3 months ago

Edukasi Masa Depan: KKM 35 Pandareka Gandeng Pakar Bahas Dampak Pernikahan Dini di MA Al Hidayah

Header Image
MUHAMMAD ATHOURRAHMAN

230605110074 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.35

Malang, 28 Januari 2026 — Mengingat pentingnya kesiapan mental dan fisik dalam membangun rumah tangga, Kelompok KKM 35 Pandareka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan seminar edukasi mengenai dampak pernikahan dini pada Rabu (28/1). Kegiatan yang bertempat di MA Al Hidayah, Desa Pandansari, ini ditujukan bagi para siswa kelas 10 hingga 12 sebagai upaya preventif sekaligus pemberian pemahaman mengenai kompleksitas kehidupan pasca-pernikahan di usia muda.



 



Seminar ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Ibu Umi Khorirotin Nasichah, yang merupakan anggota Komunitas Perlindungan Perempuan dan Anak Nusantara. Dalam pemaparannya, Ibu Umi menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan tanggung jawab besar yang memerlukan kesiapan fisik, psikologis, dan finansial. Beliau juga memaparkan berbagai risiko kesehatan seperti stunting pada anak dan risiko kematian ibu, hingga aspek hukum yang mengatur batas minimal usia perkawinan di Indonesia.



 



Suasana di dalam aula MA Al Hidayah tampak hidup dengan antusiasme para siswa yang menyimak materi dengan seksama. Sesi diskusi menjadi momen yang paling dinantikan, di mana para siswa melontarkan berbagai pertanyaan kritis mengenai tekanan sosial dan cara menjaga fokus pada pendidikan demi masa depan. Ibu Umi memberikan jawaban-jawaban yang lugas dan solutif, memotivasi para siswa agar berani bermimpi tinggi dan menyelesaikan pendidikan mereka sebagai bekal utama kehidupan.



 



Kelompok KKM 35 Pandareka memilih program kerja ini karena melihat fenomena pernikahan dini masih menjadi tantangan di daerah pedesaan. Melalui seminar ini, mahasiswa berharap dapat membuka cakrawala berpikir generasi muda di Desa Pandansari agar lebih bijak dalam mengambil keputusan besar. Pihak sekolah MA Al Hidayah memberikan apresiasi penuh atas inisiatif ini, mengingat edukasi semacam ini sangat krusial untuk melindungi masa depan anak didik mereka dari dampak negatif pernikahan di bawah umur.



 



Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan plakat penghargaan kepada narasumber. Dengan terlaksananya seminar ini, Kelompok 35 Pandareka berharap para siswa MA Al Hidayah dapat menjadi pelopor perubahan di lingkungan mereka, dengan mengutamakan pengembangan diri dan pendidikan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Program ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen "Pandareka" dalam memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat di lokasi pengabdian.