca surat-surat pendek. Dengan durasi sekitar 15 hingga 20 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai, para siswa diajak untuk menyelami beragam bacaan untuk membuka wawasan berpikir mereka sebelum menerima materi akademik. Dukungan Fasilitas dan Partisipasi Siswa Menyadari pentingnya sarana pendukung, siswa Kelompok 24 mengambil langkah nyata dengan melengkapi fasilitas di ruang kelas. Karena beberapa kelas belum memiliki tempat penyimpanan buku yang memadai, para siswa berinisiatif membeli rak buku serta tambahan koleksi buku bacaan untuk menunjang program kerja ini. Tidak hanya memanfaatkan fasilitas dari siswa, para siswa juga didorong untuk membawa buku cerita milik pribadi dari rumah. Kolaborasi ini menciptakan keragaman bahan bacaan di dalam kelas, sehingga siswa memiliki lebih banyak pilihan cerita yang menarik minat mereka. Melatih Keberanian dan Pemahaman Metode pelaksanaan literasi ini dibuat bervariasi agar tidak membosankan. Di beberapa kelas, pengajar memberikan soal-soal latihan terkait isi buku untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap apa yang mereka baca. Tamara Aldiva Rochayati, salah satu mahasiswa AM KKM Seruni Aksara 24 UIN Malang, menjelaskan bahwa metode evaluasi ini sangat efektif, terutama bagi siswa di jenjang kelas rendah. “Khususnya di kelas 2A, saya selalu memberikan latihan soal di setiap sesi literasi. Hal ini dilakukan untuk melatih kemampuan membaca dan pemahaman mereka. Selain itu, saya juga memotivasi siswa untuk berani menceritakan kembali isi buku di depan teman-temannya bagi mereka yang bersedia mencoba,” ujar Tamara. Harapan Masa Depan Program Literasi Pagi ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda pengabdian masa siswa saja, tetapi dapat menjadi budaya yang menetap di MI Al Huda Tumpang. Dengan adanya rak buku baru dan kebiasaan membaca yang mulai tumbuh, diharapkan kemampuan literasi dasar siswa akan meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya akan mendukung kinerja akademik mereka di masa depan.
SOFIATUL FIRDA
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Aksara Bhakti dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program pengabdian masyarakat di TPQ An-Nur yang berlokasi di 4M75+8PR, Pagetan, Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program tersebut diwujudkan melalui dua program unggulan, yaitu Program Bilingual dan Program Tilawah Al-Qur'an. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jum'at mulai tanggal 20 Januari hingga 4 Mei 2026 dengan melibatkan kurang lebih 48 santri TPQ. Adapun jumlah santri kelas ula sebanyak 37 orang dan santri kelas wustho sebanyak 11 orang. Program tersebut disusun sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan pendidikan bahasa dan pembelajaran Al-Qur'an bagi para santri TPQ. Program Bilingual untuk Santri Kelas Ula Program pertama yang dilaksanakan yaitu Program Bilingual yang ditujukan kepada santri kelas ula. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM mengajarkan kosa kata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara bergantian kepada para santri melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Proses pembelajaran dikemas menggunakan lagu-lagu edukatif agar santri lebih mudah memahami dan menghafalkan kosa kata yang diajarkan. Suasana belajar yang ceria dan aktif membuat para santri terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran setiap pekannya. Program bilingual ini bertujuan untuk mengenalkan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris kepada para santri sejak usia dini sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya penguasaan bahasa di era modern saat ini. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar dan rasa percaya diri santri dalam mempelajari bahasa asing. Program Tilawah Al-Qur'an untuk Santri Kelas Wustho Selain program bilingual, kelompok KKM Aksara Bhakti juga melaksanakan Program Tilawah Al-Qur'an yang ditujukan kepada santri kelas wustho yang telah mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar. Dalam program ini, mahasiswa membimbing para santri untuk membaca Al-Qur'an secara baik dan benar dengan memperhatikan kaidah tartil, pelafalan huruf, panjang pendek bacaan, serta keindahan suara ketika membaca Al-Qur'an. Para santri juga diberikan contoh bacaan tilawah agar mampu membaca Al-Qur'an dengan lebih merdu dan penuh penghayatan. Program ini dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan pentingnya membaca Al-Qur'an secara tartil sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Muzammil ayat 4 yang berbunyi: "Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (tartil)." Selain itu, program ini juga berlandaskan hadis Nabi Muhammad SAW: "Perindahlah Al-Qur'an dengan suara kalian." Melalui program tersebut, diharapkan para santri mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak dini. Pelaksanaan Lomba sebagai Penutup Program Sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi terhadap kemampuan santri, kelompok KKM Aksara Bhakti menyelenggarakan perlombaan yang terdiri dari dua cabang lomba, yaitu lomba bilingual dan lomba tartil Al-Qur'an. Perlombaan tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2026 dengan melibatkan seluruh santri sesuai kategori perlombaan masing-masing. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman juara dan pembagian hadiah pada tanggal 9 Mei 2026 sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan partisipasi para santri selama mengikuti program kegiatan. Antusiasme dan Perkembangan Santri Pelaksanaan program unggulan ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan santri TPQ An-Nur. Antusias belajar santri mengalami peningkatan, khususnya dalam pembelajaran bilingual karena para santri tertarik dengan metode pembelajaran yang menggunakan lagu-lagu edukatif dan menyenangkan. Selain itu, para santri mulai mampu menghafalkan berbagai kosa kata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang telah diajarkan selama program berlangsung. Pada program tilawah, kemampuan membaca Al-Qur'an para santri juga mengalami peningkatan, baik dari segi pelafalan maupun keindahan bacaan. Hambatan dalam Pelaksanaan Kegiatan Dalam pelaksanaan program, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi oleh mahasiswa KKM, di antaranya masih banyak santri yang belum dapat fokus dan mengikuti pembelajaran dengan cermat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh usia santri yang masih berada pada tahap anak-anak sehingga masih cenderung aktif bermain dan belum mampu sepenuhnya mengikuti pembelajaran secara serius. Meskipun demikian, mahasiswa KKM tetap berupaya menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan kondusif agar para santri tetap tertarik mengikuti setiap kegiatan yang dilaksanakan. Menumbuhkan Generasi Qur'ani dan Berwawasan Bahasa Melalui dua program unggulan tersebut, kelompok KKM Aksara Bhakti berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan pendidikan santri TPQ An-Nur, baik dalam bidang bahasa maupun pembelajaran Al-Qur'an. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang religius, berakhlak baik, memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta mempunyai wawasan bahasa yang dapat menunjang masa depan mereka di tengah perkembangan zaman.
FINA NAJATUTS TSABITAH
KABUPATEN BLITAR – Menyambut bulan suci Ramadhan, Mahasiswi Asistensi Mengajar DAN KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Seruni Aksara 24 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerjasama dengan MI Al Huda Tumpang, Blitar, menggelar rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan (PONRAM) yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Senin (09/03/2026) hingga Rabu (11/03/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6 dengan tujuan memperdalam pemahaman agama serta mempererat ukhuwah islamiyah. Hari Pertama: Pembukaan Pondok Ramadhan Kegiatan dimulai pada Senin pagi dengan rutinitas ibadah bersama, meliputi Sholat Dhuha, Dzikir, dan pembacaan Asmaul Husna yang dibimbing oleh Wali kelas masing-masing dan Mahasiswa KKM. Suasana khidmat terasa di ruang gabungan kelas serta aula saat seluruh siswa melakukan Tadarus Al-Quran bersama Wali Kelas. Acara resmi dibuka dengan serangkaian penampilan seni dari para siswa, mulai dari pembacaan puisi dan menyanyi, penampilan tari dari kelas 3B, hingga Mini Drama Tari yang dibawakan oleh kelas 2A. Tak hanya soal ibadah, hari pertama juga diisi dengan edukasi lingkungan melalui penayangan Ecobrick dan sesi Story Telling. Sebagai penutup sesi materi, Bapak Syarib, Bapak Ahzab, Bapak Nur, Ibu Kunna, dan Ibu Fayruz memberikan materi tentang "Bersuci" untuk membekali dasar-dasar thaharah bagi siswa. Hari Kedua: Pendalaman Ibadah Praktis Memasuki hari kedua, Selasa (10/03/2026), fokus kegiatan beralih pada praktik ibadah harian. Para siswa mendapatkan bimbingan intensif mengenai praktik Adzan, Iqomah, Wudhu, hingga Tayamum yang dipandu oleh mahasiswa KKM Seruni Aksara. "Materi hari ini memang kita titik beratkan pada praktik. Setelah teori Sholat diberikan oleh Bapak Nur, Ibu Wif, dan Ibu Reni, siswa langsung diajak bermain game edukatif agar materi tidak membosankan," ujar salah satu panitia dari Mahasiswa KKM. Hari Ketiga: Lomba Ramadhan dan Buka Bersama Puncak kegiatan pada Rabu (11/03/2026) menjadi hari yang paling dinamis. Dimulai dengan praktik Sholat Subuh dan doa Qunut, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba religi. Beberapa cabang lomba yang diadakan antara lain: Lomba Adzan yang bertempat di Musholla. Lomba Kaligrafi bagi siswa kelas 4 dan 6. Lomba Mewarnai bagi siswa lainnya. Sesuai jadwal, rangkaian PONRAM ini tidak berakhir di siang hari. Pada sore hari pukul 15.00 WIB, para siswa kembali ke sekolah untuk melaksanakan Sholat Ashar berjamaah, dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba di Aula Atas yang dipandu oleh Ibu Nurul. Penutup Sebagai penutup rangkaian tiga hari tersebut, dilaksanakan sesi Tahlilan yang dipimpin oleh Kyai Nur Wakhid. Selanjutnya yaitu Mowidhoh oleh H. Ahmad Tamim, S.H.I, M.H. Kemudian dilanjutkan ice breaking sambil menunggu jadwal berbuka puasa. Seluruh guru dan mahasiswa KKM kemudian bersiap bersama untuk sesi buka puasa bersama yang menandai berakhirnya kegiatan Pondok Ramadhan tahun 2026 di MI Al Huda Tumpang. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi MI Al Huda Tumpang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemandirian dalam beribadah serta karakter Islami yang kuat.
M. ROZIQ MUBAROK PUTRA
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Cakrawala Vidya UIN Malang tengah melaksanakan program kerja di MINU Tratee Putera Gresik dengan menyelenggarakan seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health pada Selasa (05/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di aula sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas V dari program ICP, Tahfidz, dan Literasi. Seminar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai karakter sejak dini, khususnya dalam membangun kesadaran siswa terkait perilaku bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Selain itu, kesehatan mental menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, mengingat kondisi psikologis siswa sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan sosial mereka. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Madrasah MINU Tratee Putera Gresik yang menyampaikan apresiasi mengenai terselenggarahnya acara seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health yang sangat cocok disampaikan kepada anak-anak, dimana madrasah ini khusus siswa putra sehingga masalah seperti itu sudah sangat umum dikalangan mereka. Adapun tujuan pelaksanaan seminar, yaitu untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Siswa juga diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi diri sendiri maupun teman di sekitarnya. Seminar ini menghadirkan pemateri, yang bernama Muhammad Nur Haqqul Mubarok, yang merupakan mahasiswa dari Universitas Sunan Drajat (UNSUDA). Dalam penyampaian materinya, ia menjelaskan berbagai jenis bullying, seperti bullying verbal, fisik, maupun sosial, yang sering kali terjadi tanpa disadari. Ia juga menekankan bahwa tindakan sederhana seperti mengejek atau mengucilkan teman dapat memberikan dampak yang cukup serius terhadap kesehatan mental seseorang. Mengenai lebih lanjut, pemateri juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dengan cara berpikir positif, mengelola emosi, serta berani berbicara apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Siswa diarahkan untuk tidak takut melapor kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya sebagai bentuk perlindungan diri. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan komunikatif. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya seminar, terutama saat sesi tanya jawab. Beberapa siswa aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mereka terkait perundungan di lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diselingi dengan ice breaking dan contoh kasus sederhana yang memudahkan siswa dalam memahami konsep yang dijelaskan. Dengan metode penyampaian yang menarik, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu merefleksikan sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan seminar ini, diharapkan seluruh siswa MINU Tratee Putera Gresik dapat lebih memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Mahasiswa KKM UIN Malang juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa yang peduli, empatik, dan berakhlak baik.
LILA AULIANI AN`NISA
Pernahkah kalian membayangkan betapa repotnya seorang guru pembina ketika harus merapikan puluhan draf proposal kegiatan murid setiap bulannya? Di MTsN 2 Malang, antusiasme murid dalam berorganisasi dan mengadakan kegiatan sangatlah tinggi. Namun, antusiasme ini sering kali berbenturan dengan satu kendala klasik yaitu urusan administrasi. Selama ini, para pengurus organisasi kesiswaan masih sangat bergantung pada guru pembina mereka dalam menyusun proposal kegiatan. Bukan karena muridnya tidak mampu, melainkan belum adanya pembekalan keterampilan teknis penulisan yang memadai. Alhasil, draf yang diajukan sering kali harus direvisi berulang kali, pengajuan persetujuan menjadi lambat, dan guru pembina justru terbebani oleh urusan teknis operasional yang menyita waktu. Melihat fenomena ini, kami dari Kelompok AM–KKM Edunara 46 di bawah koordinasi ketua kelompok, Nasrullah Nur Iqbal Ramadhani Azzuhri (Pendidikan Bahasa Arab), merancang sebuah program intervensi edukatif, Softskill Improvement: Pelatihan Penulisan Proposal, dengan tema “Organizational Excellence: Optimalisasi Keterampilan Administratif Menuju Tata Kelola Profesional” Kolaborasi Pemimpin Muda Madrasah Kegiatan ini secara khusus menyasar para penggerak utama kegiatan murid di MTsN 2 Malang. Kami mengumpulkan pengurus OSIM, perwakilan inti dari REMAS (Remaja Masjid), SSK (Sekolah Siaga Kependudukan), hingga para pengurus 19 ekstrakurikuler di madrasah. Sesi pelatihan dan bedah draf proposal ini dipandu langsung oleh salah satu anggota kelompok kami, Lila Auliani (PAI). Alih-alih memberikan teori menulis proposal dari nol yang membosankan, sesi materi ini dirancang dengan pendekatan yang lebih taktis dan membumi: memanfaatkan templat proposal resmi madrasah yang sudah ada. Dari Teori ke Praktik: Perjalanan Selama Satu Pekan Untuk memastikan keterampilan penulisan ini benar-benar dikuasai dan dapat diaplikasikan, kami tidak hanya menggelar pelatihan satu hari. Program ini dirancang berjalan secara berkelanjutan selama satu pekan penuh, tepatnya pada tanggal 17 hingga 24 April 2026, dengan alur sebagai berikut. Pertemuan Pertama (17 April 2026): Agenda dibuka dengan pemaparan materi awal yang dibawakan melalui metode diskusi terbuka. Para murid diajak berinteraksi langsung membedah komponen-komponen penting dalam sebuah proposal resmi. Satu Pekan Pendampingan Intensif: Setelah berdiskusi, peserta tidak dilepas begitu saja. Selama satu pekan berikutnya, mereka ditugaskan untuk menyusun draf proposal secara berkelompok dengan didampingi langsung oleh mahasiswa AM–KKM sebagai mentor, yaitu Diah Nur & Farhan Febriansyah (PAI), Najwa Elok & Dinda Pandu (PIPS), Indi Ainur & Maria Salma (PBA), Nailah Nadwah (TBI), serta Vika Asana (TM). Pertemuan Puncak (24 April 2026): Sebagai penutup rangkaian, kami menggelar sesi presentasi hasil kerja masing-masing organisasi yang dilanjutkan dengan bedah revisi secara langsung. Output Nyata: Karya Siap Melaju ke Kepala Madrasah Hasil dari rangkaian pendampingan selama satu pekan ini bukanlah sekadar nilai di atas kertas. Sebagai bukti dari peningkatan kapasitas peserta, kegiatan ini melahirkan output nyata berupa dokumen resmi yang telah matang secara redaksional. Pada akhir pertemuan, peserta berhasil merampungkan Proposal Kegiatan Outbond OSIM dan Proposal Mading Informatif Madrasah. Draf-draf tersebut kini sudah tersusun rapi, memenuhi standar tata kelola madrasah, dan siap untuk langsung diajukan ke meja Kepala Madrasah. Dampak yang Diharapkan Melalui program Softskill Improvement ini, Kelompok AM–KKM Edunara 46 menargetkan perubahan budaya kerja di lingkungan organisasi madrasah. Beberapa proyeksi nyata yang menjadi tujuan utama kami antara lain: Pengurus organisasi, baik OSIM, REMAS, SSK, maupun ekstrakurikuler dapat memiliki kemampuan teknis untuk menyusun draf proposal yang logis dan terstruktur secara mandiri. Beban operasional guru pembina berkurang drastis, sehingga mereka bisa kembali fokus pada fungsi pengawasan dan bimbingan karakter, bukan sekadar menjadi "editor dadakan". Draf awal yang diajukan murid sudah rapi, meminimalisir revisi, dan membuat alur persetujuan kegiatan menjadi jauh lebih lancar. Kemampuan menulis proposal mungkin terlihat seperti urusan administratif yang “sepele”. Namun, bagi murid pengurus organisasi di MTsN 2 Malang, ini adalah langkah nyata untuk belajar bertanggung jawab, berpikir sistematis, dan bertransformasi menjadi pemimpin muda yang mandiri!
UDSY SILVIATUS SALMA
Gelak tawa dan sorak-sorai santri memenuhi ruangan ketika para mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) dari UIN Malang menggelar lomba antar kelas sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat mereka. Kegiatan lomba antar santri yang diselenggarakan di TPQ Al Mabrur menjadi momen penuh semangat dan antusiasme bagi para peserta dari berbagai jenjang usia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa KKM UIN Malang yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar santri melalui pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif. Berbagai jenis lomba digelar dengan menyesuaikan tingkat usia dan kemampuan santri.Tercatat ada tiga kategori lomba utama yang diikuti oleh santri dari kelas pra, diniyah, hingga tahfidz. Untuk kategori pertama, lomba diperuntukkan bagi kelas pra, yaitu anak usia dini sekitar 3--5 tahun. Pada kategori ini, lomba yang diadakan adalah lomba mewarnai. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreativitas, motorik halus, serta mengenalkan anak pada suasana belajar yang menyenangkan sejak usia dini. Dengan tema islami yang sederhana, anak-anak terlihat antusias menuangkan warna dan imajinasi mereka di atas kertas. Selanjutnya, untuk santri kelas diniyah diadakan lomba Olimpiade Mabadi' Fiqih. Lomba ini menguji pemahaman dasar santri terkait ilmu fiqih, seperti tata cara ibadah, hukum-hukum dasar dalam Islam, serta pengetahuan keagamaan sehari-hari. Dengan konsep kompetisi yang edukatif, lomba ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus melatih kepercayaan diri santri dalam menjawab soal-soal keislaman. Sementara itu, bagi santri kelas tahfidz, diselenggarakan lomba MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an). Lomba ini menjadi ajang bagi para penghafal Al-Qur'an untuk menunjukkan kemampuan hafalan mereka. Penilaian dalam MHQ meliputi kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, serta adab dalam membaca Al-Qur'an. Suasana lomba berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, mencerminkan kecintaan santri terhadap Al-Qur'an. Kegiatan lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, keberanian tampil, serta mempererat kebersamaan antar santri. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan TPQ Al Mabrur dapat terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang menarik dan berdampak positif bagi perkembangan santri. kegiatan ini ditutup dengan penuh kebahagiaan melalui pembagian hadiah kepada para peserta dan apresiasi bagi seluruh santri yang telah berpartisipasi. Momen ini menjadi bentuk penghargaan atas usaha dan keberanian mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Tidak hanya itu, kebersamaan yang terjalin antara santri, pengajar, dan mahasiswa KKM juga menjadi nilai berharga yang mempererat hubungan di lingkungan TPQ Al Mabrur. untuk kedepannya, kegiatan serupa direncanakan dapat menjadi agenda rutin, sehingga mampu menjaga semangat belajar santri secara berkelanjutan di tengah tantangan zaman. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat belajar para santri dapat terus tumbuh dan berkembang. Teruslah berusaha, belajar, dan menggapai cita-cita dengan penuh keyakinan. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman. Semangat belajar, santri hebat!