4 months ago

Bekal Mengantar Kepulangan : Mahasiswa KKM 121 UIN Malang Gelar Pelatihan Pemula Sarana Jenazah di Masjid At-Taqwa

Header Image
AHMAD ZIDNEY MUBAROK AS-SHOHIBIY

230401110043 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.121

Majelis Dhuha Spesial berupa Pelatihan Pemula Sarana Jenazah dengan tema “Fardhu Kifayah: Bekal Mengantar Kepulangan” telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKM Kelompok 121 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pada Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi keagamaan yang aplikatif bagi masyarakat, khususnya dalam memahami kewajiban fardhu kifayah yang kerap dianggap berat dan hanya dikuasai oleh segelintir orang.



Pelatihan berlangsung di lingkungan Masjid At-Taqwa, Perumahan Bumi Tunggulwulung Indah, Kota Malang. Sejak pagi hari, suasana masjid tampak lebih ramai dari biasanya. Warga dari berbagai kalangan, baik pengurus masjid, jamaah rutin, hingga masyarakat sekitar, hadir dengan antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Kehadiran mereka mencerminkan besarnya kebutuhan akan pemahaman yang benar mengenai perawatan jenazah sebagai bagian dari tanggung jawab sosial umat Islam.



Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Asep Hidayatullah sebagai pemateri utama. Selain dikenal sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Blimbing, beliau juga merupakan Imam Masjid Sabilillah Kota Malang yang berpengalaman dalam pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Dalam pemaparannya, Ustadz Asep menjelaskan konsep dasar fardhu kifayah, mulai dari pengertian, hukum, hingga urgensinya dalam kehidupan bermasyarakat.



Ia menekankan bahwa fardhu kifayah bukan sekadar kewajiban yang bisa diabaikan ketika sudah ada orang lain yang melaksanakannya. Menurutnya, pemahaman dan kesiapan setiap individu tetap diperlukan agar masyarakat tidak bergantung pada satu atau dua orang saja ketika menghadapi peristiwa kematian. “Mengurus jenazah adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Ketika kita memiliki ilmunya, maka kita telah menyiapkan diri untuk membantu sesama dengan cara yang benar dan penuh adab,” ujarnya.



Lebih lanjut, Ustadz Asep menjelaskan bahwa proses perawatan jenazah bukan hanya soal teknis memandikan, mengafani, atau menguburkan, tetapi juga menyangkut sikap batin, keikhlasan, serta penghormatan terakhir kepada seorang muslim. Setiap tahapan memiliki nilai ibadah yang besar jika dilakukan dengan niat dan tata cara yang sesuai dengan tuntunan syariat.



Rangkaian acara disusun secara sistematis dan mudah dipahami oleh peserta pemula. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari panitia, dilanjutkan dengan penyampaian materi inti mengenai fardhu kifayah dan tata cara dasar perawatan jenazah. Setelah itu, peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait berbagai kondisi yang sering ditemui di lapangan, seperti keterbatasan tenaga, peran keluarga, hingga kesalahan umum yang kerap terjadi karena kurangnya pengetahuan.



Untuk memperkuat pemahaman, panitia juga menyelenggarakan sesi praktik singkat sebagai pengenalan awal. Melalui sesi ini, peserta dapat melihat gambaran tahapan perawatan jenazah secara langsung, mulai dari persiapan hingga prinsip-prinsip dasar yang perlu diperhatikan. Sesi praktik ini membantu peserta memahami bahwa perawatan jenazah dapat dipelajari secara bertahap dan tidak selalu sesulit yang dibayangkan.



Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak di antara mereka yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman pribadi ketika menghadapi peristiwa kematian di lingkungan sekitar. Diskusi yang terbangun menunjukkan bahwa pelatihan ini menjawab kebutuhan nyata masyarakat, terutama bagi warga yang selama ini belum pernah terlibat langsung dalam proses perawatan jenazah.



Menjelang akhir acara, kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sarapan bersama antara panitia dan warga. Momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan masyarakat Masjid At-Taqwa. Suasana akrab yang terbangun mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ingin ditumbuhkan melalui kegiatan ini.



Ketua panitia dari KKM Kelompok 121 menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja keagamaan yang berfokus pada peningkatan literasi ibadah sosial di tengah masyarakat. Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi warga untuk lebih percaya diri dan siap melaksanakan kewajiban fardhu kifayah ketika dibutuhkan.



Melalui Majelis Dhuha Spesial ini, mahasiswa KKM Kelompok 121 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berupaya menghadirkan program pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan bekal nyata dan berkelanjutan. Dengan adanya pelatihan pemula sarana jenazah ini, diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan dasar dan kesiapan dalam mengantar kepulangan seorang muslim dengan cara yang benar, penuh penghormatan, serta bernilai ibadah.