3 months ago

Fermentasi Pupuk Kandang sebagai Program Unggulan KKM Fakultatif UIN Malang di Desa Ngenep

Header Image
DEDRICK FARROS RISQULLOH

230602110111 • KKM Unggulan Fakultatif • G.249

Program fermentasi pupuk kandang merupakan salah satu program kelompok KKM Fakultatif UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 249 yang dilaksanakan di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Kelompok Tani beserta para anggotanya, dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik yang aman, bernilai guna tinggi, dan ramah lingkungan.Pengelolaan pupuk kandang yang tepat menjadi aspek penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Selama ini, masyarakat Desa Ngenep sebenarnya telah mengenal konsep fermentasi pupuk kandang sejak lama, namun penerapannya masih terbatas pada pemahaman teoritis dan belum dilakukan secara optimal di lapangan. Akibatnya, pupuk kandang sering digunakan dalam kondisi mentah, yang justru berpotensi menimbulkan permasalahan bagi tanaman dan tanah.



Melalui proses fermentasi, senyawa organik kompleks dirombak menjadi unsur hara yang lebih sederhana dan siap diserap oleh tanaman. Fermentasi juga menyeimbangkan rasio karbon dan nitrogen (C/N), menghilangkan bau menyengat, serta menekan keberadaan patogen dan gulma, sehingga pupuk menjadi lebih stabil dan aman digunakan.Jenis pupuk kandang yang dimanfaatkan dalam kegiatan ini adalah pupuk kandang kambing, mengingat ketersediaannya yang melimpah di Desa Ngenep. Proses fermentasi diawali dengan pencampuran kotoran ternak dengan molase, EM4, pupuk urea, dan bahan pendukung lainnya. Campuran tersebut kemudian diatur kadar airnya hingga mencapai kondisi lembap optimal, yaitu sekitar 30--40 persen.



Selanjutnya, bahan ditumpuk di tempat yang teduh dan ditutup rapat menggunakan terpal untuk menciptakan kondisi anaerob. Proses fermentasi ini berlangsung kurang lebih selama satu bulan hingga pupuk matang.Pupuk kandang yang telah berhasil difermentasi ditandai dengan perubahan warna menjadi cokelat tua hingga kehitaman, tekstur yang remah, suhu yang stabil atau dingin, serta bau yang tidak lagi menyengat melainkan menyerupai aroma tanah. Kondisi ini menandakan pupuk telah matang dan siap diaplikasikan pada tanaman.