3 months ago

Belajar dari Masyarakat: Edukasi Kepatuhan Minum Obat Calon Jamaah Haji dengan Pendekatan Visual selama KKM

Header Image
ANISA RETNO PALUPI

230703110059 • KKM Unggulan Fakultatif • G.214

Pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi momen penting bagi saya untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat dan memahami permasalahan kesehatan yang nyata. Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama KKM adalah saat saya berkesempatan memberikan edukasi mengenai kepatuhan minum obat kepada calon jamaah haji, yaitu Ibu Mukti. Kegiatan ini tidak hanya menuntut pemahaman materi kesehatan, tetapi juga kemampuan berkomunikasi yang baik dan penuh empati. Ibu Mukti merupakan calon jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit diabetes melitus sehingga harus menjalani terapi obat secara rutin setiap hari. Kondisi tersebut membuat edukasi kepatuhan minum obat menjadi sangat penting untuk menunjang kesehatan beliau.



Dalam proses edukasi, saya menggunakan media poster sebagai sarana utama penyampaian informasi. Pemilihan media ini didasarkan pada adanya keterbatasan kemampuan baca tulis yang dialami oleh calon jamaah haji. Poster disusun dengan tampilan sederhana, menggunakan gambar dan warna yang mudah dipahami agar pesan kesehatan dapat diterima dengan baik. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya minum obat secara teratur, waktu penggunaan obat, serta dampak yang dapat terjadi apabila pengobatan tidak dijalankan sesuai anjuran. Penyampaian dilakukan secara santai namun terarah, sehingga suasana edukasi terasa nyaman dan tidak kaku.



Selain media poster, kami juga memberikan kotak obat yang telah dilabeli dengan warna-warna tertentu. Kotak obat ini dirancang untuk membantu Ibu Mukti dalam mengingat jadwal minum obat harian yang harus dijalani sebagai terapi diabetes melitus. Setiap warna pada kotak obat mewakili waktu minum obat yang berbeda, seperti pagi, siang, dan malam. Saya menjelaskan cara penggunaan kotak obat tersebut secara langsung sambil memberikan contoh agar mudah dipahami. Dengan adanya kotak obat berlabel warna, diharapkan beliau dapat lebih mandiri dan teratur dalam mengonsumsi obat.



Selama kegiatan berlangsung, terlihat bahwa pendekatan visual memberikan dampak yang positif. Ibu Mukti menunjukkan ketertarikan terhadap poster dan kotak obat yang digunakan, serta mampu memahami kembali penjelasan yang telah disampaikan. Interaksi yang terjadi berlangsung dua arah, di mana beliau juga menceritakan kebiasaan minum obat yang selama ini dilakukan. Hal ini membantu saya dalam menyesuaikan penjelasan agar lebih relevan dengan kondisi sehari-hari beliau. Pengalaman ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan akan lebih efektif apabila dilakukan dengan metode yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.



Melalui pengalaman ini, saya mendapatkan banyak pembelajaran berharga sebagai mahasiswa. Saya menyadari bahwa peran mahasiswa dalam kegiatan KKM tidak hanya sekadar menjalankan program, tetapi juga menjadi pendamping masyarakat dalam meningkatkan pemahaman kesehatan. Kreativitas dalam memilih media edukasi dan kepekaan terhadap kondisi sasaran menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Pengalaman mendampingi calon jamaah haji dalam memahami pentingnya kepatuhan minum obat memberikan kesan mendalam bagi saya. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa edukasi kesehatan yang sederhana namun tepat sasaran dapat memberikan dampak yang berarti.