3 months ago

Dari Posyandu ke Pencegahan Stunting: Upaya Penguatan Kesehatan Lansia dan Balita di Dusun Precet

Header Image
SITI DINA HAMIDAH

230203110085 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.55

Dalisodo, Wagir- Posyandu masih memegang peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat dusun, khususnya bagi lansia dan balita. Melalui Posyandu, pemantauan kesehatan dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa KKM 55 UIN Malang turut serta melakukan pendampingan Posyandu sekaligus sosialisasi pencegahan stunting di Dusun Precet sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penguatan kesehatan masyarakat. 



Kegiatan ini dilaksanakan pada [Sabtu, 10/01] bertempat di Dusun Precet, dengan melibatkan kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat. Sejak pagi hari, mahasiswa KKM 55 hadir mendampingi jalannya kegiatan Posyandu, mulai dari persiapan tempat, pendataan peserta, hingga membantu proses pelayanan kesehatan bagi lansia dan balita.



Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut membantu penimbangan balita, pencatatan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pendampingan lansia dalam pemeriksaan kesehatan rutin. Selain itu, mahasiswa KKM 55 juga melakukan sosialisasi mengenai stunting kepada orang tua balita dan masyarakat dengan mendatangkan pemateri dari UIN Malang. Sosialisasi ini menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini. 



Pendampingan Posyandu dan sosialisasi stunting ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sejak usia dini hingga lanjut usia. Kegiatan ini juga memperkuat peran Posyandu tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang edukasi bagi masyarakat dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.



Bagi mahasiswa KKM 55 UIN Malang, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam memahami langsung kondisi kesehatan masyarakat di tingkat dusun. Interaksi dengan kader Posyandu, lansia, dan orang tua balita memberikan pembelajaran sosial yang penting tentang peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. 



Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKM 55 UIN Malang bersama kader Posyandu dan masyarakat Dusun Precet telah menunjukkan bahwa penguatan kesehatan lansia dan balita dapat dimulai dari kegiatan sederhana yang dilakukan secara kolaboratif. Dari Posyandu menuju pencegahan stunting, upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kualitas kesehatan masyarakat Dusun Precet.



 


3 months ago

Dari Posyandu ke Pencegahan Stunting: Upaya Penguatan Kesehatan Lansia dan Balita di Dusun Precet

Header Image
REGA HADI KUSUMA

230606110055 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.55

Dalisodo, Wagir- Posyandu masih memegang peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat dusun, khususnya bagi lansia dan balita. Melalui Posyandu, pemantauan kesehatan dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa KKM 55 UIN Malang turut serta melakukan pendampingan Posyandu sekaligus sosialisasi pencegahan stunting di Dusun Precet sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penguatan kesehatan masyarakat.



Kegiatan ini dilaksanakan pada [Sabtu, 10/01] bertempat di Dusun Precet, dengan melibatkan kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat. Sejak pagi hari, mahasiswa KKM 55 hadir mendampingi jalannya kegiatan Posyandu, mulai dari persiapan tempat, pendataan peserta, hingga membantu proses pelayanan kesehatan bagi lansia dan balita.



Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut membantu penimbangan balita, pencatatan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pendampingan lansia dalam pemeriksaan kesehatan rutin. Selain itu, mahasiswa KKM 55 juga melakukan sosialisasi mengenai stunting kepada orang tua balita dan masyarakat dengan mendatangkan pemateri dari UIN Malang. Sosialisasi ini menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.



Pendampingan Posyandu dan sosialisasi stunting ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sejak usia dini hingga lanjut usia. Kegiatan ini juga memperkuat peran Posyandu tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang edukasi bagi masyarakat dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.



Bagi mahasiswa KKM 55 UIN Malang, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam memahami langsung kondisi kesehatan masyarakat di tingkat dusun. Interaksi dengan kader Posyandu, lansia, dan orang tua balita memberikan pembelajaran sosial yang penting tentang peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. 



Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKM 55 UIN Malang bersama kader Posyandu dan masyarakat Dusun Precet telah menunjukkan bahwa penguatan kesehatan lansia dan balita dapat dimulai dari kegiatan sederhana yang dilakukan secara kolaboratif. Dari Posyandu menuju pencegahan stunting, upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kualitas kesehatan masyarakat Dusun Precet.