3 months ago

Dari Anak untuk Budaya: Pembelajaran Seni Tari oleh KKM Kelompok 5 Arunikanusa

Header Image
AHMAD MAULANA KHOLIL MUHAJIR M A.

230503110028 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.5

Kesenian tari tradisional merupakan salah satu wujud budaya yang berperan penting sebagai media ekspresi, pendidikan, dan pemersatu masyarakat. Salah satu bentuk kesenian yang perlu terus dilestarikan adalah seni tari tradisional, seperti Tari Kencana Wingka dan Tari Midat Midut. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Kelompok 5 Arunikanusa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berperan aktif dalam mengenalkan dan mengajarkan tarian ini kepada anak-anak sebagai upaya pelestarian budaya sejak usia dini.



Tari Kencana Wingka merupakan tarian tradisional yang memiliki gerakan anggun dan penuh makna, mencerminkan keindahan, kelembutan, serta nilai estetika budaya lokal. Sementara itu, Tari Midat Midut dikenal dengan gerakannya yang lincah dan ceria, sehingga sangat cocok diajarkan kepada anak-anak karena mampu menarik minat dan antusiasme mereka dalam belajar seni tari. Kedua tarian ini bukan hanya sekadar rangkaian gerak, tetapi juga mengandung pesan moral, nilai kebersamaan, serta rasa cinta terhadap budaya daerah.



Mengajarkan kesenian tari tradisional kepada anak-anak memiliki banyak manfaat. Pertama, seni tari membantu mengembangkan kreativitas, dan kepercayaan diri anak. Anak-anak belajar mengoordinasikan gerak tubuh, mengekspresikan diri, serta tampil di depan orang lain dengan percaya diri.



Kedua, pengenalan tari tradisional sejak dini dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya lokal. Di tengah derasnya pengaruh budaya modern dan globalisasi, anak-anak perlu dibekali pemahaman bahwa budaya daerah adalah identitas yang harus dijaga dan dilestarikan.



Ketiga, melalui proses latihan tari, anak-anak juga belajar nilai disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Mereka dilatih untuk mengikuti aturan gerak, menghargai teman, dan berlatih secara konsisten.



Kelompok 5 KKM Arunikanusa berperan sebagai fasilitator dan pendamping dalam proses pembelajaran tari. Dengan pendekatan yang ramah dan menyenangkan, mahasiswa KKM mengajarkan gerakan Tari Kencana Wingka dan Tari Midat Midut secara bertahap agar mudah dipahami oleh anak-anak.



Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi ruang interaksi positif antara mahasiswa dan masyarakat. Anak-anak terlihat antusias, bersemangat, dan menikmati setiap proses pembelajaran yang diberikan.



Melalui kegiatan ini, anak-anak menjadi lebih mengenal kesenian dan budaya yang ada di Negaranya sendiri. Mereka tidak hanya mampu menirukan gerakan tari, tetapi juga memahami bahwa tarian tersebut adalah bagian dari budaya yang patut dijaga. Selain itu, kegiatan ini turut menghidupkan kembali kesenian tradisional di lingkungan masyarakat dan membuka peluang agar seni tari terus diwariskan ke generasi berikutnya.



Mengajarkan Tari Kencana Wingka dan Tari Midat Midut kepada anak-anak merupakan langkah nyata dalam melestarikan budaya lokal. Kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok 5 KKM Arunikanusa menunjukkan bahwa peran mahasiswa sangat penting dalam menjaga dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kesenian daerah. Dengan menanamkan nilai budaya sejak dini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan bangga terhadap warisan budaya bangsa.