Desa Putukrejo — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 59 UIN Malang Kelompok Samudrawisesa turut berkontribusi dalam kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang rutin dilaksanakan di Desa Putukrejo. Kegiatan ini dilakukan melalui kerja sama langsung dengan para kader Posyandu sebagai bagian dari upaya mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.
Posyandu di Desa Putukrejo dilaksanakan secara rutin setiap pekan dengan lokasi yang bergilir di setiap dusun. Pola ini bertujuan agar seluruh masyarakat, khususnya ibu dan balita, dapat mengakses layanan kesehatan secara merata tanpa harus menempuh jarak yang jauh.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM 59 Samudrawisesa membantu berbagai proses pelayanan, mulai dari pendataan balita, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pendampingan orang tua selama proses pemeriksaan berlangsung. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu meringankan tugas para kader sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan Posyandu.
Salah satu fokus utama kegiatan Posyandu adalah pencegahan stunting. Melalui pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin, anak-anak yang berisiko atau terindikasi mengalami stunting dapat dideteksi lebih dini. Data tersebut kemudian dicatat sebagai dasar untuk tindak lanjut oleh tenaga kesehatan dan pihak terkait.
Selain pencegahan stunting, Posyandu juga menyediakan berbagai layanan kesehatan dasar, seperti pemberian imunisasi, vitamin, serta edukasi gizi kepada orang tua. Layanan ini bertujuan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan dan perlindungan kesehatan yang optimal sejak usia dini.
Kolaborasi antara mahasiswa KKM 59 Samudrawisesa dan kader Posyandu menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat. Para mahasiswa tidak hanya belajar langsung mengenai sistem pelayanan kesehatan di desa, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kalipare.
Melalui keterlibatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Posyandu sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang anak semakin meningkat, sehingga upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.