3 months ago

Bijak Bermedia Sosial di Era Digital: Upaya Mahasiswa KKM UIN Malang Meningkatkan Kesadaran Diri di Tengah Quarter Life Crisis

Header Image
HANUM AMANDA MAHFUD

230401110079 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan talkshow bertema “Bijak Bermedia Sosial di Era Digital: Upaya Meningkatkan Kesadaran Diri di Tengah Quarter Life Crisis” pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh santri Pondok Pesantren An-Najiyah 2 dan Ummu Zainab An-Najiyah 2 sebagai audiens utama. Talkshow ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada penguatan literasi digital dan kesehatan mental santri di era modern.



Kegiatan talkshow ini dilatarbelakangi oleh semakin masifnya penggunaan media sosial di kalangan remaja dan generasi muda, termasuk santri. Media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, sumber informasi, serta media pembentukan identitas diri. Namun, disisi lain, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kecanduan digital, perbandingan sosial berlebihan, penurunan kepercayaan diri, hingga tekanan psikologis yang berujung pada kecemasan dan kebingungan dalam menentukan arah masa depan atau yang dikenal dengan istilah Quarter Life Crisis.



Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM UIN Malang berinisiatif menyelenggarakan talkshow edukatif sebagai ruang dialog dan refleksi bagi santri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri (self-awareness) santri, menanamkan sikap bijak dalam bermedia sosial, serta membekali santri dengan pemahaman dasar terkait kesehatan mental agar mampu menghadapi tantangan di era digital secara positif dan bertanggung jawab.



Talkshow ini menghadirkan dua pemateri yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Pemateri pertama, Bapak Badrus Zaman, S.Kom., M.Sc., dosen Universitas Airlangga (UNAIR), menyampaikan materi mengenai bijak bermedia sosial. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya literasi digital sebagai kemampuan dasar yang harus dimiliki generasi muda. Santri diajak untuk memahami etika bermedia sosial, mengenali dampak positif dan negatif konten digital, serta mampu menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh hoax, ujaran kebencian, maupun konten yang bertentangan dengan nilai moral dan keislaman.



Pemateri kedua, Bapak Abdul Hamid Cholili, M.Psi., Psikolog, dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menyampaikan materi mengenai Quarter Life Crisis dari perspektif psikologi. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa perasaan cemas, bingung, dan khawatir terhadap masa depan merupakan fase yang wajar dialami oleh remaja dan generasi muda. Namun, kondisi tersebut perlu dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi masalah psikologis yang lebih serius. Santri diajak untuk mengenali potensi diri, memahami emosi, serta membangun kesadaran diri sebagai langkah awal dalam menjaga kesehatan mental.



Pelaksanaan talkshow dikemas secara komunikatif dan interaktif melalui pemaparan materi, diskusi terbuka, serta sesi tanya jawab. Santri menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari keaktifan santri dalam mengajukan pertanyaan, maupun menyampaikan pendapat. Antusiasme tersebut mencerminkan bahwa topik yang diangkat sangat relevan dan dekat dengan realitas kehidupan santri saat ini.



Mahasiswa KKM UIN Malang berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi santri Pondok Pesantren An-Najiyah 2 dan Ummu Zainab An-Najiyah 2. Melalui talkshow ini, santri diharapkan mampu menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Selain itu, santri diharapkan memiliki kesadaran diri yang lebih baik dalam menghadapi tekanan psikologis, sehingga mampu menjalani proses perkembangan diri dengan lebih sehat dan seimbang.



Kegiatan talkshow ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung pengembangan karakter, literasi digital, dan kesehatan mental santri di lingkungan pesantren. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKM tidak hanya menjalankan kewajiban pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menghadirkan kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan generasi muda di era digital. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai upaya menciptakan generasi santri yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, serta berakhlak mulia.



 


3 months ago

Bijak Bermedia Sosial di Era Digital: Upaya Mahasiswa KKM UIN Malang Meningkatkan Kesadaran Diri di Tengah Quarter Life Crisis

Header Image
HANUM AMANDA MAHFUD

230401110079 • KKM Unggulan Fakultatif • G.254

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan talkshow bertajuk “Bijak Bermedia Sosial di Era Digital: Upaya Meningkatkan Kesadaran Diri di Tengah Krisis Kehidupan” pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh santri Pondok Pesantren An-Najiyah 2 dan Ummu Zainab An-Najiyah 2 sebagai audiens utama. Talkshow ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang fokus pada penguatan literasi digital dan kesehatan mental santri di era modern.



Kegiatan talkshow ini dilatarbelakangi oleh semakin masifnya penggunaan media sosial di kalangan remaja dan generasi muda, termasuk santri. Media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, sumber informasi, serta media pembentukan identitas diri. Namun di sisi lain, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kecanduan digital, pengukuran sosial berlebihan, penurunan kepercayaan diri, hingga tekanan psikologis yang berakhir pada kecemasan dan kebingungan dalam menentukan arah masa depan atau yang dikenal dengan istilah Quarter Life Crisis .



Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM UIN Malang berinisiatif menyelenggarakan talkshow edukatif sebagai ruang dialog dan refleksi bagi santri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri ( self-awareness ) santri, menanamkan sikap bijak dalam bermedia sosial, serta membekali santri dengan pemahaman dasar terkait kesehatan mental agar mampu menghadapi tantangan di era digital secara positif dan bertanggung jawab.



Talkshow ini menghadirkan dua pemateri yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Pemateri pertama, Bapak Badrus Zaman, S.Kom., M.Si . , dosen Universitas Airlangga (UNAIR), menyampaikan materi mengenai bijak bermedia sosial. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya literasi digital sebagai kemampuan dasar yang harus dimiliki generasi muda. Santri diajak untuk memahami etika bermedia sosial, mengenali dampak positif dan negatif konten digital, serta mampu menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh hoax, kebencian, maupun konten yang bertentangan dengan nilai moral dan keislaman.



Pemateri kedua, Bapak Abdul Hamid Cholili, M.Psi., Psikolog, dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menyampaikan materi mengenai Quarter Life Crisis dari perspektif psikologi. Dalam pengungkapannya, beliau menjelaskan bahwa perasaan cemas, bingung, dan khawatir terhadap masa depan merupakan fase yang wajar dialami oleh remaja dan generasi muda. Namun kondisi tersebut perlu dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi masalah psikologis yang lebih serius. Santri diajak untuk mengenali potensi diri, memahami emosi, serta membangun kesadaran diri sebagai langkah awal dalam menjaga kesehatan mental.



Pelaksanaan talkshow dikemas secara komunikatif dan interaktif melalui pemaparan materi, diskusi terbuka, serta sesi tanya jawab. Santri menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari keaktifan santri dalam mengajukan pertanyaan, maupun menyampaikan pendapat. Antusiasme tersebut mencerminkan bahwa topik yang diangkat sangat relevan dan dekat dengan realita kehidupan santri saat ini.



Mahasiswa KKM UIN Malang berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi santri Pondok Pesantren An-Najiyah 2 dan Ummu Zainab An-Najiyah 2. Melalui talkshow ini, santri diharapkan mampu menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Selain itu, santri diharapkan memiliki kesadaran diri yang lebih baik dalam menghadapi tekanan psikologis, sehingga mampu menjalani proses perkembangan diri dengan lebih sehat dan seimbang.



Kegiatan talkshow ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung pengembangan karakter, literasi digital, dan kesehatan mental santri di lingkungan pesantren. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKM tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menghadirkan kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan generasi muda di era digital. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai upaya menciptakan generasi santri yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, serta berakhlak mulia.