3 months ago

Bangun "Benteng" Empati di Sekolah: KKM PSGA UIN Malang Sosialisasikan Anti-Bullying di SRMP 14 Kota Batu Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Bangun "Benteng" Empati di Sekolah: KKM PSGA UIN Malang Sosialisasikan Anti-Bullying di SR

Header Image
SITI NAJAHATUL IMTIHAN

230301110087 • KKM Unggulan Pusat Studi Gender dan Anak • G.264

 



 



Membangun "Benteng" Empati di Sekolah: KKM PSGA UIN Malang Sosialisasikan Anti-Bullying di SRMP 14 Kota Batu



 



Kota Batu - Mahasiswa KKN Unggulan PSGA UIN Malang melaksanakan program kerja kedua, yaitu Sosialisasi Anti-Bullying dengan tema "Sekolah Aman, Aku Nyaman" di Sekolah Rakyat (SRMP) 14 Kota Batu pada Sabtu, 10 Januari 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula SRMP 14 Kota Batu ini dihadiri dengan antusias oleh seluruh siswa kelas VIL



 



Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman siswa mengenai definisi bullying, beserta contoh, dampak, dan langkah pencegahannya. Harapannya, siswa menumbuhkan sikap saling menghormati, menghargai, menyayangi, berempati, serta membudayakan perilaku untuk tidak mengejek, merendahkan, atau mengucilkan tem



 



merupakan persoalan serius dengan dampak negatif yang mendalam, baik secara psikologis, terhadap proses belajar, maupun terhadap kehidupan sosial di sekolah, sehingga dianggap sepele. disampaikan bahwa siswa tidak perlu ragu untuk melaporkan setiap perilaku tidak menyenangkan, baik yang dialami maupun disaksikan, kepada wali kelas, guru Bimb seling (BK), wali asuh, atau orang dewasa terpercaya lainnya. Dengan menekankan bahwa melapor adalah tindakan berani dan bertanggung jawab, diharapkan peserta didik menyadari enciptakan kenyamanan dan keamanan di sekolah adalah tanggung jawab bersama.



 



Untuk membuat sosialisasi lebih interaktif dan menyenangkan, mahas memperkenalkan Tepuk Aman dan Lagu Nyaman. Kedua kreasi ini berisi ajakan untuk tidak saling menyakiti, menghakimi, mencaci maki, serta menumbuhkan sikap saling menyayangi edaan. siswa tampak jelas sejak sesi hateri hingga rd interaktif, di mana mereka aktif berpartisipasi.



 



Bagi siswa SRMP, kegiatan ini berfungsi sebagai penguatan karakter positif dan keberanian untuk melapor ketika menyaksikan tindakan tidak baik. Bagi PSGA UIN Malang, program ini menjadi bentuk kontribusi nyata melalui pengabdian sekaligus wahana pengalaman bagi mahasiswa dalam menyusun dan menjalankan program edukatif. Sementara bagi Sekolah Rakyat 14 Kota Batu, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya iklim sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya.



 



Bagi mahasiswa KKN Unggulan Gentara 264, momen ini menjadi kesempatan penting untuk berbagi ilm anti-bullying. Melal mereka



 



berharap nilai-nilai positif tidak hanya dipahami, tetapi jus oraktikkan dalam kebiasaan sehari-hari, sehingga siswa dapat tumbuh sebagai gener empati, bertanggung jawab, dan penyayang.



 



Sebagai saran ke depan, program serupa dapat lebih dua langkah praktis membuat dan menyebarkar entang tata cara melapor dan saluran bantuan anti-bullying yang ditempatkan strategis di sekolah. Kedua, mengadakan sesi rutin (misalnya setiap a ceramah singkat, diskusi kelompok, atau pemutaran video inspiratif untuk terus mengingatkan memperkuat pesan anti-bullying di kalangan siswa. Dengan cara ini, pemahaman yang telah dibangun dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari budava sekolah sehari-hari.