3 months ago

Belajar Makna Sabar dan Ikhlas: Pengalaman Tak Terlupakan Mendampingi Calon Jemaah Haji Saat KKN

Header Image
ARIKATUL `AZZA

230703110133 • KKM Unggulan Fakultatif • G.231

Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi saya bukan sekadar program pengabdian masyarakat selama satu bulan. Ia berubah menjadi ruang belajar yang nyata, penuh cerita, dan sarat makna ketika saya mendapat kesempatan mendampingi calon jemaah haji. Awalnya saya mengira kegiatan ini hanya sebatas membantu administrasi dan edukasi kesehatan. Namun ternyata, di balik itu semua, tersimpan pelajaran hidup yang begitu dalam.



 



Setiap pertemuan bersama para calon jemaah haji selalu menghadirkan suasana yang hangat. Ada yang datang dengan semangat tinggi, ada pula yang membawa rasa cemas karena usia dan kondisi kesehatan. Di sinilah peran kami menjadi penting: mendampingi, memberikan edukasi mengenai persiapan kesehatan, membantu memahami prosedur keberangkatan, hingga memastikan mereka merasa tenang dan siap secara fisik maupun mental. Rasanya luar biasa bisa menjadi bagian kecil dari perjalanan besar mereka menuju Tanah Suci.



 



Yang paling membekas bagi saya adalah cerita-cerita perjuangan mereka. Ada yang menabung puluhan tahun, ada yang menunggu antrean begitu lama dengan penuh kesabaran. Mendengar kisah itu secara langsung membuat saya tersadar bahwa ibadah haji bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati. Saya belajar tentang arti kesabaran, ketekunan, dan keyakinan yang tak pernah padam.



 



Tak jarang kami juga berbagi tawa bersama saat sesi pendampingan berlangsung. Mulai dari latihan manasik sederhana, diskusi ringan tentang perlengkapan, hingga sesi tanya jawab yang penuh antusias. Momen-momen itulah yang membuat pengalaman KKN ini terasa hidup dan berwarna. Bagi saya pribadi, kegiatan ini bukan hanya tentang membantu, tetapi juga tentang tumbuh dan belajar menjadi pribadi yang lebih empati.



 



Pengalaman mendampingi calon jemaah haji selama KKN adalah salah satu bab paling berkesan dalam perjalanan akademik dan kehidupan saya. Ia mengajarkan bahwa pengabdian bukan hanya soal memberi, tetapi juga tentang menerima pelajaran berharga dari orang-orang yang kita dampingi. Dan saya percaya, setiap langkah kecil yang kami lakukan turut menjadi bagian dari langkah besar mereka menuju Baitullah.