Dalam kegiatan KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa), kelompok 37 berkesempatan mendampingi seorang CJH (Calon Jamaah Haji) berusia 72 tahun dengan riwayat hipertensi dan hiperurisemia. Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan hiperurisemia masih banyak dijumpai di masyarakat, khususnya pada kelompok usia lanjut yang menjadi salah satu faktor risiko. Kondisi ini membutuhkan suatu intervensi salah satunya dapat dilakukan dengan perubahan pola hidup sehat secara bertahap dan monitoring mingguan untuk mengetahui perkembangannya.
Kunjungan terhadap CJH dilaksanakan secara langsung di kediaman rumah CJH, yang dilakukan 1x per minggu selama 1 bulan dengan pemberian media intervensi yang terdiri dari poster, booklet, dan video edukasi. Media poster dan booklet berguna untuk memberikan edukasi terkait pengurangan konsumsi garam, makanan tinggi purin, serta konsumsi obat secara teratur sedangkan pemeriksaan monitoring mingguan untuk pemantauan. Pemeriksaan monitoring yang dilakukan antara lain pemeriksaan tekanan darah sebagai parameter HTN dan POCT (Point of Care Testing), seperti asam urat, gula darah, dan kolesterol yang dicatat di buku pemeriksaan kesehatan monitoring mingguan. Setiap hasil pemeriksaan yang dicatat akan dibandingkan dengan hasil minggu sebelumnya. Selain itu, juga dilakukan interpretasi hasil pemeriksaan mingguan kepada CJH dan edukasi lanjutan.
Seiring berjalannya waktu, terlihat adanya peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pola hidup sehat. Hal tersebut tampak dari adanya peningkatan pengisian booklet journaling harian, terkait penerapan pola makan sehat sesuai prinsip diet DASH, keteraturan dalam minum obat, dan aktivitas fisik rutin secara harian yang telah disesuaikan dengan kondisi kesehatan CJH.
Melalui pengalaman ini, saya menyadari bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan membangun komunikasi, hubungan, dan kepercayaan melalui sikap berempati, suportif, dan mendampingi dengan hati yang hangat.