Semangat dan tekad kuat yang dimiliki siswi MAN 2 Gresik dalam meraih prestasi di bidang khitobah ‘araby benar-benar menjadi inspirasi bagi banyak orang. Berawal dari sebuah cerita sederhana, lahirlah perjalanan penuh perjuangan yang akhirnya mengantarkan nama sekolah menuju ajang tingkat provinsi.
Semua bermula ketika seorang siswi MAN 2 Gresik memberanikan diri untuk bercerita dan mencurahkan kecemasannya kepada anggota KKM UIN Malang. Ia mengungkapkan keinginannya untuk belajar khitobah bahasa Arab, meskipun sebelumnya masih merasa kurang percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Dari percakapan sederhana itulah semangat baru mulai tumbuh.
Mahasiswa KKM UIN Malang melihat bahwa di balik rasa cemas tersebut, tersimpan potensi besar yang hanya perlu diarahkan dan diasah. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh motivasi, proses pembinaan pun dimulai sedikit demi sedikit. Tidak hanya mengajarkan cara berpidato yang baik, tetapi juga membangun keberanian untuk tampil di depan banyak orang.
Melihat antusias dan niat besar dari siswi tersebut, mahasiswa KKM UIN Malang mulai memberikan pendampingan secara intensif. Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, siswi itu kemudian memberanikan diri untuk mendaftarkan diri pada ajang lomba khitobah tingkat kabupaten.
Selama kurang lebih dua minggu, proses pembinaan dilakukan secara konsisten. Setiap hari diisi dengan latihan pelafalan bahasa Arab, penguatan mental, pengaturan intonasi, hingga ekspresi ketika menyampaikan pidato. Terkadang rasa lelah dan gugup muncul, namun semangat untuk terus belajar selalu menjadi alasan untuk bertahan.
Tidak sedikit waktu istirahat yang dikorbankan demi mempersiapkan penampilan terbaik. Seusai jam pelajaran, latihan tetap berlangsung dengan penuh semangat. Bahkan, mahasiswa KKM dan para siswa sering memanfaatkan waktu sore hingga malam untuk mengevaluasi penampilan dan memperbaiki setiap kekurangan.