Pelaksanaan Program Edukasi Pencegahan Bullying dan Pelecehan Seksual di SDN 2 Sumberpetung
SDN 2 Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, melaksanakan program edukasi pencegahan bullying dan edukasi pelecehan seksual pada Jumat, 10 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya preventif dan edukatif guna meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar sejak dini terkait perilaku bullying serta pemahaman mengenai batasan tubuh dan interaksi yang aman.
Program edukasi ini disampaikan oleh tim edukator dengan Fika Ziyadatul Aunillah sebagai pemateri pertama dan Olivia Syahrani sebagai pemateri kedua. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan disesuaikan dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh Aqila Ruhi, Siti Najma, Tri Nurrizkan, Farih Nawalillah, Ananda Citra, dan Ahmad Daffa, yang berperan dalam pendampingan siswa, pengelolaan aktivitas pembelajaran, serta menjaga kelancaran dan ketertiban kegiatan.
Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, dilengkapi dengan contoh-contoh konkret serta pendekatan interaktif, seperti diskusi ringan, sesi tanya jawab, dan simulasi situasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pada materi edukasi bullying, siswa diberikan pemahaman mengenai definisi bullying, bentuk-bentuk bullying yang meliputi verbal, fisik, dan sosial, serta dampak psikologis yang dapat ditimbulkan. Selain itu, siswa juga dibekali pengetahuan tentang sikap yang tepat ketika menghadapi atau menyaksikan perilaku bullying.
Adapun edukasi pelecehan seksual disampaikan dalam kerangka perlindungan diri, dengan menekankan pemahaman mengenai bagian tubuh pribadi, hak anak untuk merasa aman, serta pentingnya keberanian untuk melaporkan kepada orang dewasa tepercaya apabila mengalami atau mengetahui adanya perlakuan yang tidak pantas.
Melalui pelaksanaan program ini, diharapkan siswa mampu mengembangkan kesadaran diri, sikap empatik, serta keterampilan proteksi diri. Program edukasi ini juga diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, serta mendukung terbentuknya budaya sekolah yang peduli terhadap kesehatan mental dan keselamatan anak.