Dalisodo, Wagir - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk KOHE (Kotoran hewan) dan POC (Pupuk Organik Cair) sebagai bentuk pengabdian kep
Dalisodo, Wagir - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk KOHE (Kotoran hewan) dan POC (Pupuk Organik Cair) sebagai bentuk pengabdian kep
Dalisodo, Wagir - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk KOHE (Kotoran hewan) dan POC (Pupuk Organik Cair) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pertanian ramah lingkungan pada Minggu (18/01). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk yang bernilai guna serta dapat digunakan secara mandiri untuk kebutuhan pertanian. Pelatihan diikuti oleh warga dan kelompok tani yang menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal kegiatan. Kehadiran program ini menjadi solusi atas meningkatnya biaya pupuk kimia yang selama ini menjadi beban bagi petani. Melalui pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, masyarakat diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk pabrikan sekaligus menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Kegiatan menghadirkan pemateri yakni Husaeri S.Si yang memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai manfaat pupuk organik, baik KOHE maupun POC, bagi pertumbuhan tanaman dan kualitas tanah. Pemateri menekankan bahwa penggunaan pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan unsur hara alami, serta mendukung sistem pertanian yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Selain itu, dijelaskan pula potensi pupuk organik sebagai peluang usaha masyarakat apabila dikelola secara konsisten dan terorganisir.
Tidak hanya penyampaian materi, peserta juga diajak untuk mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk. Tahapan yang diperagakan meliputi pengolahan kotoran hewan sebagai bahan utama pupuk KOHE, pencampuran bahan tambahan, proses fermentasi, hingga cara penyimpanan yang tepat. Pada sesi pembuatan POC, pemateri menjelaskan teknik pengolahan bahan organik cair, waktu fermentasi, serta cara penggunaan pada tanaman agar hasilnya optimal. Metode praktik ini membantu peserta memahami proses secara nyata sehingga dapat diterapkan kembali di rumah maupun di lahan pertanian masing-masing. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi antara pemateri, mahasiswa KKM, dan warga. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait dosis penggunaan pupuk, waktu aplikasi yang tepat, hingga kemungkinan pengembangan pupuk organik sebagai produk unggulan desa. Diskusi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam mengembangkan pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKM 55 UIN Malang berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. Pemanfaatan pupuk KOHE dan POC diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menekan biaya produksi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemateri, dan masyarakat, diharapkan praktik pembuatan pupuk organik dapat terus dilanjutkan dan berkembang sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat desa.