Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 16.00 WIB menjadi saksi berakhirnya rangkaian Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Berdampak Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 7 mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang tergabung dalam kelompok 54 Sapta Cakrawijaya menutup kegiatan pengabdian mereka. Acara ini dihadiri oleh 25 peserta yakni santri, tenaga pendidik, serta pengasuh madrasah diniyah Tarbiyatul Athfal. Momen penutupan terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an, sehingga suasana berlangsung khidmat, tenang, dan sarat makna spiritual. Kehadiran momen ini memberi nuansa reflektif seolah mengingatkan bahwa ilmu yang dipelajari dan diajarkan memiliki nilai ibadah ketika diniatkan dengan ketulusan.
Acara diawali dengan sambutan perwakilan ketua kelompok KKM yang menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak Madrasah Tarbiyatul Athfal atas kesempatan belajar dan mengabdi yang telah diberikan. Dalam sambutannya, tersirat rasa terima kasih dan apresiasi besar kepada pihak madrasah atas penerimaan, bimbingan, serta ruang belajar yang telah diberikan selama pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa pengalaman selama KKM bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang belajar memaknai kesabaran, kebersamaan, dan ketulusan dalam proses pendidikan. Ungkapan tersebut disambut baik pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal, Ustadz Endik Hariyono menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya.
Pemutaran video dokumenter di tengah acara, menampilkan berbagai aktivitas mahasiswa selama berada di madrasah mulai dari proses pembelajaran hingga keseruan bersama para santri. Tayangan tersebut menghadirkan kembali momen kebersamaan yang sederhana namun bermakna. Di tengah suasana Nuzulul Qur’an, video tersebut dimaknai sebagai pengingat bahwa setiap proses kecil dalam pendidikan dapat menjadi bagian dari perjalanan kebaikan yang bernilai besar. Selanjutnya, mau’idhoh hasanah yang disampaikan pengasuh madrasah memberikan penguatan tentang pentingnya keikhlasan dalam menuntut dan mengajarkan ilmu selaras dengan makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan rahmat bagi umat manusia. Menurut beliau, kehadiran mahasiswa memberikan warna baru bagi para santri sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif dan menyenangkan. Beliau juga berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus terjaga meskipun masa KKM telah berakhir.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi salam perpisahan antara mahasiswa dan para santri. Meskipun sederhana, kegiatan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Para santri tampak antusias memberikan ucapan perpisahan kepada mahasiswa KKM yang selama ini telah mendampingi mereka dalam kegiatan belajar keagamaan. Suasana haru pun tidak dapat dihindari ketika mahasiswa dan santri saling bersalaman serta mengabadikan momen terakhir bersama.
Menanggapi kegiatan tersebut, dosen pembimbing lapangan Dr. Alam Aji Putra, M.Pd menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat pengabdian mahasiswa selama melaksanakan KKM di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal. Beliau menuturkan bahwa kegiatan pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program akademik, melainkan proses pembentukan karakter calon pendidik yang mampu hadir, berbaur, dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, suasana penutupan yang bertepatan dengan malam Nuzulul Qur’an menjadi simbol bahwa ilmu pengetahuan dan pengabdian harus berjalan beriringan dengan nilai spiritualitas dan keikhlasan.
Beliau juga berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama KKM dapat menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik maupun kehidupan sosial mereka di masa depan.