3 months ago

Agrotani dan KWT sebagai Pilar Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Desa Sumberdem

Header Image
JIHAN AULIA PUTRI

230606110113 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.73

 




Agrotani dan KWT sebagai Pilar Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Desa Sumberdem






Dusun Ngemplak, Desa Sumberdem — Ketahanan pangan saat ini menjadi topik yang semakin sering dibicarakan, terutama di wilayah pedesaan. Bukan hanya soal ada atau tidaknya bahan makanan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, keberadaan Agrotani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki peran yang cukup penting sebagai wadah pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian sederhana, salah satunya yang terlihat di Desa Sumberdem sebagai Kampung KRPL 



Agrotani dan KWT pada dasarnya bukan hanya kelompok yang berfokus pada kegiatan menanam, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama bagi warga desa. Melalui kegiatan seperti penanaman sayuran, pengelolaan tanaman obat keluarga, hingga pengolahan hasil panen, masyarakat mendapatkan pengalaman langsung yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Di Desa Sumberdem sendiri, konsep Kampung KRPL mendorong warga untuk lebih aktif memanfaatkan lahan di sekitar rumah sehingga kegiatan bertani menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.



Salah satu bentuk nyata dari kegiatan Agrotani dan KWT adalah pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan produktif. Banyak pekarangan yang sebelumnya kosong atau hanya ditanami tanaman hias, kemudian mulai dimanfaatkan untuk menanam cabai, tomat, bayam, kangkung, dan berbagai jenis sayuran lainnya. Hasilnya memang tidak selalu besar, tetapi cukup membantu kebutuhan dapur harian. Dari sini, masyarakat mulai merasakan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari skala kecil, yaitu keluarga. Konsep KRPL di Desa Sumberdem menjadi contoh bahwa pekarangan rumah memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik.



Selain berdampak pada kebutuhan pangan, kegiatan ini juga memberikan pengaruh terhadap kondisi ekonomi warga. Beberapa anggota KWT mulai mencoba menjual hasil panen atau produk olahan sederhana seperti keripik sayur, sambal, hingga bibit tanaman. Walaupun skalanya masih kecil, hal ini menunjukkan adanya potensi ekonomi yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Setidaknya, kegiatan ini membuka peluang tambahan pemasukan dan mengurangi pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi ibu-ibu yang tergabung dalam KWT Desa Sumberdem.



Dari sisi sosial, keberadaan Agrotani dan KWT juga mempererat hubungan antarwarga. Kegiatan menanam bersama, berbagi bibit, hingga diskusi perawatan tanaman menciptakan interaksi yang lebih aktif di lingkungan desa. Perempuan yang tergabung dalam KWT pun memiliki ruang untuk berkontribusi lebih luas, tidak hanya dalam lingkup rumah tangga tetapi juga dalam kegiatan produktif masyarakat. Secara tidak langsung, hal ini menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar Kampung KRPL.



Menariknya lagi, kegiatan pertanian sederhana ini juga bisa menjadi media edukasi bagi anak-anak. Mereka dapat melihat langsung proses menanam, merawat, hingga memanen tanaman. Dari situ, muncul pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai proses mendapatkan makanan. Nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kerja sama juga ikut terbentuk secara alami melalui aktivitas sehari-hari di pekarangan rumah.



Secara keseluruhan, Agrotani dan KWT dapat dikatakan sebagai salah satu pilar penting dalam upaya memperkuat ekonomi sekaligus ketahanan pangan desa, khususnya di Desa Sumberdem sebagai Kampung KRPL. Perubahan yang dihasilkan memang tidak instan dan tidak selalu besar, tetapi bersifat nyata dan berkelanjutan. Dari pekarangan rumah yang sederhana, masyarakat belajar untuk lebih mandiri, produktif, dan peduli terhadap lingkungan. Hal kecil seperti menanam sayur ternyata bisa menjadi langkah awal menuju desa yang lebih berdaya dan tahan pangan.