Sejuknya udara lereng Gunung Kawi menjadi saksi dimulainya perjalanan kelompok KKM 89 "Satyawara" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selama 40 hari di Dusun Kunci, Desa Kalisongo, kami tidak hanya datang untuk menjalankan tugas akademik, tetapi untuk belajar, berbagi, dan melebur bersama kearifan lokal warga.
Berikut adalah catatan perjalanan kami dalam merajut pengabdian:
1. Menghidupkan Spiritual di Fajar dan Senja
Sebagai mahasiswa UIN Malang, napas kegiatan kami tak lepas dari nilai pesantren. Setiap hari dimulai dengan One Day One Juz dan pembacaan Wirdul Lathif di Masjid Miftahul Jannah. Saat senja tiba, kami bersila bersama warga melantunkan Ratib Haddad dan mengikuti tradisi Tahlil serta Diba’ mingguan. Momen-momen inilah yang membangun kedekatan emosional terdalam antara kami dan warga.
2. Cahaya Pendidikan di Sekolah dan TPQ
Kami percaya pendidikan adalah investasi jangka panjang. Pengabdian kami bagi menjadi dua lini:
- Pendidikan Agama: Di TPQ Miftahul Jannah dan Darul Falah, kami mengajak santri belajar Bahasa Arab melalui lagu dan cerita nabi yang ceria.
- Sekolah Dasar: Di SDN 1, 2, dan 3 Kalisongo, kami hadir sebagai kakak sekaligus teman belajar. Mulai dari membantu di kelas hingga menata perpustakaan agar anak-anak lebih betah membaca.
3. Bergerak Bersama untuk Kesehatan
Kesehatan warga menjadi prioritas yang kami kawal melalui sinergi dengan kader PKK dan Posyandu.
- Edukasi & Senam: Kami menggelar penyuluhan kesehatan reproduksi bagi ibu-ibu, yang kemudian diimbangi dengan senam pagi yang energik di RW 03.
- Tumbuh Kembang: Membantu nakes di Posyandu memastikan pendataan dan pemberian vitamin bagi balita berjalan lancar dan cepat.
4. Semarak Isra Miraj: Puncak Kreativitas Santri
Salah satu momen paling berkesan adalah peringatan Isra Miraj. Kami mengadakan berbagai lomba islami, mulai dari lomba adzan hingga cerdas cermat, yang ditutup dengan pengajian akbar bersama Ustadz Ali Akbar bin Aqil, M.Pd.I. Melihat antusiasme warga adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami.
5. Warisan Fisik dan Digital untuk Desa
Sebagai kenang-kenangan yang nyata, kami meninggalkan beberapa jejak fisik di Dusun Kunci:
- Revitalisasi Balai RW: Membangun taman mini TOGA dan mading dokumentasi sebagai memori visual kegiatan desa.
- Infografis Desa: Kami mengolah data kependudukan manual menjadi visualisasi digital yang menarik. Kini, profil Desa Kalisongo bisa diakses lebih modern dan informatif oleh siapapun.
Sebuah Penutup
Bagi kami, Kalisongo bukan sekadar lokasi KKM, melainkan "kehidupan keluarga". Jejak kami mungkin kecil, namun cinta dan sambutan hangat warga Dusun Kunci akan selalu menetap dalam ingatan.
Terima kasih, Kalisongo. Pamit kami untuk kembali, namun doa kami akan selalu menyertai.
Penulis: Ahyina Hayatal Auliya - Desa Kalisongo 2026
App warga jika Anda mau.