Kelompok Mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar program bimbingan belajar (bimbel) calistung (baca, tulis, hitung) bagi anak-anak usia dini di desa Sukopuro-Jabung. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai 28 April hingga 6 Mei 2025, setiap pukul 18.00 hingga 19.00 WIB. Program ini bukan sekadar pengabdian masyarakat, melainkan juga wujud nyata implementasi keilmuan mahasiswa jurusan keguruan yang ingin berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.
Bimbel calistung yang digagas oleh mahasiswa AM dari UIN Maliki Malang ini berangkat dari keprihatinan terhadap masih banyaknya anak-anak yang mengalami kesulitan dalam menguasai kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Padahal, calistung merupakan fondasi utama yang sangat menentukan keberhasilan anak dalam menempuh pendidikan di jenjang berikutnya
Sebagai mahasiswa yang berasal dari jurusan keguruan, para penggagas program merasa terpanggil untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah. “Kami ingin membuktikan bahwa ilmu pendidikan yang kami dapatkan bukan hanya teori, tetapi juga bisa diimplementasikan secara nyata di masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi media belajar bagi kami untuk memahami dinamika pembelajaran anak secara langsung,” ujar koordinator program
Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung adalah hak dasar setiap anak. Tanpa penguasaan calistung yang baik, anak-anak akan mengalami hambatan dalam memahami pelajaran lain di sekolah, bahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut berbagai penelitian, anak yang memiliki pondasi calistung yang kuat cenderung lebih percaya diri, mudah menyerap pelajaran, dan memiliki daya nalar yang lebih baik. Sebaliknya, anak yang tertinggal dalam calistung rentan mengalami kesulitan akademik yang berkelanjutan.
Permintaan akan bimbel calistung pun terus meningkat, seiring dengan kesadaran orang tua akan pentingnya pembelajaran tambahan yang lebih personal dan sesuai kebutuhan anak. Sistem pembelajaran di sekolah yang seragam seringkali belum mampu mengakomodasi keunikan dan kecepatan belajar masing-masing anak, sehingga bimbel menjadi solusi efektif untuk mengatasi kesenjangan tersebut
Bimbel calistung yang diadakan oleh mahasiswa UIN Maliki Malang ini dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Materi pembelajaran disusun secara sistematis, mulai dari pengenalan huruf dan angka, membaca suku kata, menulis kata sederhana, hingga berhitung dasar. Setiap sesi dikemas dalam bentuk permainan edukatif, lagu, cerita, dan aktivitas kelompok, sehingga anak-anak tidak merasa terbebani dan tetap antusias mengikuti pembelajaran.
Selain itu, pengajar juga memberikan perhatian khusus pada kebutuhan individu setiap anak. Anak yang mengalami kesulitan akan mendapatkan pendampingan lebih intensif, sementara anak yang sudah mahir diberi tantangan tambahan agar kemampuannya semakin terasah.
Sasaran utama program ini adalah anak-anak usia dini sampai siswa duduk di bangku Sekolah Dasar di desa Sukopuro-Jabung . Mereka merupakan kelompok usia emas yang sangat tepat untuk membangun pondasi calistung yang kokoh. Para orang tua menyambut antusias program ini, mengingat banyak di antara mereka yang merasa kesulitan mendampingi anak belajar calistung di rumah karena keterbatasan waktu dan kemampuan
Dampak positif dari program ini sudah mulai dirasakan. Anak-anak yang semula kurang percaya diri dalam membaca dan berhitung kini mulai berani mencoba dan menunjukkan kemajuan yang signifikan. Orang tua pun merasa terbantu dengan adanya bimbel ini, karena anak-anak mereka mendapatkan pendampingan belajar yang berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya mahal seperti bimbel komersial
Kurikulum yang digunakan dalam bimbel ini disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan masing-masing anak. Setiap akhir sesi, pengajar melakukan evaluasi melalui latihan soal, permainan edukatif, dan observasi langsung terhadap perkembangan anak. Hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk merancang strategi pembelajaran di sesi berikutnya, sehingga pembelajaran benar-benar efektif dan tepat sasaran
Program bimbel calistung ini menjadi bukti nyata sinergi antara ilmu yang diperoleh di kampus dengan pengabdian kepada masyarakat. UIN Maliki Malang, sebagai salah satu perguruan tinggi Islam negeri terkemuka di Indonesia, memang menekankan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman dalam setiap aktivitas mahasiswanya. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi pendidik yang profesional, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama
Bimbel calistung yang diinisiasi mahasiswa UIN Maliki Malang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan. Dengan membangun pondasi calistung yang kuat sejak dini, kita telah menanam benih-benih generasi literat yang siap menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, dan setiap insan terdidik memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga program serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat