2 months ago

Catatan KKM 89 Satyawara UIN Malang di Bumi Kalisongo

Header Image
YIK MUHAMMAD ABDULLAH

230301110109 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.89

Kalisongo, Dau, Malang - Sejuknya udara lereng Gunung Kawi menyambut kedatangan



rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 89 "Satyawara" dari



Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Kalisongo,



Kecamatan Dau. Dengan semangat integrasi sains dan agama, para mahasiswa yang



dikenal dengan julukan "Generasi Ulul Albab" ini memilih Dusun Kunci sebagai pusat



pergerakan pengabdian mereka. Selama 40 hari, mereka tidak hanya menjalankan tugas



akademik, tetapi merajut kedekatan emosional dengan warga melalui berbagai program



yang menyentuh pilar spiritual, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa.



Berikut adalah laporan mendalam mengenai rangkaian kegiatan yang telah mewarnai



pengabdian mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo.



1. Seremoni Pembukaan: Mengetuk Pintu dengan Adab



Pembukaan KKM UIN Malang kelompok 89 di Balai Desa Kalisongo



Langkah pertama dimulai dengan prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat di Balai



Desa Kalisongo. Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh agama, perwakilan



pemuda, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam sambutannya, Ketua



Koordinator Desa (Kordes) KKM 89 UIN Malang menekankan bahwa kehadiran mereka



bukan untuk menggurui, melainkan untuk belajar dari kearifan lokal warga.



Kepala Desa Kalisongo (yang diwakilkan oleh pengurus kepala bagian pelayanan



masyarakat) dalam sambutannya memberikan lampu hijau bagi para mahasiswa untuk



berinovasi. "Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa UIN Malang. Karakter



religiusnya sangat cocok dengan budaya di sini," ungkapnya. Acara ditutup dengan ketukan



palu sebanyak 3x sebagai simbol penerimaan dari pihak desa Kalisongo.



2. Gemuruh Fajar: One Day One Juz dan Wirdul Lathif



Kegiatan One Day One Juz dan pembacaan wirdul lathif



Selaras dengan identitas UIN Malang sebagai kampus pesantren, para mahasiswa



mengawali setiap hari dengan kegiatan spiritual. Setiap ba'da Subuh, Masjid Miftahul



Jannah di Dusun Kunci diramaikan dengan program One Day One Juz. Mahasiswa



bergantian melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an hingga khatam satu juz setiap harinya.



Tak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Wirdul Lathif, rangkaian dzikir



pagi karya Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan



ketenangan batin sebelum memulai aktivitas fisik. Warga Dusun Kunci pun merasa terkesan



dengan kedisiplinan mahasiswa dalam menjaga tradisi spiritual ini.



3. Keteduhan Maghrib melalui Ratib Haddad



Pembacaan ratib setelah maghrib



Membangun suasana religius yang konsisten, setiap setelah salat Maghrib berjamaah,



mahasiswa KKN mengadakan pembacaan Ratib Haddad. Tradisi ini diikuti secara antusias



oleh para jamaah setempat. Melalui lantunan doa dan permohonan perlindungan kepada



Allah SWT, tercipta ikatan batin yang kuat antara mahasiswa dan warga. Kegiatan ini juga



menjadi ruang diskusi santai antara mahasiswa dengan para sesepuh desa setelah wirid



selesai dilaksanakan.



4. Pelita di TPQ Miftahul Jannah dan Darul Falah



Bersama TPQ Miftahul Jannah



Sektor pendidikan keagamaan menjadi prioritas utama. Mahasiswa KKM 89 membagi tim



untuk mengajar di TPQ Miftahul Jannah dan TPQ Darul Falah. Selain membantu kelancaran



mengaji Al-Qur'an menggunakan metode Thoriqoti atau Iqra', para mahasiswa juga



memberikan materi Bahasa Arab Dasar.



Metode yang digunakan sangat interaktif, mulai dari bernyanyi kosa kata bahasa Arab,



hafalan do'a sehari-hari, tanya jawab pengetahuan Islam, hingga bercerita kisah para Nabi.



"Kakak-kakak dari UIN Malang sangat sabar. Belajar Bahasa Arab jadi terasa seperti



bermain," ujar salah satu santri. Kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi para



pengajar tetap di TPQ dalam mengelola kelas yang lebih ceria.



Bersama TPQ Darul Falah



5. Mengabdi di Bangku Sekolah: SDN 1, 2, dan 3 Kalisongo



Dedikasi pendidikan meluas hingga ke sekolah formal. Mahasiswa KKM terjun langsung



membantu proses belajar mengajar di SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Kalisongo. Di sini, mereka



tidak hanya menjadi pengajar bantu untuk mata pelajaran umum, tetapi juga menjadi teman



main bagi anak-anak.



Mahasiswa membantu kelas kreativitas, membantu penataan perpustakaan, hingga



memberikan bimbingan belajar tambahan bagi siswa yang kesulitan. Pendekatan personal



yang dilakukan mahasiswa membuat mereka sangat akrab dengan para siswa, bahkan di



jam istirahat pun mahasiswa sering menjadi teman bermain sekaligus bercerita bagi



anak-anak SD tersebut.



Foto bersama SDN 1 Kalisongo



Foto Bersama SDN 2 Kalisongo



Foto bersama SDN 3 Kalisongo



6. Sinergi Kesehatan: Edukasi Reproduksi dan Senam PKK



Penyuluhan Pentingnya Kesehatan Reproduksi bersama Ibu-ibu PKK



Mahasiswa juga menaruh perhatian pada kesejahteraan kaum perempuan. Bekerja sama



dengan kader PKK, mahasiswa menyelenggarakan penyuluhan Kesehatan Reproduksi.



Materi ini dianggap penting untuk memberikan pemahaman mengenai deteksi dini penyakit



pada wanita dan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS).



Untuk mengimbangi materi teori, diadakan pula kegiatan senam bersama ibu-ibu RW 03



Dusun Kunci. Pada Minggu pagi, suasana Dusun Kunci pecah oleh semangat ibu-ibu yang



mengikuti gerakan senam energik yang dipandu oleh mahasiswa. Kegiatan ini menjadi



sarana efektif untuk melepas penat sekaligus memperkuat kerukunan antarwarga.



Senaam bersama Ibu-Ibu RW 03



7. Melarut dalam Tradisi: Tahlil dan Diba' Mingguan



Kegiatan Tahlil RW 03



Kunci keberhasilan adaptasi mahasiswa KKM 89 adalah kemauan untuk "lebur" dalam adat



setempat. Mahasiswa secara rutin mengikuti kegiatan Tahlil Pembacaan Diba' bersama



Bapak/ibu serta pemuda-pemudi desa setiap minggunya. Kehadiran mereka yang mampu



memimpin tahlil atau melantunkan shalawat dengan merdu mendapat apresiasi tinggi. Hal



ini membuktikan bahwa mahasiswa UIN Malang mampu menyeimbangkan intelektualitas



dengan pengamalan amaliah keagamaan yang moderat.



8. Pendampingan Tumbuh Kembang di Posyandu



Kesehatan balita menjadi fokus dalam bantuan di Posyandu. Mahasiswa membantu tenaga



kesehatan desa dalam melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan,



serta pemberian vitamin. Mahasiswa juga membantu dalam proses administrasi pencatatan



data tumbuh kembang balita agar lebih rapi. Kehadiran mereka mempercepat pelayanan



Posyandu yang biasanya sangat ramai, sehingga para ibu tidak perlu mengantre terlalu



lama.



9. Semarak Isra Miraj: Dari Lomba hingga Malam Puncak



Malam Puncak Peringatan Isra Miraj di Masjid Miftahul Jannah



Salah satu tonggak sejarah kegiatan KKM ini adalah peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad



SAW. Mahasiswa mengorganisir berbagai perlombaan islami di Masjid Miftahul Jannah,



seperti lomba adzan, hafalan surat pendek, melipat mukena, cerdas cermat agama, dan



mewarnai.



Acara puncaknya berlangsung sangat meriah dengan Malam Puncak Peringatan Isra Miraj.



Seluruh warga Dusun Kunci berkumpul untuk mendengarkan ceramah agama dari Ustadz



Ali Akbar bin Aqil, M.Pd.I dan menyaksikan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba.



10. Bakti Lingkungan: Gotong Royong Membersihkan Dusun



Mahasiswa tidak segan untuk turun ke jalan dan selokan dalam kegiatan Gotong Royong.



Bersama warga Dusun Kunci, mereka membersihkan titik-titik penumpukan sampah,



merapikan tanaman liar di pinggir jalan, dan membersihkan fasilitas umum. Kegiatan ini



memperkuat nilai-nilai kerja sama dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai



bagian dari iman.



Kegiatan kerja bakti di area RT 04 dusun Kunci



11. Estetika Balai RW: Taman Mini dan Mading Dokumentasi



Sebagai kenang-kenangan fisik, mahasiswa KKM melakukan revitalisasi di Balai RW 03.



Mereka membangun sebuah taman mini yang diisi dengan tanaman hias dan tanaman obat



keluarga (TOGA) untuk mempercantik tampilan balai. Selain itu, dibuat pula Mading



(Majalah Dinding) yang berfungsi sebagai album kegiatan. Mading ini berisi foto-foto



keseruan kegiatan desa, sehingga setiap warga yang berkunjung ke Balai RW dapat melihat



kembali momen-momen kebersamaan yang telah dilalui.



Mading yang dipajang di balai RW 03 Dusun Kunci



12. Digitalisasi Desa: Pembuatan Infografis Kependudukan



Menutup rangkaian program kerja, mahasiswa KKM UIN Malang mempersembahkan



Infografis Desa. Data kependudukan yang sebelumnya hanya tersimpan dalam bentuk



berkas, kini diolah menjadi visualisasi data yang menarik dan informatif. Infografis ini



mencakup profil desa, sebaran usia penduduk, mata pencaharian, hingga potensi ekonomi



desa. Karya ini diserahkan kepada pihak desa untuk dipajang di kantor desa sebagai bentuk



modernisasi administrasi dan transparansi data desa Kalisongo. infografis ini juga tersedia



secara daring sehingga siapapun dapat bebas mengakses melalui tautan yang tersedia.



Halaman depan infografis desa Kalisongo



Pengabdian yang Tak Berakhir



Masa KKM mungkin memiliki batas waktu, namun jejak yang ditinggalkan mahasiswa UIN



Malang di Desa Kalisongo, khususnya Dusun Kunci, diharapkan akan terus membekas. Dari



masjid hingga sekolah, dari balai RW hingga gang-gang kecil dusun, setiap sudut Kalisongo



telah menjadi saksi bisu dedikasi para pejuang Ulul Albab.



Bagi mahasiswa, pengalaman ini adalah "pesantren kehidupan" yang sesungguhnya. Bagi



warga Kalisongo, kehadiran mereka adalah hembusan angin segar yang membawa ilmu



dan keceriaan. Selamat jalan, mahasiswa UIN Malang, terima kasih atas baktimu di Bumi



Kalisongo.



Penulis: KKM 89 Satyawara - Desa Kalisongo 2026.


2 months ago

Catatan KKM 89 Satyawara UIN Malang di Bumi Kalisongo

Header Image
MUHAMMAD HAKIM ABDILLAH

230605110175 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.89

Kalisongo, Dau, Malang - Sejuknya udara lereng Gunung Kawi menyambut kedatangan rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 89 "Satyawara" dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau. Dengan semangat integrasi sains dan agama, para mahasiswa yang dikenal dengan julukan "Generasi Ulul Albab" ini memilih Dusun Kunci sebagai pusat pergerakan pengabdian mereka. Selama 40 hari, mereka tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi merajut kedekatan emosional dengan warga melalui berbagai program yang menyentuh pilar spiritual, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa. 



 



Berikut adalah laporan mendalam mengenai rangkaian kegiatan yang telah mewarnai pengabdian mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo.



 



1. Seremoni Pembukaan: Mengetuk Pintu dengan Adab



 



Pembukaan KKM UIN Malang kelompok 89 di Balai Desa Kalisongo



 



Langkah pertama dimulai dengan prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat di Balai Desa Kalisongo. Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh agama, perwakilan pemuda, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam sambutannya, Ketua Koordinator Desa (Kordes) KKM 89 UIN Malang menekankan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menggurui, melainkan untuk belajar dari kearifan lokal warga.



 



Kepala Desa Kalisongo (yang diwakilkan oleh pengurus kepala bagian pelayanan masyarakat) dalam sambutannya memberikan lampu hijau bagi para mahasiswa untuk berinovasi. "Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa UIN Malang. Karakter religiusnya sangat cocok dengan budaya di sini," ungkapnya. Acara ditutup dengan ketukan palu sebanyak 3x sebagai simbol penerimaan dari pihak desa Kalisongo.



 



2. Gemuruh Fajar: One Day One Juz dan Wirdul Lathif



 



Kegiatan One Day One Juz dan pembacaan wirdul lathif



Selaras dengan identitas UIN Malang sebagai kampus pesantren, para mahasiswa mengawali setiap hari dengan kegiatan spiritual. Setiap ba'da Subuh, Masjid Miftahul Jannah di Dusun Kunci diramaikan dengan program One Day One Juz. Mahasiswa bergantian melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an hingga khatam satu juz setiap harinya.



 



Tak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Wirdul Lathif, rangkaian dzikir pagi karya Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ketenangan batin sebelum memulai aktivitas fisik. Warga Dusun Kunci pun merasa terkesan dengan kedisiplinan mahasiswa dalam menjaga tradisi spiritual ini.



 



3. Keteduhan Maghrib melalui Ratib Haddad



 



Pembacaan ratib setelah maghrib



Membangun suasana religius yang konsisten, setiap setelah salat Maghrib berjamaah, mahasiswa KKN mengadakan pembacaan Ratib Haddad. Tradisi ini diikuti secara antusias oleh para jamaah setempat. Melalui lantunan doa dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT, tercipta ikatan batin yang kuat antara mahasiswa dan warga. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi santai antara mahasiswa dengan para sesepuh desa setelah wirid selesai dilaksanakan.



 



4. Pelita di TPQ Miftahul Jannah dan Darul Falah



 



Bersama TPQ Miftahul Jannah



 



Sektor pendidikan keagamaan menjadi prioritas utama. Mahasiswa KKM 89 membagi tim untuk mengajar di TPQ Miftahul Jannah dan TPQ Darul Falah. Selain membantu kelancaran mengaji Al-Qur'an menggunakan metode Thoriqoti atau Iqra', para mahasiswa juga memberikan materi Bahasa Arab Dasar.



 



Metode yang digunakan sangat interaktif, mulai dari bernyanyi kosa kata bahasa Arab, hafalan do'a sehari-hari, tanya jawab pengetahuan Islam, hingga bercerita kisah para Nabi. "Kakak-kakak dari UIN Malang sangat sabar. Belajar Bahasa Arab jadi terasa seperti bermain," ujar salah satu santri. Kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi para pengajar tetap di TPQ dalam mengelola kelas yang lebih ceria.



 



Bersama TPQ Darul Falah



 



5. Mengabdi di Bangku Sekolah: SDN 1, 2, dan 3 Kalisongo



 



Dedikasi pendidikan meluas hingga ke sekolah formal. Mahasiswa KKM terjun langsung membantu proses belajar mengajar di SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Kalisongo. Di sini, mereka tidak hanya menjadi pengajar bantu untuk mata pelajaran umum, tetapi juga menjadi teman main bagi anak-anak.



 



Mahasiswa membantu kelas kreativitas, membantu penataan perpustakaan, hingga memberikan bimbingan belajar tambahan bagi siswa yang kesulitan. Pendekatan personal yang dilakukan mahasiswa membuat mereka sangat akrab dengan para siswa, bahkan di jam istirahat pun mahasiswa sering menjadi teman bermain sekaligus bercerita bagi anak-anak SD tersebut.



 



Foto bersama SDN 1 Kalisongo



 



Foto Bersama SDN 2 Kalisongo



 



Foto bersama SDN 3 Kalisongo



 



6. Sinergi Kesehatan: Edukasi Reproduksi dan Senam PKK



 



Penyuluhan Pentingnya Kesehatan Reproduksi bersama Ibu-ibu PKK



 



Mahasiswa juga menaruh perhatian pada kesejahteraan kaum perempuan. Bekerja sama dengan kader PKK, mahasiswa menyelenggarakan penyuluhan Kesehatan Reproduksi. Materi ini dianggap penting untuk memberikan pemahaman mengenai deteksi dini penyakit pada wanita dan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS).



 



Untuk mengimbangi materi teori, diadakan pula kegiatan senam bersama ibu-ibu RW 03 Dusun Kunci. Pada Minggu pagi, suasana Dusun Kunci pecah oleh semangat ibu-ibu yang mengikuti gerakan senam energik yang dipandu oleh mahasiswa. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk melepas penat sekaligus memperkuat kerukunan antarwarga.



 



Senaam bersama Ibu-Ibu RW 03



 



7. Melarut dalam Tradisi: Tahlil dan Diba' Mingguan



 



Kegiatan Tahlil RW 03



 



Kunci keberhasilan adaptasi mahasiswa KKM 89 adalah kemauan untuk "lebur" dalam adat setempat. Mahasiswa secara rutin mengikuti kegiatan Tahlil Pembacaan Diba' bersama Bapak/ibu serta pemuda-pemudi desa setiap minggunya. Kehadiran mereka yang mampu memimpin tahlil atau melantunkan shalawat dengan merdu mendapat apresiasi tinggi. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa UIN Malang mampu menyeimbangkan intelektualitas dengan pengamalan amaliah keagamaan yang moderat.



 



8. Pendampingan Tumbuh Kembang di Posyandu



 



Kesehatan balita menjadi fokus dalam bantuan di Posyandu. Mahasiswa membantu tenaga kesehatan desa dalam melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian vitamin. Mahasiswa juga membantu dalam proses administrasi pencatatan data tumbuh kembang balita agar lebih rapi. Kehadiran mereka mempercepat pelayanan Posyandu yang biasanya sangat ramai, sehingga para ibu tidak perlu mengantre terlalu lama.



 



9. Semarak Isra Miraj: Dari Lomba hingga Malam Puncak



 



Malam Puncak Peringatan Isra Miraj di Masjid Miftahul Jannah



Salah satu tonggak sejarah kegiatan KKM ini adalah peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Mahasiswa mengorganisir berbagai perlombaan islami di Masjid Miftahul Jannah, seperti lomba adzan, hafalan surat pendek, melipat mukena, cerdas cermat agama, dan mewarnai.



 



Acara puncaknya berlangsung sangat meriah dengan Malam Puncak Peringatan Isra Miraj. Seluruh warga Dusun Kunci berkumpul untuk mendengarkan ceramah agama dari Ustadz Ali Akbar bin Aqil, M.Pd.I dan menyaksikan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba. 



 



10. Bakti Lingkungan: Gotong Royong Membersihkan Dusun



 



Mahasiswa tidak segan untuk turun ke jalan dan selokan dalam kegiatan Gotong Royong. Bersama warga Dusun Kunci, mereka membersihkan titik-titik penumpukan sampah, merapikan tanaman liar di pinggir jalan, dan membersihkan fasilitas umum. Kegiatan ini memperkuat nilai-nilai kerja sama dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari iman.



 



Kegiatan kerja bakti di area RT 04 dusun Kunci



 



11. Estetika Balai RW: Taman Mini dan Mading Dokumentasi



 



Sebagai kenang-kenangan fisik, mahasiswa KKM melakukan revitalisasi di Balai RW 03. Mereka membangun sebuah taman mini yang diisi dengan tanaman hias dan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mempercantik tampilan balai. Selain itu, dibuat pula Mading (Majalah Dinding) yang berfungsi sebagai album kegiatan. Mading ini berisi foto-foto keseruan kegiatan desa, sehingga setiap warga yang berkunjung ke Balai RW dapat melihat kembali momen-momen kebersamaan yang telah dilalui.



 



Mading yang dipajang di balai RW 03 Dusun Kunci



 



12. Digitalisasi Desa: Pembuatan Infografis Kependudukan



 



Menutup rangkaian program kerja, mahasiswa KKM UIN Malang mempersembahkan Infografis Desa. Data kependudukan yang sebelumnya hanya tersimpan dalam bentuk berkas, kini diolah menjadi visualisasi data yang menarik dan informatif. Infografis ini mencakup profil desa, sebaran usia penduduk, mata pencaharian, hingga potensi ekonomi desa. Karya ini diserahkan kepada pihak desa untuk dipajang di kantor desa sebagai bentuk modernisasi administrasi dan transparansi data desa Kalisongo. infografis ini juga tersedia secara daring sehingga siapapun dapat bebas mengakses melalui tautan yang tersedia.



 



Halaman depan infografis desa Kalisongo



 



Pengabdian yang Tak Berakhir



 



Masa KKM mungkin memiliki batas waktu, namun jejak yang ditinggalkan mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo, khususnya Dusun Kunci, diharapkan akan terus membekas. Dari masjid hingga sekolah, dari balai RW hingga gang-gang kecil dusun, setiap sudut Kalisongo telah menjadi saksi bisu dedikasi para pejuang Ulul Albab.



 



Bagi mahasiswa, pengalaman ini adalah "pesantren kehidupan" yang sesungguhnya. Bagi warga Kalisongo, kehadiran mereka adalah hembusan angin segar yang membawa ilmu dan keceriaan. Selamat jalan, mahasiswa UIN Malang, terima kasih atas baktimu di Bumi Kalisongo.



 



Penulis:  KKM 89 Satyawara - Desa Kalisongo 2026.