3 months ago

Dari Edukasi hingga Aksi: Upaya Mahasiswa FKIK UIN Malang Menyiapkan Calon Jemaah Haji yang Sehat dan Bugar

Header Image
TALITA APRILIA NUR AZZAHRA

230703110003 • KKM Unggulan Fakultatif • G.200

Batu, 28 Desember 2025 — Mahasiswa Kelompok 1 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan program pendampingan kesehatan bagi Calon Jemaah Haji (CJH) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan fisik menjelang pelaksanaan ibadah haji. Kegiatan ini berlangsung selama Desember 2025 di wilayah Kota Batu dengan menitikberatkan pada edukasi gaya hidup sehat serta pemantauan kondisi kesehatan jemaah. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan dr. Yuliono Trika Nur Hasan, Sp.M selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).



Kelompok 1 KKM Integrasi FKIK UIN Malang terdiri dari mahasiswa lintas program studi, yaitu Talita Aprilia Nur Azzahra sebagai ketua kelompok, Salsa Billa Dwi Azzahro, Reva Valentina Rosy dari (Program Studi Farmasi angkatan 2023), serta Alodia Maulina (Program Studi Pendidikan Dokter angkatan 2023). Melalui pendekatan promotif dan preventif, mahasiswa memberikan pendampingan kesehatan kepada calon jemaah haji, meliputi edukasi pengendalian berat badan, penerapan aktivitas fisik terstruktur, pembatasan kebiasaan merokok, serta pemantauan kesehatan secara berkala. Program ini diharapkan mampu membantu calon jemaah mencapai kondisi istithaah kesehatan, sehingga ibadah haji dapat dijalani dengan aman, nyaman, dan optimal.



Ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan spiritual, tetapi juga memerlukan kondisi fisik yang prima. Selama pelaksanaan ibadah, jemaah akan menghadapi aktivitas fisik dengan intensitas tinggi, seperti berjalan jarak jauh, thawaf, dan sa’i, di tengah cuaca panas serta kepadatan jemaah. Oleh karena itu, kesiapan fisik menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan secara lancar dan khusyuk. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat calon jemaah haji dengan faktor risiko kesehatan, seperti berat badan berlebih dan kebiasaan merokok. Kondisi ini sering kali kurang disadari karena tidak selalu disertai keluhan yang dirasakan secara langsung. Padahal, kelebihan berat badan dapat meningkatkan beban kerja jantung dan sistem pernapasan, sementara kebiasaan merokok berpotensi menurunkan kapasitas paru serta daya tahan tubuh. Jika tidak dipersiapkan sejak dini, kondisi tersebut dapat memicu kelelahan, sesak napas, hingga gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.



Melalui program KKM Integrasi FKIK UIN Malang, mahasiswa berperan sebagai agen perubahan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan calon jemaah haji. Pada pelaksanaan program ini, Kelompok 1 mendampingi dua calon jemaah haji, yaitu Bapak Hendro (37 tahun) dan Bapak Yusuf (61 tahun) yang berdomisili di wilayah Junrejo, Kota Batu. Pendampingan dilakukan secara personal dan komprehensif untuk menjaga dan meningkatkan kondisi fisik jemaah selama masa persiapan keberangkatan.



Pelaksanaan KKM Integrasi FKIK UIN Malang juga didukung melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), serta Kementerian Agama Kota Batu. Selain itu, program ini memperoleh dukungan dari Pusat Kesehatan Haji (PUKESHAJI) sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kesehatan calon jemaah haji sejak masa tunggu keberangkatan. Salah satu bentuk intervensi yang dilakukan adalah penyampaian video edukasi yang menggambarkan kondisi nyata pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Media audiovisual ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman calon jemaah mengenai tuntutan fisik yang akan dihadapi, sekaligus menekankan pentingnya mempersiapkan kebugaran tubuh melalui aktivitas fisik yang aman dan teratur.



Sebagai implementasi langsung dari edukasi tersebut, mahasiswa KKM mengadakan kegiatan jalan pagi sehat dan senam bersama calon jemaah haji. Aktivitas ini dirancang sebagai latihan fisik ringan yang mudah dilakukan dan disesuaikan dengan kemampuan jemaah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melatih kebugaran jantung dan paru, serta membiasakan calon jemaah menjalani aktivitas fisik secara rutin. Selain itu, media poster edukasi gaya hidup sehat digunakan sebagai pengingat visual di lingkungan rumah calon jemaah. Poster tersebut memuat pesan singkat mengenai penerapan empat pilar gizi seimbang, pengaturan pola makan, pentingnya aktivitas fisik, serta pembatasan konsumsi rokok. Diharapkan, pesan visual ini dapat memperkuat pemahaman dan mendorong perubahan perilaku secara bertahap.



Pendampingan kesehatan juga diperkuat melalui kegiatan journaling harian. Calon jemaah diminta mencatat pola tidur, aktivitas fisik, serta konsumsi rokok setiap hari. Melalui pencatatan ini, jemaah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran terhadap kebiasaan sehari-hari dan lebih termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Selain itu, dilakukan pemantauan kesehatan secara berkala yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, serta kadar gula darah. Hasil pemeriksaan ini menjadi dasar dalam pemberian edukasi dan konseling singkat yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing jemaah.



Sebagai bagian dari evaluasi program, calon jemaah haji mengikuti pretest sebelum menerima intervensi pendampingan. Setelah satu bulan pelaksanaan program, dilakukan post test untuk menilai perubahan pengetahuan, sikap, serta kondisi kesehatan jemaah. Perbandingan hasil pretest dan post test diharapkan dapat menggambarkan efektivitas program pendampingan kesehatan yang telah dijalankan. Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme calon jemaah haji terlihat cukup tinggi. Para jemaah menyampaikan bahwa pendampingan yang diberikan sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Pendekatan yang personal dan intensif membuat calon jemaah merasa lebih diperhatikan serta termotivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.



Bagi mahasiswa, kegiatan KKM Integrasi ini menjadi sarana pembelajaran nyata dalam mengaplikasikan ilmu kedokteran dan farmasi yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik pelayanan kesehatan masyarakat. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial serta kesiapan mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan profesional. Melalui rangkaian pendampingan kesehatan ini, Mahasiswa Kelompok 1 KKM Integrasi FKIK UIN Malang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya istithaah kesehatan calon jemaah haji. Dengan kondisi fisik yang lebih optimal, pelaksanaan ibadah haji diharapkan dapat berlangsung dengan lebih aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.