Dusun Gumul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon
Kelompok KKM ESHORA resmi menutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun Akademik 2025–2026 melalui acara penutupan yang diselenggarakan di SDN Sukomulyo 4. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya pengabdian mahasiswa selama empat puluh hari di tengah masyarakat Dusun Gumul.
Acara penutupan berlangsung pada pagi hari dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Sejak awal, kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai seremoni formal, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program kerja KKM, khususnya pihak sekolah, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan kelompok KKM ESHORA. Dalam sambutannya, ketua kelompok menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan dan kerja sama yang telah terjalin selama masa pengabdian. Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di Dusun Gumul bukan untuk menjadi pihak yang paling tahu, melainkan sebagai pembelajar yang tumbuh bersama masyarakat.
“Kami datang dengan membawa program, tetapi pulang dengan membawa pelajaran,” ungkapnya dalam sambutan singkat yang disambut tepuk tangan hangat dari para hadirin.
Pihak SDN Sukomulyo 4 juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM, khususnya dalam bidang pendidikan dan pendampingan kegiatan sekolah. Selama pelaksanaan KKM, mahasiswa terlibat aktif dalam membantu proses pembelajaran di kelas, pelaksanaan bimbingan belajar, hingga mendukung program sekolah berbasis Adiwiyata.
Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan energi baru bagi siswa. Metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan menjadi salah satu bentuk inovasi yang dirasakan langsung oleh siswa maupun guru. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kebersihan dan pembuatan pot tanaman turut mendukung penguatan karakter peduli lingkungan pada siswa.
Acara penutupan juga dimeriahkan dengan penampilan siswa yang telah dipersiapkan bersama mahasiswa KKM. Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah dirigen yang dilatih oleh mahasiswa sebagai bagian dari persiapan acara. Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan siswa dalam mengembangkan potensi diri.
Suasana lapangan sekolah dipenuhi rasa bangga dan haru. Tidak hanya bagi siswa yang tampil, tetapi juga bagi mahasiswa yang menyaksikan hasil proses latihan yang telah mereka dampingi. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari seberapa besar program yang dijalankan, tetapi dari proses dan kebersamaan yang terbangun.
Penutupan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan refleksi perjalanan KKM yang telah dilalui. Selama di Dusun Gumul, mahasiswa tidak hanya menjalankan program pendidikan, tetapi juga terlibat dalam kegiatan keagamaan, kemasyarakatan, serta sosialisasi isu sosial seperti pernikahan dini.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar memahami dinamika masyarakat desa secara langsung. Mereka belajar bahwa perubahan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui pendekatan yang sabar dan kolaboratif.
Selain bidang pendidikan, dukungan mahasiswa terhadap program Adiwiyata menjadi salah satu fokus kegiatan yang ditampilkan dalam acara penutupan. Selama masa KKM, mahasiswa bersama siswa melakukan kerja bakti, penataan lingkungan sekolah, pembuatan pot tanaman, serta kegiatan penanaman pohon.
Kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Mahasiswa berperan sebagai pendamping sekaligus contoh dalam membangun kesadaran sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan kelas.
Dalam sesi refleksi, beberapa siswa mengungkapkan kesan mereka terhadap kehadiran mahasiswa KKM. Mereka merasa senang karena mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih menyenangkan. Interaksi yang tidak terlalu formal membuat siswa merasa lebih dekat dan nyaman.
Bagi mahasiswa sendiri, pengalaman ini menjadi ruang belajar yang tidak didapatkan di bangku perkuliahan. Berhadapan langsung dengan siswa dan masyarakat mengajarkan mereka tentang komunikasi, kesabaran, serta tanggung jawab sosial.
Setelah rangkaian acara di sekolah selesai, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan melakukan silaturahmi dan pamit kepada pihak Balai Desa serta Ketua RT setempat. Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dukungan yang telah diberikan selama pelaksanaan KKM di Dusun Gumul.
Hubungan yang terjalin tidak hanya bersifat formal, tetapi juga emosional. Kehadiran mahasiswa selama satu bulan telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Oleh karena itu, perpisahan terasa lebih bermakna.
Penutupan KKM juga diikuti dengan kegiatan membersihkan posko putra dan putri sebagai bentuk tanggung jawab akhir sebelum kembali ke kampus. Posko yang selama ini menjadi pusat aktivitas mahasiswa dibersihkan dan dirapikan, sekaligus menjadi saksi terakhir kebersamaan mereka.
Melalui tema “Langkah Kecil untuk Desa, Makna Besar untuk Kami”, kelompok KKM ESHORA menyadari bahwa kontribusi yang diberikan mungkin terlihat sederhana. Namun, proses yang dilalui memberikan dampak besar bagi pembentukan karakter mahasiswa.
KKM di Dusun Gumul bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi tentang membangun hubungan, belajar dari masyarakat, dan memahami arti pengabdian yang sesungguhnya. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalani peran sebagai bagian dari masyarakat yang lebih luas.
Acara penutupan di SDN Sukomulyo 4 menjadi akhir dari satu fase pengabdian, tetapi bukan akhir dari hubungan yang telah terjalin. Mahasiswa berharap nilai kebersamaan dan kolaborasi yang telah dibangun dapat terus berlanjut meskipun masa KKM telah usai.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa kembali ke kampus dengan perspektif baru tentang arti belajar dan mengabdi. Sebab pada akhirnya, KKM bukan hanya tentang apa yang diberikan kepada desa, tetapi juga tentang apa yang dipelajari dan dibawa pulang.