Thumbnail
1 year ago
Menyaksikan Keseruan Tradisi Mberot di Desa Ngadireso, Poncokusumo

AKFA ATIATUR RAHMA

Di tengah hamparan hijau Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, sebuah tradisi unik bernama Mberot masih terus hidup dan menjadi daya tarik tersendiri. Tradisi ini bukan sekadar hiburan, melainkan perpaduan antara seni pertunjukan rakyat dan ritual spiritual yang menghadirkan sensasi tersendiri bagi penontonnya. Pertunjukan Mberot di Desa Ngadireso memiliki urutan acara yang terstruktur dan menarik. Setiap pertunjukan dimulai dengan pembawa acara yang dengan penuh semangat memanggil grup Mberot yang akan tampil. Suasana mulai hidup ketika operator sound system memutarkan lagu-lagu pilihan dari grup yang akan tampil. Para anggota grup Mberot kemudian mulai menunjukkan kebolehan mereka dengan berjoget mengikuti irama musik yang mengalun. Gerakan-gerakan mereka yang energik dan kompak menciptakan pemandangan yang menghibur bagi para penonton yang hadir. Setelah beberapa lagu dimainkan, pertunjukan memasuki sesi yang ditunggu-tunggu: saweran. Pada momen ini, penonton berkesempatan untuk berpartisipasi langsung dengan memberikan sawer kepada para penari Mberot. Interaksi ini menciptakan suasana keakraban antara penampil dan penonton. Bagian paling menegangkan dari pertunjukan Mberot adalah sesi kalapan atau kesurupan. Sebelum sesi ini dimulai, ada ritual khusus yang dilakukan, ditandai dengan pembakaran dupa dan pembacaan doa-doa. Suasana mistis mulai terasa ketika suara pecutan membelah udara, menandai dimulainya sesi kalapan. Para penari yang kesurupan kemudian memberikan tontonan yang menghadirkan sensasi tersendiri. Suasana menjadi semakin meriah ketika penonton mulai bersuitan dan membunyikan terompet, yang justru membuat para penari kesurupan mengejar mereka. Momen-momen kejar-kejaran ini menjadi daya tarik utama yang menghadirkan sensasi campuran antara takut dan terhibur bagi para penonton. Setiap grup Mberot mendapatkan jatah waktu tampil yang telah ditentukan, disesuaikan dengan jumlah grup yang akan tampil pada hari tersebut. Setelah satu grup menyelesaikan penampilannya, grup berikutnya akan tampil dengan urutan acara yang sama, mulai dari joget, saweran, hingga ritual kalapan. Tradisi Mberot di Desa Ngadireso bukan sekadar hiburan semata. Di balik kemeriahan pertunjukannya, tersimpan nilai-nilai budaya yang terus dijaga dan dilestarikan. Mulai dari aspek spiritual yang tercermin dalam ritual-ritualnya, hingga nilai kebersamaan yang terbangun antara pemain dan penonton. Keunikan tradisi Mberot telah menjadikan Desa Ngadireso sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang menarik di Kabupaten Malang. Para pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan pertunjukan yang menghibur, tetapi juga mendapatkan pengalaman cultural yang mendalam melalui rangkaian acara yang disajikan. Tradisi Mberot di Desa Ngadireso merupakan bukti nyata bagaimana sebuah tradisi dapat terus hidup dan berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya. Melalui pengelolaan yang baik dan dukungan masyarakat, tradisi ini diharapkan dapat terus dinikmati oleh generasi-generasi mendatang.

Thumbnail
1 year ago
Moderasi Beragama Dalam Harmoni: Kunjungan Ke Pertapaan Karmel Ds. Ngadireso dalam Peringatan Malam Natal

ISTICHFARIN EKA AULIA

Pada malam perayaan Natal, 25 Desember 2024, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang terdiri dari 3 kelompok yaitu kelompok 09, kelompok 79, dan kelompok 149 dari sebuah universitas di Malang melaksanakan kunjungan ke Pertapaan Karmel di Desa Ngadireso. Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata praktik moderasi beragama yang bertujuan untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Dalam suasana penuh khidmat, mahasiswa KKN turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban acara, bekerja sama dengan pihak kepolisian, organisasi masyarakat, serta panitia lokal. Moderasi beragama yang diterapkan dalam kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai saling menghormati dan memahami perbedaan keyakinan di tengah masyarakat multikultural. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga aktif dalam membangun dialog lintas agama dengan umat Katolik yang merayakan Natal di pertapaan tersebut. Mereka berdiskusi tentang makna Natal sebagai momen kasih, damai, dan pengharapan yang universal, yang relevan bagi semua umat manusia tanpa memandang latar belakang agama. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara keimanan pribadi dan penghormatan terhadap tradisi agama lain. Dalam konteks perayaan Natal, umat Katolik di Desa Ngadireso menyambut hangat kehadiran mahasiswa KKN sebagai bentuk solidaritas lintas agama. Hal ini mencerminkan semangat moderasi beragama yang tidak hanya mengedepankan toleransi pasif, tetapi juga kolaborasi aktif dalam membangun harmoni sosial. Selain itu, kunjungan ini memperlihatkan bagaimana moderasi beragama dapat menjadi jembatan untuk mengatasi potensi konflik dan memperkuat persaudaraan antarumat beragama. Dengan melibatkan diri dalam kegiatan sosial seperti ini, mahasiswa belajar untuk menjadi agen perubahan yang mampu mempromosikan nilai-nilai inklusivitas dan keberagaman. Mereka juga turut mendukung pesan-pesan perdamaian yang diusung oleh perayaan Natal 2024, sebagaimana ditegaskan oleh berbagai tokoh nasional bahwa toleransi adalah kunci membangun bangsa yang damai. Kunjungan ke Pertapaan Karmel pada malam Natal tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa sebagai individu, tetapi juga bagi masyarakat setempat. Kehadiran generasi muda dalam perayaan agama lain menjadi simbol penting dari komitmen bersama untuk menjaga kerukunan nasional. Dengan semangat moderasi beragama yang terus digalakkan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk memperkuat harmoni di tengah keberagaman bangsa Indonesia.