Mengawali tahun baru dengan aksi nyata, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 183 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program penghijauan lahan pada Kamis (01/01/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pemanfaatan lahan kosong yang sebelumnya tidak terawat menjadi area pertanian produktif. Melalui inisiatif ini, mahasiswa KKM 183 berupaya menghidupkan kembali potensi sumber daya alam lokal demi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Langkah awal yang diambil oleh Kelompok 183 adalah menjalin kolaborasi strategis dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat. Kerjasama ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bibit sayuran berkualitas serta mendapatkan arahan teknis mengenai tata cara penanaman yang baik. BPP menyambut baik inisiatif mahasiswa dengan menyuplai berbagai jenis bibit sayuran, mulai dari cabai, sawi, hingga terong, yang dinilai cocok dengan kondisi tanah dan iklim di Desa Kalikatir.
Kondisi lahan yang sebelumnya merupakan tanah kosong tak berpenghuni menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa. Sebelum proses penanaman dimulai, anggota kelompok melakukan rekontruksi lahan untuk membersihkan gulma dan menggemburkan tanah. Transformasi lahan ini bukan sekadar upaya estetika, melainkan sebuah gerakan edukasi bagi masyarakat bahwa lahan sekecil apa pun dapat memiliki nilai ekonomis dan ekologis jika dikelola dengan tepat.
Proses penanaman yang berlangsung pada Kamis pagi tersebut melibatkan partisipasi aktif dari anggota KKM 183 dan beberapa tokoh masyarakat. Dengan bimbingan dari pihak BPP, mahasiswa mempraktikkan teknik penanaman yang efisien guna meminimalisir kegagalan tumbuh. Kegiatan ini diharapkan menjadi stimulan bagi warga desa untuk melanjutkan perawatan bibit tersebut hingga masa panen tiba, sehingga hasilnya dapat dinikmati bersama secara mandiri.
Ketua KKM Kelompok 183 menyampaikan bahwa program penghijauan ini merupakan salah satu pilar utama dalam pengabdian mereka. Selain mendukung ketahanan pangan keluarga di tingkat desa, penanaman bibit sayur ini juga berfungsi sebagai paru-paru kecil yang menyegarkan lingkungan sekitar. Mahasiswa berharap kehadiran mereka tidak hanya meninggalkan jejak fisik berupa kebun sayur, tetapi juga meninggalkan pola pikir inovatif dalam pemanfaatan lahan berkelanjutan.
Kegiatan yang ditutup dengan sesi diskusi santai bersama warga ini mendapat apresiasi positif. Melalui sinergi antara akademisi, instansi pemerintah seperti BPP, dan masyarakat, KKM 183 UIN Malang membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam membangun desa. Program ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku perkuliahan untuk menjawab tantangan nyata di tengah masyarakat.