KKM Kelompok 177 mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir di Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Selama masa pengabdian, mahasiswa tidak hanya datang membawa program, tetapi juga berusaha menyatu dengan kehidupan warga, mendengar, memahami, dan bergerak bersama untuk menjawab kebutuhan yang ada di tengah masyarakat.
Berangkat dari semangat pemberdayaan, KKM Kelompok 177 merancang berbagai program kerja yang berorientasi pada kemajuan sosial, pendidikan, dan keagamaan masyarakat Desa Sukomulyo. Salah satu program unggulan yang menjadi fokus utama adalah edukasi mengenai permasalahan pernikahan dini, yang masih menjadi isu sensitif namun penting untuk dibahas. Edukasi ini disampaikan dengan pendekatan persuasif dan edukatif, menekankan dampak pernikahan dini dari berbagai aspek, seperti kesehatan reproduksi, kesiapan mental dan emosional, pendidikan, serta masa depan ekonomi keluarga. Melalui diskusi dan penyampaian materi yang sederhana, masyarakat diajak untuk memahami bahwa pernikahan bukan sekadar kesiapan usia, tetapi juga kesiapan mental, pengetahuan, dan tanggung jawab. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif agar masyarakat lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait pernikahan.
Selain itu, KKM Kelompok 177 juga memberikan edukasi mengenai parenting orang tua. Program ini dilaksanakan melalui dua kali kegiatan sosialisasi yang berkolaborasi dengan Posyandu serta dilanjutkan dengan pemberian pemahaman kepada wali murid TPQ Al-Qodar. Melalui kegiatan ini, para orang tua diajak untuk memahami peran penting keluarga dalam tumbuh kembang anak, baik dari aspek emosional, pendidikan, maupun pembentukan karakter. Edukasi parenting ini memberikan manfaat nyata, di antaranya meningkatnya kesadaran orang tua tentang pola asuh yang lebih positif, komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak, serta pentingnya pendampingan belajar dan ibadah sejak usia dini.
Di bidang pendidikan, KKM Kelompok 177 turut aktif mendukung program yang berkolaborasi dengan sekolah. Mahasiswa terlibat dalam kegiatan Adiwiyata sebagai upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Selain itu, mahasiswa juga berperan langsung dalam kegiatan mengajar di sekolah, membuka bimbingan belajar (bimbel) bagi siswa, serta menciptakan ruang pengembangan diri bagi anak-anak dan remaja dengan menggali bakat terpendam. Melalui pelatihan menyanyi, menjadi MC, menari, hingga desain poster, anak-anak Desa Sukomulyo diberi kesempatan untuk mengenali potensi diri, meningkatkan rasa percaya diri, dan menyalurkan kreativitas secara positif.
Tidak hanya berhenti di ranah pendidikan formal, KKM Kelompok 177 juga aktif dalam program keagamaan desa. Mahasiswa bekerja sama dengan empat TPQ untuk membantu kegiatan mengajar, mulai dari membaca Al-Qur’an, hafalan doa, hingga pembinaan akhlak. Kehadiran mahasiswa di TPQ memberikan tambahan tenaga pengajar sekaligus menghadirkan suasana belajar yang lebih variatif dan menyenangkan bagi santri.
Salah satu program keagamaan yang menjadi perhatian khusus adalah peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Dalam kegiatan ini, KKM Kelompok 177 berkontribusi dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pendampingan acara. Mahasiswa membantu penyusunan rangkaian acara, mendampingi anak-anak dalam penampilan keagamaan, serta menyampaikan pesan-pesan hikmah Isra’ Mi’raj dengan bahasa yang mudah dipahami. Dampak dari kegiatan ini tidak hanya terlihat dari kelancaran acara, tetapi juga dari meningkatnya antusiasme masyarakat, terutama anak-anak, dalam mengikuti kegiatan keagamaan serta memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
Selain program-program tersebut, program kemasyarakatan menjadi bagian penting dari pengabdian KKM Kelompok 177. Mahasiswa aktif membaur dengan masyarakat melalui keterlibatan dalam kegiatan gotong royong, kerja bakti lingkungan, menghadiri kegiatan sosial warga, serta membantu berbagai aktivitas desa sesuai kebutuhan. Interaksi sehari-hari dengan masyarakat, baik dalam kegiatan formal maupun nonformal, mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan warga. Kehadiran mahasiswa tidak hanya dirasakan sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra dan keluarga baru bagi masyarakat Desa Sukomulyo.
Melalui pembauran ini, tercipta rasa kebersamaan, kepercayaan, dan solidaritas sosial yang kuat. Mahasiswa memperoleh pembelajaran langsung tentang nilai gotong royong dan kearifan lokal, sementara masyarakat merasakan manfaat dari kehadiran mahasiswa yang siap membantu dan berkontribusi. Program kemasyarakatan ini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan seluruh program KKM yang dijalankan.
Secara keseluruhan, KKM Kelompok 177 tidak hanya menghadirkan program kerja, tetapi juga berupaya meninggalkan jejak kebermanfaatan. Setiap kegiatan dirancang untuk memberi dampak berkelanjutan, baik dalam peningkatan pengetahuan, perubahan sikap, maupun penguatan nilai-nilai sosial dan keagamaan. Pengabdian ini menjadi proses belajar bersama, di mana mahasiswa dan masyarakat tumbuh berdampingan, saling menguatkan, dan bergerak menuju Desa Sukomulyo yang lebih berdaya.