NAZELA INTAN PERMATA
Jumat, 13 Februari 2026 menjadi hari yang penuh kesan bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan MABIT Kids. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar, bermain, dan beribadah yang menyenangkan bagi anak-anak. Sepanjang kegiatan, anak-anak juga melaksanakan salat lima waktu berjamaah, yaitu salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh dengan pendampingan guru serta panitia. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar tentang pentingnya menjaga salat tepat waktu dan membiasakan diri beribadah bersama. Acara diawali dengan check-in peserta pada pagi hari. Anak-anak datang dengan penuh semangat dan antusias untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. Setelah seluruh peserta berkumpul, kegiatan dilanjutkan dengan mengaji bersama dan melaksanakan salat dhuha, sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Suasana semakin meriah saat anak-anak mengikuti berbagai permainan dan game edukatif. Melalui kegiatan tersebut, mereka belajar bekerja sama, melatih keberanian, serta mempererat persahabatan dengan teman-teman. Tawa dan keceriaan tampak menghiasi setiap sudut kegiatan. Menjelang sore, peserta menikmati kegiatan bakar-bakar bersama yang menjadi salah satu momen favorit anak-anak. Setelah itu, seluruh peserta menikmati makan malam bersama dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Pada malam hari, peserta mendapatkan ceramah keislaman yang disampaikan secara menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai agama serta membentuk karakter yang baik sejak usia dini Salah satu momen yang paling berkesan adalah kegiatan keliling sambil menyalakan oncor (obor). Dengan didampingi para guru dan panitia, anak-anak berjalan bersama membawa oncor yang menyala. Suasana malam yang hangat dan penuh kebersamaan membuat kegiatan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi seluruh peserta. Setelah kegiatan selesai, anak-anak beristirahat, kemudian mandi dan bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat sangat senang, bersemangat, dan menikmati setiap rangkaian acara. Melalui kegiatan MABIT Kids 2026, diharapkan anak-anak dapat menumbuhkan sikap mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta semakin mencintai ibadah dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan banyak pembelajaran bagi tumbuh kembang anak.
IMELDA RAHAYU
Sabtu, 25 April 2026, mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan seminar parenting bertema “Di Balik Perilaku Anak, Ada Emosi yang Perlu Dipahami”. Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi antara pendidik dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya pada aspek sosial-emosional. Seminar parenting yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal bersama wali murid ini menjadi momen penuh makna bagi keluarga besar RA Perwanida III Kota Malang. Tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama untuk memahami dunia anak secara lebih mendalam. Acara yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut dihadiri oleh sekitar 80 peserta, yang terdiri dari orang tua dan pendidik. Kegiatan ini menjadi kesempatan belajar yang berharga dalam meningkatkan pemahaman tentang pentingnya emosi dalam perkembangan anak usia dini. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah RA Perwanida III, Ibu Hj. Hidayatul Chikmah, S.Ag., mengajak orang tua dan pendidik untuk bekerja sama dalam memahami emosi anak agar pengasuhan di rumah dan di sekolah dapat berjalan searah dan selaras. Kegiatan inti seminar menghadirkan narasumber, Hj. Rika Fuaturosida, M.A., dosen Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus Ketua Laboratorium Psikologi. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa emosi tidak hanya berkaitan dengan hal-hal negatif seperti marah atau menangis, tetapi juga mencakup perasaan bahagia, tertawa, dan tersenyum. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa setiap perilaku anak merupakan bentuk ekspresi emosi yang perlu dipahami, bukan sekadar dinilai. Beliau juga mengajak orang tua untuk merenungkan kembali perannya, tidak hanya sebagai pengasuh yang menetapkan aturan, tetapi juga sebagai figur yang mampu membantu anak mengelola emosinya menjadi hal yang positif di masa depan. “Kunci dalam mengasuh anak adalah ikhlas,” ungkapnya, menekankan bahwa pengasuhan yang dilandasi keikhlasan akan memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan anak. Perilaku sebagai Bahasa Emosi
NAUFAL LABIB HIBATULLOH
Wlingi, Blitar -- Masa tua adalah masa di mana seseorang membutuhkan lebih banyak kehangatan dan teman bercerita. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) & Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 67/Satriya Karsa Abhipraya dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim mengadakan kegiatan bakti sosial dan pengabdian masyarakat di Panti Tresna Werdha Blitar, Kec. Wlingi,Kab. Blitar, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Mengusung tema Sehari bersama, sejuta bahagia, kegiatan ini tidak hanya sekadar memenuhi tugas akademik, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar empati dan berbagi kebahagiaan dengan kakek dan nenek di panti wreda tersebut. Acara yang berlangsung sejak pukul 06.30 ini diawali dengan sambutan hangat dari pihak pengurus panti dan penghuni Panti Tresna Werdha Blitar. Setelah itu, suasana seketika menjadi cair dan meriah melalui berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia mahasiswa. Beberapa kegiatan utama yang dilakukan antara lain: Senam Pagi Bersama : Mengajak para lansia bergerak santai untuk menjaga kebugaran Berbincang Bersama dengan Para Lansia Sesi Berbagi Cerita (Panggung kenangan): Mahasiswa mendengarkan kisah hidup, pengalaman, dan petuah bijak dari para lansia, bernyanyi .Sesi ini menjadi momen yang paling haru dan penuh tawa. Membuat Kartu kenangan: Pada sesi ini, lansia diajak membuat kartu kenangan yang mana, para lansia menulis kenangan terindah mereka selama hidup. Hal ini tidak hanya untuk membantu para lansia mengingat kenangan indah selama hidup saja. Tetapi, kartu yang bertuliskan kenangan terindah ini bisa menjadi bahan pelipur lara apabila para lansia sedang merasa tidak baik-baik saja selama di Panti Tresna Werdha Blitar. Ketua Kelompok KKM Satriya Karsa Abhipraya, Naufal Labib Hibatullah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran hidup yang luar biasa bagi seluruh anggota kelompok. "Kami datang ke sini dengan niat untuk menghibur mbah putri dan mbah kakung, tapi justru kami yang banyak belajar dari mereka. Semangat hidup dan senyum mereka benar-benar jadi inspirasi buat kami para generasi muda," ujar Naufal. Dalam acara ini, kelompok KKM Satriya Karsa Abhipraya juga menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sehari hari seperti, popok dewasa, tissue basah sabun mandi dan sabun cuci baju kepada pihak pengurus Panti Tresna Werdha Blitar. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto yang diwarnai dengan penuh kehangatan.
AH NIAM ROMADHONI
Panti Jompo Tresna Werdha di Blitar menawarkan layanan dan pendampingan bagi orang tua. Akibat proses penuaan, lansia yang tinggal di panti jompo umumnya mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, maupun sosial. Kondisi kesehatan lansia, termasuk kekuatan tubuh, daya tahan fisik, dan kemampuan beraktivitas sehari-hari, cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Selain itu, karena keterbatasan komunikasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar mereka, sebagian orang tua juga mengalami masalah emosional seperti kesepian, kurang percaya diri, dan sedikit interaksi sosial. Panti Jompo Tresna Werdha Blitar menghadapi masalah seperti ini saat berusaha meningkatkan kesejahteraan lansia secara keseluruhan. Lansia dapat merasa jenuh dan kurang bersemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari karena aktivitas harian yang cenderung monoton dan kurangnya kegiatan hiburan dan interaksi sosial. Permasalahan utama yang menjadi fokus dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah rendahnya aktivitas fisik lansia, kurangnya dukungan emosional, serta terbatasnya ruang bagi lansia untuk mengekspresikan diri dan menjalin interaksi sosial secara aktif. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dan kesejahteraan mental orang tua jika dibiarkan. Studi menunjukkan bahwa aktivitas fisik sederhana seperti senam pagi dapat membantu Anda tetap sehat saat Anda lebih tua, meningkatkan fleksibilitas otot Anda, dan meningkatkan suasana hati. Kegiatan sosial dan hiburan juga dapat meningkatkan kesehatan mental dan emosional orang tua. Dibandingkan dengan lansia yang pasif dalam lingkungan sosialnya, lansia yang terlibat dalam aktivitas kelompok cenderung memiliki tingkat kebahagiaan dan semangat hidup yang lebih baik. Selain itu, terbukti bahwa komunikasi interpersonal dan aktivitas rekreatif yang merupakan bagian dari kegiatan pendampingan dapat mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan rasa percaya diri lansia.
ANANDA MAISAROH HASIN
Wlingi, Blitar -- Masa tua adalah masa di mana seseorang membutuhkan lebih banyak kehangatan dan teman bercerita. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) & Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 67/Satriya Karsa Abhipraya dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim mengadakan kegiatan bakti sosial dan pengabdian masyarakat di Panti Tresna Werdha Blitar, Kec. Wlingi,Kab. Blitar, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Mengusung tema Sehari bersama, sejuta bahagia, kegiatan ini tidak hanya sekadar memenuhi tugas akademik, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar empati dan berbagi kebahagiaan dengan kakek dan nenek di panti wreda tersebut. Acara yang berlangsung sejak pukul 06.30 ini diawali dengan sambutan hangat dari pihak pengurus panti dan penghuni Panti Tresna Werdha Blitar. Setelah itu, suasana seketika menjadi cair dan meriah melalui berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia mahasiswa. Beberapa kegiatan utama yang dilakukan antara lain: Senam Pagi Bersama : Mengajak para lansia bergerak santai untuk menjaga kebugaran Berbincang Bersama dengan Para Lansia Sesi Berbagi Cerita (Panggung kenangan): Mahasiswa mendengarkan kisah hidup, pengalaman, dan petuah bijak dari para lansia, bernyanyi .Sesi ini menjadi momen yang paling haru dan penuh tawa. Membuat Kartu kenangan: Pada sesi ini, lansia diajak membuat kartu kenangan yang mana, para lansia menulis kenangan terindah mereka selama hidup. Hal ini tidak hanya untuk membantu para lansia mengingat kenangan indah selama hidup saja. Tetapi, kartu yang bertuliskan kenangan terindah ini bisa menjadi bahan pelipur lara apabila para lansia sedang merasa tidak baik-baik saja selama di Panti Tresna Werdha Blitar.
NAJWA TITA NURFAIZA
Wlingi, Blitar -- Masa tua adalah masa di mana seseorang membutuhkan lebih banyak kehangatan dan teman bercerita. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) & Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 67/Satriya Karsa Abhipraya dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim mengadakan kegiatan bakti sosial dan pengabdian masyarakat di Panti Tresna Werdha Blitar, Kec. Wlingi,Kab. Blitar, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Mengusung tema Sehari bersama, sejuta bahagia, kegiatan ini tidak hanya sekadar memenuhi tugas akademik, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar empati dan berbagi kebahagiaan dengan kakek dan nenek di panti wreda tersebut. Acara yang berlangsung sejak pukul 06.30 ini diawali dengan sambutan hangat dari pihak pengurus panti dan penghuni Panti Tresna Werdha Blitar. Setelah itu, suasana seketika menjadi cair dan meriah melalui berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia mahasiswa. Beberapa kegiatan utama yang dilakukan antara lain: Senam Pagi Bersama : Mengajak para lansia bergerak santai untuk menjaga kebugaran Berbincang Bersama dengan Para Lansia Sesi Berbagi Cerita (Panggung kenangan): Mahasiswa mendengarkan kisah hidup, pengalaman, dan petuah bijak dari para lansia, bernyanyi .Sesi ini menjadi momen yang paling haru dan penuh tawa. Membuat Kartu kenangan: Pada sesi ini, lansia diajak membuat kartu kenangan yang mana, para lansia menulis kenangan terindah mereka selama hidup. Hal ini tidak hanya untuk membantu para lansia mengingat kenangan indah selama hidup saja. Tetapi, kartu yang bertuliskan kenangan terindah ini bisa menjadi bahan pelipur lara apabila para lansia sedang merasa tidak baik-baik saja selama di Panti Tresna Werdha Blitar.Ketua Kelompok KKM Satriya Karsa Abhipraya, Naufal Labib Hibatullah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran hidup yang luar biasa bagi seluruh anggota kelompok. "Kami datang ke sini dengan niat untuk menghibur mbah putri dan mbah kakung, tapi justru kami yang banyak belajar dari mereka. Semangat hidup dan senyum mereka benar-benar jadi inspirasi buat kami para generasi muda," ujar Naufal. Dalam acara ini, kelompok KKM Satriya Karsa Abhipraya juga menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sehari hari seperti, popok dewasa, tissue basah sabun mandi dan sabun cuci baju kepada pihak pengurus Panti Tresna Werdha Blitar. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto yang diwarnai dengan penuh kehangatan.Melalui kegiatan KKM ini, diharapkan tali silaturahmi antara mahasiswa dan panti jompo dapat terus terjalin. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bentuk kepedulian sekecil apa pun, apalagi meluangkan waktu untuk sekadar mendengarkan, bisa sangat berarti bagi mereka yang berada di usia senja.