1 year ago

Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

Header Image
NOVA MAULANA AFRIZAL

220503110057 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.53

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah mapping atau pemetaan lokasi UMKM di Google Maps.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang.



Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern



UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa, tetapi banyak usaha kecil masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar.



Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.



Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps.



Pemetaan UMKM di Setiap Dusun



Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini:



Dusun Turi



1. Toko Sembako Bu Rohani



2. Toko Sembako Bu Suswatin



3. Toko Sembako Pak Fandi



4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky



5. Kedai Alifa



6. Toko Sembako Iza



7. Warung Bu Sugik



8. Kedai 29



9. Toko Kusuma Jaya



10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH



11. Kedai ALMA



12. MAFAZA JAHIT



Dusun Krajan Timur



1. Bakso Goreng Beboncol



2. Warung Budhe



3. Toko Sembako Supri



Dusun Krajan



1. Ivory Kosmetik



2. Toko Sembako Bu Endah



Dusun Simping



1. Toko Bu Ira



2. Toko Aida



3. Toko Merah Putih



4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar



Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital.



Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar.



Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps.



Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps.



Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.


1 year ago

Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

Header Image
MUHAMMAD DZULFIKAR ROJABA

200301110186 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.53

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah mapping atau pemetaan lokasi UMKM di Google Maps.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang.



Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern



UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa, tetapi banyak usaha kecil masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar.



Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.



Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps.



Pemetaan UMKM di Setiap Dusun



Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini:



Dusun Turi



1. Toko Sembako Bu Rohani



2. Toko Sembako Bu Suswatin



3. Toko Sembako Pak Fandi



4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky



5. Kedai Alifa



6. Toko Sembako Iza



7. Warung Bu Sugik



8. Kedai 29



9. Toko Kusuma Jaya



10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH



11. Kedai ALMA



12. MAFAZA JAHIT



Dusun Krajan Timur



1. Bakso Goreng Beboncol



2. Warung Budhe



3. Toko Sembako Supri



Dusun Krajan



1. Ivory Kosmetik



2. Toko Sembako Bu Endah



Dusun Simping



1. Toko Bu Ira



2. Toko Aida



3. Toko Merah Putih



4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar



Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital.



Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar.



Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps.



Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps.



Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.


1 year ago

Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

Header Image
AQLIN MARDIYANA

220606110068 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.53

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah mapping atau pemetaan lokasi UMKM di Google Maps.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang.



Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern



UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa, tetapi banyak usaha kecil masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar.



Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.



Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps.



Pemetaan UMKM di Setiap Dusun



Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini:



Dusun Turi



1. Toko Sembako Bu Rohani



2. Toko Sembako Bu Suswatin



3. Toko Sembako Pak Fandi



4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky



5. Kedai Alifa



6. Toko Sembako Iza



7. Warung Bu Sugik



8. Kedai 29



9. Toko Kusuma Jaya



10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH



11. Kedai ALMA



12. MAFAZA JAHIT



Dusun Krajan Timur



1. Bakso Goreng Beboncol



2. Warung Budhe



3. Toko Sembako Supri



Dusun Krajan



1. Ivory Kosmetik



2. Toko Sembako Bu Endah



Dusun Simping



1. Toko Bu Ira



2. Toko Aida



3. Toko Merah Putih



4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar



Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital.



Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar.



Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps.



Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps.



Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.


1 year ago

Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

Header Image
YUSRI DESPA AZZAHRO

220602110108 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.53

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah pemetaan atau format lokasi UMKM di Google Maps.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang.



Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern



UMKM merupakan tulang punggung perekonomian desa, namun banyak usaha kecil yang masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar.



Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.



Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps.



Pemetaan UMKM di Setiap Dusun



Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini:



Dusun Turi



1. Toko Sembako Bu Rohani



2. Toko Sembako Bu Suswatin



3. Toko Sembako Pak Fandi



4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky



5. Kedai Alifa



6. Toko Sembako Iza



7. Warung Bu Sugik



8. Kedai 29



9. Toko Kusuma Jaya



10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH



11. Kedai ALMA



12. MAFAZA JAHIT



Dusun Krajan Timur



1. Bakso Goreng Beboncol



2. Warung Budhe



3. Toko Sembako Supri



Dusun Krajan



1. Ivory Kosmetik



2. Toko Sembako Bu Endah



Dusun Simping



1. Toko Bu Ira



2. Toko Aida



3. Toko Merah Putih



4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar



Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital.



Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar.



Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps.



Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps.



Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.


1 year ago

Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

Header Image
FERIE TEGUH SANTOSO

220501110084 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.53

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah mapping atau pemetaan lokasi UMKM di Google Maps.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang.



Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern



UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa, tetapi banyak usaha kecil masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar.



Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.



Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps.



Pemetaan UMKM di Setiap Dusun



Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini:



Dusun Turi



1. Toko Sembako Bu Rohani



2. Toko Sembako Bu Suswatin



3. Toko Sembako Pak Fandi



4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky



5. Kedai Alifa



6. Toko Sembako Iza



7. Warung Bu Sugik



8. Kedai 29



9. Toko Kusuma Jaya



10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH



11. Kedai ALMA



12. MAFAZA JAHIT



Dusun Krajan Timur



1. Bakso Goreng Beboncol



2. Warung Budhe



3. Toko Sembako Supri



Dusun Krajan



1. Ivory Kosmetik



2. Toko Sembako Bu Endah



Dusun Simping



1. Toko Bu Ira



2. Toko Aida



3. Toko Merah Putih



4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar



Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital.



Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar.



Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps.



Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps.



Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.


1 year ago

Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

Header Image
MUHAMMAD FAQIH

220605110069 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.53

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah mapping atau pemetaan lokasi UMKM di Google Maps.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang.



Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern



UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa, tetapi banyak usaha kecil masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar.



Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.



Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps.



Pemetaan UMKM di Setiap Dusun



Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini:



Dusun Turi



1. Toko Sembako Bu Rohani



2. Toko Sembako Bu Suswatin



3. Toko Sembako Pak Fandi



4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky



5. Kedai Alifa



6. Toko Sembako Iza



7. Warung Bu Sugik



8. Kedai 29



9. Toko Kusuma Jaya



10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH



11. Kedai ALMA



12. MAFAZA JAHIT



Dusun Krajan Timur



1. Bakso Goreng Beboncol



2. Warung Budhe



3. Toko Sembako Supri



Dusun Krajan



1. Ivory Kosmetik



2. Toko Sembako Bu Endah



Dusun Simping



1. Toko Bu Ira



2. Toko Aida



3. Toko Merah Putih



4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar



Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital.



Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar.



Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps.



Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps.



Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.


1 year ago

Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

Header Image
MUHAMMAD RIZQY

220302110148 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.53

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah mapping atau pemetaan lokasi UMKM di Google Maps.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang.



Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern



UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa, tetapi banyak usaha kecil masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar.



Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.



Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps.



Pemetaan UMKM di Setiap Dusun



Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini:



Dusun Turi



1. Toko Sembako Bu Rohani



2. Toko Sembako Bu Suswatin



3. Toko Sembako Pak Fandi



4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky



5. Kedai Alifa



6. Toko Sembako Iza



7. Warung Bu Sugik



8. Kedai 29



9. Toko Kusuma Jaya



10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH



11. Kedai ALMA



12. MAFAZA JAHIT



Dusun Krajan Timur



1. Bakso Goreng Beboncol



2. Warung Budhe



3. Toko Sembako Supri



Dusun Krajan



1. Ivory Kosmetik



2. Toko Sembako Bu Endah



Dusun Simping



1. Toko Bu Ira



2. Toko Aida



3. Toko Merah Putih



4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar



Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital.



Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar.



Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps.



Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps.



Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.


1 year ago

Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

Header Image
IZZATUL MAWADDAH

220204110076 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.53

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah mapping atau pemetaan lokasi UMKM di Google Maps.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang.



Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern



UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa, tetapi banyak usaha kecil masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar.



Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.



Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps.



Pemetaan UMKM di Setiap Dusun



Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini:



Dusun Turi



1. Toko Sembako Bu Rohani



2. Toko Sembako Bu Suswatin



3. Toko Sembako Pak Fandi



4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky



5. Kedai Alifa



6. Toko Sembako Iza



7. Warung Bu Sugik



8. Kedai 29



9. Toko Kusuma Jaya



10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH



11. Kedai ALMA



12. MAFAZA JAHIT



Dusun Krajan Timur



1. Bakso Goreng Beboncol



2. Warung Budhe



3. Toko Sembako Supri



Dusun Krajan



1. Ivory Kosmetik



2. Toko Sembako Bu Endah



Dusun Simping



1. Toko Bu Ira



2. Toko Aida



3. Toko Merah Putih



4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar



Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital.



Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar.



Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps.



Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps.



Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.


1 year ago

Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

Header Image
DEWI IZZATUL MASRUROH

220601110098 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.53

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah mapping atau pemetaan lokasi UMKM di Google Maps.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang.



Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern



UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa, tetapi banyak usaha kecil masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar.



Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.



Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps.



Pemetaan UMKM di Setiap Dusun



Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini:



Dusun Turi



1. Toko Sembako Bu Rohani



2. Toko Sembako Bu Suswatin



3. Toko Sembako Pak Fandi



4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky



5. Kedai Alifa



6. Toko Sembako Iza



7. Warung Bu Sugik



8. Kedai 29



9. Toko Kusuma Jaya



10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH



11. Kedai ALMA



12. MAFAZA JAHIT



Dusun Krajan Timur



1. Bakso Goreng Beboncol



2. Warung Budhe



3. Toko Sembako Supri



Dusun Krajan



1. Ivory Kosmetik



2. Toko Sembako Bu Endah



Dusun Simping



1. Toko Bu Ira



2. Toko Aida



3. Toko Merah Putih



4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar



Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital.



Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar.



Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps.



Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps.



Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.


1 year ago

Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

Header Image
QURROTA A`YUN

220202110116 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.53

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah mapping atau pemetaan lokasi UMKM di Google Maps.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang.



Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern



UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa, tetapi banyak usaha kecil masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar.



Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.



Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps.



Pemetaan UMKM di Setiap Dusun



Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini:



Dusun Turi



1. Toko Sembako Bu Rohani



2. Toko Sembako Bu Suswatin



3. Toko Sembako Pak Fandi



4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky



5. Kedai Alifa



6. Toko Sembako Iza



7. Warung Bu Sugik



8. Kedai 29



9. Toko Kusuma Jaya



10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH



11. Kedai ALMA



12. MAFAZA JAHIT



Dusun Krajan Timur



1. Bakso Goreng Beboncol



2. Warung Budhe



3. Toko Sembako Supri



Dusun Krajan



1. Ivory Kosmetik



2. Toko Sembako Bu Endah



Dusun Simping



1. Toko Bu Ira



2. Toko Aida



3. Toko Merah Putih



4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar



Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital.



Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar.



Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps.



Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps.



Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.


1 year ago

Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

Header Image
MOH HASAN AINUL MULUK

220201110202 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.53

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah mapping atau pemetaan lokasi UMKM di Google Maps.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang.



Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern



UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa, tetapi banyak usaha kecil masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar.



Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.



Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps.



Pemetaan UMKM di Setiap Dusun



Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini:



Dusun Turi



1. Toko Sembako Bu Rohani



2. Toko Sembako Bu Suswatin



3. Toko Sembako Pak Fandi



4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky



5. Kedai Alifa



6. Toko Sembako Iza



7. Warung Bu Sugik



8. Kedai 29



9. Toko Kusuma Jaya



10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH



11. Kedai ALMA



12. MAFAZA JAHIT



Dusun Krajan Timur



1. Bakso Goreng Beboncol



2. Warung Budhe



3. Toko Sembako Supri



Dusun Krajan



1. Ivory Kosmetik



2. Toko Sembako Bu Endah



Dusun Simping



1. Toko Bu Ira



2. Toko Aida



3. Toko Merah Putih



4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar



Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital.



Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar.



Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps.



Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps.



Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.


1 year ago

Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

Header Image
HAFIZA HUZAIMA ZUKROVA

220502110139 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.53

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah mapping atau pemetaan lokasi UMKM di Google Maps.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang.



Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern



UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa, tetapi banyak usaha kecil masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar.



Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.



Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps.



Pemetaan UMKM di Setiap Dusun



Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini:



Dusun Turi



1. Toko Sembako Bu Rohani



2. Toko Sembako Bu Suswatin



3. Toko Sembako Pak Fandi



4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky



5. Kedai Alifa



6. Toko Sembako Iza



7. Warung Bu Sugik



8. Kedai 29



9. Toko Kusuma Jaya



10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH



11. Kedai ALMA



12. MAFAZA JAHIT



Dusun Krajan Timur



1. Bakso Goreng Beboncol



2. Warung Budhe



3. Toko Sembako Supri



Dusun Krajan



1. Ivory Kosmetik



2. Toko Sembako Bu Endah



Dusun Simping



1. Toko Bu Ira



2. Toko Aida



3. Toko Merah Putih



4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar



Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital.



Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar.



Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps.



Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps.



Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.


1 year ago

Dukung UMKM Go Digital! Mahasiswa KKM UIN Malang Lakukan Pemetaan di Google Maps

Header Image
HAFIZH PULBI AL-QORI

220401110181 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.53

Turirejo, Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengambil langkah inovatif dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu program kerja (proker) unggulan mereka adalah mapping atau pemetaan lokasi UMKM di Google Maps.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan masuknya UMKM di platform digital, diharapkan pemilik usaha dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari warga sekitar maupun pendatang.



Digitalisasi UMKM: Solusi di Era Modern



UMKM merupakan tulang punggung ekonomi desa, tetapi banyak usaha kecil masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut. Akibatnya, usaha mereka kurang dikenal di luar lingkungan sekitar.



Ketua tim KKM menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya kehadiran di dunia digital. "Banyak warga yang tidak tahu bahwa toko atau warung mereka bisa muncul di Google Maps secara gratis. Dengan terdaftar di sana, usaha mereka jadi lebih mudah ditemukan. Kami ingin membantu mereka memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan pendapatan," jelasnya.



Selain membantu UMKM masuk ke Google Maps, mahasiswa KKM juga memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi dalam pengembangan usaha. Mereka mengajarkan cara mengelola informasi bisnis secara mandiri, seperti menambahkan foto, jam operasional, dan kontak di Google Maps.



Pemetaan UMKM di Setiap Dusun



Pendataan UMKM dilakukan di berbagai dusun di Desa Turirejo. Berikut daftar usaha yang telah didaftarkan dalam program ini:



Dusun Turi



1. Toko Sembako Bu Rohani



2. Toko Sembako Bu Suswatin



3. Toko Sembako Pak Fandi



4. Ayam Geprek & Tahu Kress Rizky



5. Kedai Alifa



6. Toko Sembako Iza



7. Warung Bu Sugik



8. Kedai 29



9. Toko Kusuma Jaya



10. Toko Pertanian ALZAM BAROKAH



11. Kedai ALMA



12. MAFAZA JAHIT



Dusun Krajan Timur



1. Bakso Goreng Beboncol



2. Warung Budhe



3. Toko Sembako Supri



Dusun Krajan



1. Ivory Kosmetik



2. Toko Sembako Bu Endah



Dusun Simping



1. Toko Bu Ira



2. Toko Aida



3. Toko Merah Putih



4. Toko Alshofi Lok-lok Bakar



Dalam proses pendataan, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman pelaku UMKM tentang manfaat Google Maps. Beberapa pemilik usaha ragu karena merasa tidak terbiasa dengan teknologi digital.



Selain itu, ada kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil di beberapa area, sehingga proses pendaftaran memerlukan waktu lebih lama. Namun, tim KKM tetap berupaya memberikan pendampingan hingga seluruh UMKM berhasil terdaftar.



Mahasiswa juga menemukan bahwa beberapa UMKM belum memiliki nama usaha yang jelas atau papan nama, sehingga sulit dikenali oleh pelanggan baru. Sebagai solusi, mereka mendorong pemilik usaha untuk mulai menggunakan nama usaha yang konsisten agar lebih mudah diidentifikasi di Google Maps.



Setelah program ini berjalan, dampak positif mulai dirasakan. Beberapa pemilik usaha melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang menemukan lokasi mereka melalui Google Maps.



Dengan adanya program ini, UMKM di Desa Turirejo kini semakin siap menghadapi era digital. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang ampuh untuk memajukan perekonomian desa.