Pendidikan tidak selalu tumbuh dari ruang kelas yang formal. Di Dusun Paras, Kecamatan Poncokusumo, semangat belajar justru hidup dari ruang-ruang sederhana seperti posko Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Selama masa pengabdian, Mahasiswa KKM Kelompok 129 berupaya menghadirkan program pendidikan yang dekat, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan anak-anak desa.
Salah satu program utama yang dijalankan adalah bimbingan belajar (bimbel) rutin yang dilaksanakan selama empat minggu. Kegiatan ini berlangsung setiap hari Jumat dengan total empat kali pertemuan. Pertemuan pertama diawali dengan pembukaan dan pengenalan program, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran Bahasa Arab, Matematika, dan Bahasa Inggris pada pertemuan-pertemuan berikutnya.
Antusiasme anak-anak Dusun Paras terlihat tidak hanya pada jadwal bimbel yang telah ditentukan. Di luar waktu tersebut, banyak anak yang datang ke posko KKM untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR), bertanya mengenai materi sekolah, atau sekadar belajar bersama mahasiswa KKM. Posko pun berfungsi sebagai ruang belajar alternatif yang hangat dan inklusif.
Selain fokus pada pendampingan belajar, mahasiswa KKM Kelompok 129 juga terlibat dalam kegiatan lomba cerdas cermat tingkat kecamatan. Program ini berawal dari inisiatif warga lokal yang menginginkan adanya kompetisi edukatif antar kelompok KKM se-Kecamatan Poncokusumo. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui kolaborasi lintas desa.
Lomba cerdas cermat ini diketuai oleh Achmad Musyafiq selaku Ketua Kelompok KKM Weningga Wirabhana Dusun Paras. Kepanitiaan lomba merupakan gabungan dari beberapa desa di Kecamatan Poncokusumo, mencerminkan semangat kerja sama dan kebersamaan antar mahasiswa KKM.
Kegiatan lomba dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di MI Al-Amin Wonorejo. Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan pertunjukan tari tradisional yang dibawakan oleh anak-anak Desa Wonorejo sebagai pembuka acara.
Lomba cerdas cermat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu babak penyisihan, semifinal, dan final. Peserta lomba berasal dari berbagai desa di Kecamatan Poncokusumo, antara lain Pandansari, Poncokusumo, Paras, Gubuk Klakah, Wringinanom, Ngadas, Wonorejo, dan beberapa desa lainnya.
Mahasiswa KKM Kelompok 129 dari Dusun Paras mengirimkan tiga tim delegasi. Dua tim harus terhenti pada babak penyisihan, sementara satu tim lainnya berhasil melaju hingga babak final dengan perolehan skor yang memuaskan. Pada babak final, tersisa tiga tim yang berasal dari Desa Pandansari, Wringinanom, dan Dusun Paras.
Hasil akhir lomba menetapkan Desa Wringinanom sebagai juara pertama sekaligus juara umum. Dusun Paras meraih juara kedua, sementara Desa Pandansari menempati posisi juara ketiga. Di sela-sela perlombaan, panitia juga menyisipkan pengenalan permainan tradisional sebagai upaya pelestarian budaya lokal dan penyegaran suasana.
Seluruh rangkaian kegiatan lomba cerdas cermat berlangsung dengan lancar dan tertib. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang serta penyerahan penghargaan kepada para peserta.
Melalui program bimbingan belajar dan partisipasi dalam lomba cerdas cermat ini, mahasiswa KKM Kelompok 129 tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berupaya meninggalkan jejak kontribusi nyata di tengah masyarakat. Dusun Paras menjadi saksi bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan warga dapat melahirkan ruang belajar yang hidup, kompetitif, dan penuh kebersamaan.