Upaya merealisasikan program kerja di bidang penguatan usaha lokal, Kelompok KKM 184 Nuswara UIN Malang melakukan kunjungan ke rumah produksi jamu milik Bu Indra di Dusun Klandungan, Landungsari, pada Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Tirto Praloyo tersebut diikuti oleh seluruh anggota Kelompok KKM 184 Nuswara dan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Kunjungan diawali dengan penyampaian pengantar dari ketua umum KKM yang menjelaskan maksud dan tujuan pelaksanaan program kerja, khususnya dalam mendukung pengembangan usaha jamu tradisional milik pelaku UMKM setempat.
Dalam pemaparannya, Bu Indra menceritakan proses merintis usaha jamu sejak tahun 2016. Usaha yang pada awalnya dijalankan dengan berkeliling antar desa itu kini berkembang hingga memiliki rumah produksi sendiri dan telah memasarkan produknya melalui berbagai platform digital, seperti Shopee dan GrabFood.
Selain sesi pemaparan, mahasiswa juga mengikuti praktik langsung pembuatan jamu tradisional, salah satunya jamu kunyit asam. Jamu tersebut diketahui memiliki beragam manfaat, antara lain membantu menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan nafsu makan, serta meredakan nyeri. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai proses produksi sekaligus nilai kesehatan dari jamu tradisional.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, Kelompok KKM 184 Nuswara menawarkan dukungan dalam pengelolaan media sosial serta perluasan distribusi produk ke berbagai kegiatan dan agenda publik di Kota Malang, termasuk Car Free Day (CFD). Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk jamu lokal di tengah masyarakat.
Upaya merealisasikan program kerja di bidang penguatan usaha lokal, Kelompok KKM 184 Nuswara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kunjungan edukatif ke rumah produksi jamu tradisional milik Bu Indra yang berlokasi di Dusun Klandungan, Desa Landungsari, pada Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Tirto Praloyo tersebut diikuti oleh seluruh anggota Kelompok KKM 184 Nuswara dan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal.
Kegiatan diawali dengan sambutan dan pengantar dari ketua umum Kelompok KKM 184 Nuswara yang menjelaskan maksud serta tujuan kunjungan. Dalam penyampaiannya, ditegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dukungan nyata terhadap pelaku usaha jamu tradisional, baik dari sisi penguatan manajemen usaha maupun strategi pemasaran di era digital.
Dalam sesi pemaparan, Bu Indra selaku pemilik usaha menceritakan perjalanan panjang merintis usaha jamu sejak tahun 2016. Usaha tersebut pada awalnya dijalankan secara sederhana dengan cara berkeliling dari desa ke desa untuk menawarkan produk. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kepercayaan konsumen, usaha jamu yang ditekuni Bu Indra terus berkembang hingga kini memiliki rumah produksi sendiri. Selain pemasaran secara langsung, produk jamu Bu Indra juga telah dipasarkan melalui berbagai platform digital, seperti Shopee dan GrabFood, sebagai upaya menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.
Tidak hanya mendengarkan pemaparan, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan jamu tradisional. Salah satu produk yang dipraktikkan adalah jamu kunyit asam, yang dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti membantu menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan nafsu makan, serta meredakan nyeri. Melalui kegiatan praktik ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tahapan produksi jamu, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengolahan yang higienis dan bernilai jual.
Kunjungan ini tidak hanya bersifat observatif, tetapi juga diarahkan pada langkah tindak lanjut yang berkelanjutan. Sebagai bentuk dukungan konkret, Kelompok KKM 184 Nuswara menawarkan pendampingan dalam pengelolaan media sosial usaha serta perluasan jaringan distribusi produk jamu ke berbagai kegiatan dan agenda publik di Kota Malang, termasuk kegiatan Car Free Day (CFD). Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan visibilitas produk, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat daya saing jamu tradisional sebagai produk kesehatan berbasis lokal.
Melalui kegiatan ini, Kelompok KKM 184 Nuswara berharap dapat berkontribusi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian dan pengembangan jamu tradisional sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus potensi ekonomi daerah.