3 months ago

Dalilul Khoirot sebagai Media Penguatan Nilai Sosial dalam Pelaksanaan KKM Kelompok 33 di Dusun Lesti

Header Image
AINUN NURUR ROHMATUL MUFLICH

230604110043 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.33

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja formal, tetapi juga pada proses pembelajaran sosial dan spiritual. Melalui KKM, mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga memperoleh pengalaman nyata dalam memahami dinamika kehidupan sosial. Pengalaman tersebut dirasakan oleh mahasiswa KKM Kelompok 33 selama melaksanakan pengabdian di Dusun Lesti, salah satunya melalui partisipasi dalam kegiatan keagamaan masyarakat berupa tahlilan.



Tahlilan merupakan kegiatan doa bersama yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi warga yang telah meninggal dunia. Rangkaian kegiatan ini meliputi pembacaan tahlil, shalawat, ayat-ayat Al-Qur’an, serta doa yang dipanjatkan secara berjamaah. Di Dusun Lesti, tahlilan memiliki peran yang lebih luas dari sekadar aktivitas keagamaan, yaitu sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga.



Keterlibatan mahasiswa KKM Kelompok 33 dalam kegiatan tahlilan menjadi sarana awal untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat setempat. Keikutsertaan dalam doa bersama, duduk berdampingan dengan warga, serta interaksi ringan setelah kegiatan berlangsung menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Melalui proses tersebut, mahasiswa memahami bahwa kemampuan berbaur dan membangun hubungan sosial yang baik merupakan faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan KKM.



Selain memberikan nilai sosial, kegiatan tahlilan juga memberikan dampak spiritual bagi mahasiswa. Di tengah padatnya agenda program kerja KKM, kegiatan ini menjadi momen refleksi diri mengenai makna kehidupan, pentingnya kepedulian terhadap sesama, serta nilai keikhlasan dalam berbuat. Tahlilan mengajarkan bahwa pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan yang berskala besar, melainkan juga melalui kehadiran, doa, dan empati kepada masyarakat.



Partisipasi mahasiswa KKM Kelompok 33 dalam tradisi tahlilan juga mencerminkan sikap menghargai budaya dan kearifan lokal yang berkembang di Dusun Lesti. Mahasiswa hadir bukan sebagai pihak yang mendominasi, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang belajar dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang ada. Sikap ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan warga selama masa pengabdian berlangsung.



Melalui kegiatan tahlilan, mahasiswa KKM menyadari bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk sederhana namun bermakna. Kebersamaan dalam doa dan kehadiran di tengah masyarakat menjadi media pembelajaran sosial dan spiritual yang memperkaya pengalaman KKM Kelompok 33 di Dusun Lesti.



Pada akhirnya, tahlilan tidak hanya berfungsi sebagai sarana mendoakan mereka yang telah berpulang, tetapi juga sebagai media penguatan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Bagi mahasiswa KKM Kelompok 33, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan sikap empati, kepekaan sosial, dan kesiapan untuk mengabdi di tengah masyarakat.