2 months ago

Empat Puluh Hari di Dusun Gumul: Belajar Mengabdi, Belajar Memaknai KKM ESHORA 177

Header Image
HANIN UMMU ZAKIYAH

230401110300 • KKM Mandiri • G.177

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2025–2026 menjadi perjalanan pengabdian yang penuh makna bagi saya. Selama kurang lebih 40 hari, saya bersama tim KKM melaksanakan kegiatan di Dusun Gumul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon. Perjalanan ini diawali dengan pelepasan resmi oleh pihak kampus yang memberikan pembekalan mengenai peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Setibanya di lokasi, kami melakukan koordinasi awal serta silaturahmi dengan Kepala Dusun, Ketua RT, dan warga sekitar. Sambutan hangat yang kami terima menjadi awal yang baik dalam membangun komunikasi dan kerja sama selama pelaksanaan program.



Hari-hari awal kami isi dengan persiapan pembukaan KKM serta penyusunan program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pembukaan KKM di Balai Desa Sukomulyo berlangsung dengan tertib dan dihadiri oleh perangkat desa serta warga. Momentum tersebut menjadi tanda dimulainya pengabdian kami secara resmi. Sejak saat itu, berbagai kegiatan kami jalankan secara konsisten, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, maupun lingkungan.



Dalam bidang keagamaan, kami melaksanakan program One Day One Juz yang berlangsung selama 30 hari hingga khatam Al-Qur’an. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas spiritual, tetapi juga mempererat kebersamaan antaranggota tim. Selain itu, kami turut mengikuti pembacaan rutin Al-Kahfi dan Al-Waqiah, sholawat Nariyah malam Jumat, serta kegiatan tahlil dan yasinan bersama masyarakat. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, terjalin kedekatan emosional antara mahasiswa dan warga Dusun Gumul.



Dalam bidang pendidikan, kami aktif mengajar di SDN Sukomulyo 4 dengan mendampingi kegiatan senam pagi serta proses belajar mengajar di kelas. Kami berupaya menghadirkan metode pembelajaran yang interaktif dan kreatif agar siswa lebih aktif dan antusias. Selain itu, kami mendampingi latihan seni seperti tari, vokal, MC, dan dirigen sebagai bagian dari pengembangan minat dan bakat siswa. Kami juga terlibat dalam pembuatan video profil sekolah serta pelaksanaan program Adiwiyata yang bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa. Program tersebut mendapat respon positif dari pihak sekolah dan berjalan sesuai rencana.



Selain di sekolah formal, kami juga mengajar di TPQ Baitussalam, TPQ Al-Qodar, dan TPQ P. Imron. Setiap sore, kami mendampingi santri belajar membaca Al-Qur’an dan memperbaiki tajwid. Proses ini mengajarkan kami arti kesabaran, konsistensi, dan pentingnya pendekatan personal dalam mendampingi anak-anak. Perkembangan kemampuan santri dari hari ke hari menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami.



Sebagai mahasiswa Psikologi, saya juga terlibat dalam program sosialisasi parenting di TPQ Al-Qodar yang membahas pentingnya pola asuh dalam perkembangan anak. Selain itu, kami menyelenggarakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini di Balai Desa yang membahas dampak psikologis dan sosial pernikahan dini serta pentingnya kesiapan mental dan pendidikan. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme dari masyarakat.



Dalam bidang sosial dan lingkungan, kami turut membantu pembagian bantuan beras, mendampingi musyawarah desa, melakukan kerja bakti di Sumber Dawuhan, menjaga kebersihan posko, serta memproduksi konten promosi untuk UMKM Teras Bakso. Keterlibatan dalam berbagai kegiatan tersebut mengajarkan kami bahwa pengabdian tidak selalu tentang program besar, tetapi juga tentang hadir dan membantu dalam hal-hal sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat.



Menjelang akhir masa KKM, kami melakukan persiapan penutupan dan evaluasi seluruh rangkaian kegiatan. Penutupan KKM berlangsung dengan lancar dan penuh rasa syukur. Momen pamitan kepada warga Dusun Gumul terasa hangat dan haru, karena selama 40 hari kami bukan hanya menjalankan program, tetapi juga membangun hubungan kekeluargaan.



Melalui pengalaman ini, saya belajar bahwa pengabdian adalah proses pembelajaran dua arah. Mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi, tetapi juga menerima pelajaran berharga tentang kebersamaan, kepedulian, tanggung jawab, dan nilai gotong royong yang kuat di tengah masyarakat desa. KKM menjadi ruang pembentukan karakter dan penguatan empati yang tidak akan tergantikan. Empat puluh hari di Dusun Gumul bukan sekadar bagian dari kewajiban akademik, melainkan perjalanan yang meninggalkan jejak makna dalam kehidupan saya.