Kopi sering jadi teman setia mahasiswa saat mengerjakan tugas atau begadang. Namun, melalui kegiatan KKM Kelompok 73 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kami belajar bahwa kopi memiliki perjalanan panjang sebelum akhirnya tersaji di cangkir.
Dalam rangkaian program KKM, kami melakukan kunjungan edukatif ke Kebun Kopi KRPL di Desa Sumberdem. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengenalan dan penguatan potensi lokal desa, sekaligus sebagai sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa di luar ruang kelas.
Kegiatan diawali dengan pengenalan tahap pembibitan kopi. Kami belajar mulai dari pemilihan biji kopi yang berkualitas, proses penyemaian, hingga perawatan bibit agar siap ditanam. Dari tahap awal ini, kami memahami bahwa kualitas kopi sangat ditentukan sejak proses pembibitan, bukan hanya saat panen.
Selanjutnya, kami diajak berkeliling kebun untuk melihat langsung proses penanaman dan perawatan tanaman kopi. Warga Kampung KRPL menjelaskan cara pemupukan, pengendalian hama, serta pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam pengelolaan kebun. Proses ini menunjukkan bagaimana pengetahuan lokal dan pengalaman warga berperan besar dalam menjaga kualitas hasil panen.
Pembelajaran berlanjut hingga proses panen dan pascapanen. Kami mempelajari cara menentukan buah kopi yang sudah matang, teknik panen yang tepat, hingga proses pengeringan dan penyortiran biji kopi agar siap dijual. Tahapan ini membuka wawasan kami bahwa kopi yang memiliki nilai jual tinggi membutuhkan ketelitian dan konsistensi dalam setiap prosesnya.
Melalui kegiatan ini, kebun kopi KRPL Desa Sumberdem tidak hanya berfungsi sebagai lahan pertanian, tetapi juga sebagai kelas alam yang memberikan pembelajaran nyata tentang pemberdayaan masyarakat desa. Bagi Kelompok KKM 73 UIN Malang, kunjungan ini menjadi pengalaman berharga dalam memahami peran mahasiswa sebagai agen pengabdian yang belajar langsung dari masyarakat.
Kegiatan KKM ini mengajarkan kami bahwa pengabdian bukan sekadar memberi, tetapi juga belajar, mendengar, dan menghargai potensi lokal. Dari Desa Sumberdem, kami belajar bahwa secangkir kopi menyimpan cerita tentang kerja keras, kolaborasi, dan kearifan lokal yang patut dijaga dan dikembangkan.