Aroma kopi hangat tersium di udara malam yang sejuk. Malam itu, halaman Posyandu Dusun Ampelgading terasa berbeda. Setelah lantunan doa tahlilan selesai, warga tidak langsung pulang. Mereka berbondong-bondong mendatangi kawasan yang telah ditata rapi oleh mahasiswa Kelompok 104 KKM UIN Malang.
Tikar dan kursi plastik menghadap layar proyektor. Di pojok, tersedia kopi dan teh hangat dengan kue kering. Suasananya seperti "kopi darat" santai, bukan seminar formal yang kaku. Itulah yang membuat warga merasa rileks dan terbuka untuk hadir.
Ada antusiasme di wajah warga yang datang. Pak RT berbincang sambil menyeruput teh. Ibu-ibu PKK duduk bergerombol sambil sesekali tertawa. Para pemuda desa hadir dengan rasa ingin tahu. Bahkan beberapa anak SMP dan SMA ikut duduk di belakang bersama orang tua mereka.
"Kopi darat anti candu" - sebutan untuk acara malam ini. Sebuah pertemuan santai namun serius membahas bahaya narkoba dan judi online. Kursi-kursi hampir penuh. Beberapa warga bahkan berdiri di belakang atau duduk di tikar demi menyiapkan bahan. Antusiasme warga luar biasa.
Ketika Ibu Aiptu Sri Sumarwati dari Polres Lawang dan Bapak Eko selaku Babinsa tiba, suasana menjadi khidmat. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai narasumber, namun representasi penegak hukum yang peduli. “Assalamualaikum, Bapak Ibu sekalian. Alhamdulillah bisa hadir di tengah warga Ampelgading malam ini,” sapa Ibu Sri hangat.
Ketua Kelompok 104 KKM membuka acara. "Malam ini kita tidak akan belajar dengan cara kaku. Anggap saja ngobrol santai sambil ngopi. Tapi topiknya sangat penting: bagaimana menjaga keluarga dari bahaya narkoba dan judi online yang kini semakin merajalela," ujarnya. Tepuk tangan meriah menyambut.