MTsN Gresik merupakan salah satu sekolah yang telah dikenal sebagai sekolah Adiwiyata, yaitu sekolah yang memiliki komitmen dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penyediaan fasilitas kebersihan hingga pembiasaan perilaku hidup bersih di lingkungan sekolah.
Namun, terlepas dari predikat tersebut, tantangan dalam membangun kesadaran dan kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan masih tetap ada. Masih ditemukan perilaku seperti membuang sampah tidak pada tempatnya atau kurang menjaga kebersihan fasilitas umum. Hal ini menunjukkan bahwa program dan fasilitas saja belum cukup tanpa adanya kesadaran yang tumbuh dari dalam diri setiap individu.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa AM-KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan sebuah program yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mendorong aksi nyata melalui seminar, workshop, dan lomba video kreatif di MTsN Gresik.
1. Seminar sebagai Langkah Awal Membangun Kesadaran
Kegiatan diawali dengan seminar edukasi yang membahas pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Dalam sesi ini, siswa diajak untuk memahami bahwa kebersihan bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari karakter dan tanggung jawab bersama.
Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mulai menyadari pentingnya perubahan perilaku dalam kehidupan nyata.
2. Workshop Poster: Dari Pemahaman ke Kreativitas
Setelah mendapatkan pemahaman melalui seminar, siswa diajak untuk menuangkan ide dan gagasan mereka melalui workshop pembuatan poster menggunakan media Canva.
Workshop ini menjadi jembatan antara pengetahuan dan kreativitas. Siswa tidak hanya belajar desain, tetapi juga belajar menyampaikan pesan moral secara visual. Poster yang dibuat berisi ajakan menjaga kebersihan lingkungan dengan tampilan yang menarik dan mudah dipahami.
Kegiatan ini juga memberikan pengalaman bahwa kampanye kebersihan tidak harus selalu formal, tetapi bisa dikemas secara kreatif dan menyenangkan.
3. Lomba Video: Mendorong Aksi Nyata dan Kolaborasi
Tidak berhenti pada tahap kreativitas visual, kegiatan ini juga menghadirkan lomba video kreatif bertema kebersihan lingkungan. Setiap kelas didorong untuk membuat konten yang menampilkan aksi nyata dalam menjaga kebersihan.
Melalui video tersebut, siswa tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga menunjukkan praktik langsung seperti kerja bakti, menjaga kebersihan kelas, hingga mengajak teman-temannya untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Lomba ini menjadi sarana yang efektif dalam menumbuhkan semangat kolaborasi, kreativitas, serta kepedulian siswa secara lebih nyata.
4. Dari Karya ke Gerakan Berkelanjutan
Poster-poster terbaik yang dihasilkan kemudian dipasang di area strategis sekolah sebagai media pengingat visual yang berkelanjutan. Sementara itu, video-video kreatif menjadi bentuk dokumentasi sekaligus inspirasi bagi siswa lainnya.
Melalui langkah ini, pesan kebersihan tidak hanya berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi terus hadir dalam keseharian siswa di lingkungan sekolah.
5. Kolaborasi sebagai Kunci Perubahan
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari mahasiswa KKM, guru, kepala sekolah, hingga pengurus OSIS. Sinergi ini menjadi faktor penting dalam memastikan bahwa gerakan yang dilakukan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga dapat berkelanjutan.
Melalui rangkaian kegiatan seminar, workshop, dan lomba video, mahasiswa AM-KKM UIN Malang berhasil menghadirkan pendekatan yang tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga mendorong aksi nyata. Dari yang awalnya sekadar mengetahui, siswa kini mulai terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Pada akhirnya, membangun budaya bersih tidak cukup hanya dengan aturan atau fasilitas, tetapi harus ditumbuhkan melalui kesadaran dan keterlibatan langsung. Pendekatan dari edukasi menuju aksi seperti ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menciptakan perubahan.