Kediri, 12 Mei 2026 — Foto ini menggambarkan momen hangat penuh kekeluargaan antara mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dengan para pengurus TPQ Al-Farany. Sambil tersenyum riang, mereka mengenakan busana yang sederhana dan sopan, dengan sebagian besar anggota tim terlihat memakai tanda pengenal di dada. Momen perpisahan antara mahasiswa AM-KKM Satyagraha dengan para pengurus serta santri TPQ berlangsung manis dan penuh makna, Senin (12/05/26).
Latar belakang foto mempertegas suasana akrab. Tulisan "TPQ Al-Farany" terlihat jelas, berpadu dengan kalimat ajakan "ayo mengaji" di atasnya. Gambar pemandangan pedesaan yang menghiasi tembok memberikan nuansa belajar yang tenang dan menyatu dengan alam. Hari-hari penuh canda tawa, di sore itu berubah menjadi penuh air mata haru serta kebersamaan yang tak terlupakan. Bukan perpisahan yang sendu, tetapi penuh rasa syukur atas pembelajaran yang telah dilalui bersama.
Manisnya Tugas Akhir Pengabdian
Momen ini biasanya menjadi salah satu rangkaian penutupan program pengabdian masyarakat mahasiswa di TPQ. Selama 4 bulan, mereka bukan hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur'an, tetapi juga menciptakan metode belajar yang asyik—seperti melalui games “Fun Hijaiyah” yang memberikan pembelajaran edukatif serta interaktif—demi menumbuhkan kecintaan serta minat belajar anak-anak pada agama.
Kesan Mendalam
Keberadaan mahasiswa AM-KKM selama 4 bulan telah meninggalkan jejak yang nyata. Bukan hanya program kerja fisik, tetapi juga non-fisik seperti bimbingan belajar malam yang telah menjadi rutinitas kami. Salah satu santri TPQ, Fathur (Kelas 3 SD), dengan seamngatnya bertanya, “Bu..besok masih ngajar ngaji lagi? Bu..besok pulang kemana?”. Pertanyaan demi pertanyaan sederhana itu membuat susasana hening sejenak, lalu dijawab dengan hangat beberapa dari kami. Di situlah letak manisnya sebuah kenangan : karena kita pernah hadir dan dicintai.
Senyum yang Menjadi Cerita
Hari sudah menjelang adzan maghrib. Acara ditutup dengan doa bersama yang di pimpin oleh wakil ketua TPQ yaitu Pak Toni, dilanjutkan dengan bersalam-salaman. Beberapa santri berbaris dengan rapi dan mengucapkan terima kasih. Tak ada tangis yang keras, hanya senyum-senyum kecil penuh hangat. Mahasiswa AM-KKM meninggalkan TPQ Al-Farany bukan dengan rasa putus asa, tetapi berbekal dengan semangat baru. Mereka telah belajar bahwa kebersamaan tidak selalu diukur dari lamanya waktu, tetapi dari seberapa dalam makna yang tercipta didalamnya.
Wajah-wajah yang tersenyum menjadi bukti bahwa program pengabdian telah berakhir dengan kesan yang mendalam. Meski aktivitas formal telah usai, jalinan silaturahmi dan semangat mengaji yang sudah tertanam diharapkan akan terus hidup. Seperti itulah akhir kenangan yang manis. Ia tidak membuat kita lupa untuk melangkah maju, tetapi membuat kita meraih kesuksesan lainnya. Selamat tinggal TPQ al-Farany, sampai jumpa di kesempatan berikutnya!