3 months ago

Eco Brick Sebagai Solusi Sampah Desa: Kolaborasi KKM Arutala Pratista dan SDN 1 Srigading

Header Image
MUHAMMAD HABIB AL FIRDAUS

230501110152 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.101

SRIGADING, LAWANG - Berawal  dari Masalah Sampah Desa Permasalahan sampah plastik seringkali menjadi tantangan utama di wilayah pedesaan yang belum memiliki sistem pengelolaan limbah terpadu. Hal ini pula yang ditemui oleh kelompok KKN "Arutala Pratista" dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat mengabdi di Desa Srigading, Kecamatan Lawang. Tumpukan sampah plastik, baik dari rumah tangga maupun aktivitas warga, masih belum terkelola dengan optimal.



Melihat kondisi tersebut, kelompok KKN merancang sebuah program kerja berbasis lingkungan dengan metode Eco Brick. Metode ini dipilih karena kemampuannya menyerap volume sampah plastik dalam jumlah besar untuk diubah menjadi material yang keras dan tahan lama. Mengingat adanya potensi wisata lokal, output dari program ini diarahkan menjadi sebuah instalasi hiasan berbentuk hati (Love) yang ditempatkan di Rest Area Srigading, sebuah lokasi strategis yang membutuhkan sentuhan estetika.



Kolaborasi Strategis dengan SDN 1 Srigading Keberhasilan program Eco Brick sangat bergantung pada ketersediaan material sampah kering. Untuk itu, mahasiswa KKN menginisiasi kerja sama dengan SDN 1 Srigading. Langkah ini bukan sekadar pengumpulan sampah, melainkan juga bentuk edukasi dini mengenai pemilahan sampah. Mahasiswa menyediakan tempat sampah khusus di setiap kelas (dari kelas 1 hingga kelas 6) dan mengedukasi siswa untuk membuang sampah plastik kering ke wadah tersebut. Sampah yang terkumpul diambil secara berkala setiap pulang sekolah.



Selain sampah dari sekolah, mahasiswa juga memungut sampah di lingkungan desa dan rumah tangga setiap harinya. Untuk kebutuhan wadah eco brick, siswa diinstruksikan membawa botol air mineral kosong berukuran 1,5 liter pada tanggal 27 Januari 2026. Kerja sama ini didasarkan pada prinsip mutual benefit (saling menguntungkan). Sebagai timbal balik atas partisipasi sekolah, logo SDN 1 Srigading turut disematkan pada instalasi akhir, dan kelebihan hasil eco brick diserahkan kembali ke sekolah untuk program keberlanjutan mereka.



Dari Pemilahan hingga Pengecatan Puncak pelaksanaan program dilakukan pada 27 Januari 2026. Proses dimulai dengan memotong sampah plastik yang telah dikumpulkan menjadi bagian-bagian kecil (mencacah) untuk memadatkan isi botol. Kegiatan pengisian botol dilakukan secara serentak di SDN 1 Srigading pada jam istirahat pertama, tepat setelah sesi Makan Bergizi Gratis (MBG). Mahasiswa membawa sampah plastik yang telah dipotong, kemudian bersama para siswa memasukkannya ke dalam botol-botol yang telah disiapkan.



Dari kegiatan tersebut, terkumpul sekitar 90 botol eco brick yang padat dan keras. Langkah selanjutnya adalah pewarnaan. Botol-botol tersebut dicat menggunakan warna merah cabai (red chili) untuk memberikan kesan visual yang kuat dan menarik perhatian. Hasil Akhir Setelah cat kering, tahap perakitan dilakukan di Rest Area Srigading. Sekitar 45 botol disusun dan ditempelkan pada kerangka besi berbentuk hati (Love) menggunakan kawat. Mengingat lokasi Rest Area yang terbuka dan rawan angin kencang, struktur besi diberikan penyangga tambahan agar kokoh dan tidak goyah. Hasil akhir ini dilengkapi dengan watermark berupa logo UIN Malang, logo kelompok KKN "Arutala Pratista", dan logo SDN 1 Srigading sebagai penanda kolaborasi tiga pihak.



Lihat Blog Lainnya