MALANG (08-01/2026) – Masjid Annur kembali menunjukkan perannya bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat. Bekerja sama dengan IBRA Creative Studio, Masjid An-nur menggelar seminar inspiratif bertema "Menjadi Kreator Digital: Peluang Passive Income untuk Siapa Saja" yang ditujukan khusus bagi mahasiswa UIN Malang yang sedang menjalankan KKN. Tujuan acara ini guna membekali mahasiswa KKN dengan keterampilan ekonomi kreatif di era digital.
Hadir sebagai pemateri, CEO IBRA Creative Studio, Salman Al-Farizi yang kini memimpin perusahaan dibawah naungan PT Ibra Digitech International membagikan rahasia bagaimana mengubah ide kreatif menjadi aset digital bernilai dollar. IBRA dikenal sebagai studio yang berfokus pada penyediaan produk digital berkualitas tinggi untuk mempercepat proses desain para penggunanya secara global. Di hadapan mahasiswa KKN, Pak Salman menekankan pentingnya persistensi. Beliau bercerita bahwa kesuksesannya membangun IBRA hingga memiliki 50 karyawan saat ini diawali dengan penuh perjuangan.
"Dulu, produk digital yang saya buat tidak langsung laku. Perlu waktu berbulan-bulan tanpa ada penjualan sama sekali. Namun, konsistensi adalah kuncinya," ungkap Pak Salman. Ia memotivasi mahasiswa agar tidak cepat menyerah saat merintis karier sebagai kreator digital.
Dalam sesinya, Pak Salman menjelaskan bahwa saat ini IBRA fokus pada pembuatan desain grafis, animasi, infografis, hingga pembuatan font (typeface) yang modern dan kasual. Keunggulan utamanya adalah biaya produksi yang rendah namun bisa dijual berkali-kali secara global. Mahasiswa KKN 09-Karsa Nawasena UIN Malang juga dibekali kemampuan teknis untuk menjadi kontributor di platform internasional seperti Shutterstock. Platform ini menjadi salah satu pintu masuk bagi mahasiswa untuk mendapatkan pendapatan pasif dalam bentuk dollar meskipun masih disibukkan dengan kegiatan akademik.
Selain materi di dalam masjid, para peserta juga mendapatkan kesempatan istimewa untuk melakukan tour ke studio IBRA. Di sana, mahasiswa melihat langsung proses kerja profesional dalam pembuatan aset digital dan company branding. Tim KKN juga diajak melihat budaya kerja di IBRA yang menyeimbangkan sisi profesional dan spiritual. Setiap pagi, kegiatan di studio dimulai dengan mengaji bersama.
IBRA juga sangat terbuka bagi talenta muda melalui program magang (intern). Di studionya, terdapat pemisahan ruangan yang jelas antara karyawan tetap dan karyawan magang untuk menjaga fokus kerja. Uniknya, IBRA menerapkan sistem istirahat yang fleksibel bagi karyawan tetap agar tidak mengganggu kreativitas, sementara untuk peserta magang, jam istirahat ditetapkan secara teratur pada pukul 12.00-13.00 WIB.
Sebagai penutup, Pak Salman memberikan pesan kuat yang menjadi motto hidupnya: "Mulai aja dulu." Menurutnya, banyak seseorang yang terlalu lama berteori sehingga takut melangkah. Dengan berani memulai, pengalaman akan menjadi guru terbaik yang membentuk mentalitas pengusaha.