Bicara tentang masa depan anak Indonesia, kita tidak hanya berbicara soal pendidikan, tetapi juga soal gizi dan kesehatan. Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum memahami bahwa kurangnya asupan gizi bisa berdampak permanen pada tumbuh kembang anak. Inilah yang disebut dengan stunting. Saat melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang, saya dan rekan-rekan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merasakan langsung bahwa kesadaran masyarakat tentang stunting masih perlu ditingkatkan. Karena itu, kami pun mengadakan sebuah program pengabdian masyarakat bertema "Sosialisasi Pencegahan Stunting" yang ditujukan kepada para wali murid MI Al Hayatul Islamiyah, salah satu madrasah yang menjadi mitra pengabdian kami.
Stunting bukan sekadar tubuh anak yang lebih pendek dari rata-rata. Ini adalah masalah pertumbuhan yang mengancam perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas anak di masa depan. Dan yang paling menyedihkan, banyak orang tua tidak menyadarinya sampai semuanya terlambat. Kami mengadakan acara dengan mengundang bidan dari puskesmas kedungkandang untuk menyampaikan materisosialisasi berdasarkan data dan referensi valid dari Kementerian Kesehatan. Penyampaian dilakukan dengan bahasa yang sederhana, tidak menggurui, dan dilengkapi dengan visual menarik agar mudah dipahami. Tujuan kami hanya satu: membangkitkan kesadaran orang tua agar lebih peduli terhadap pola makan, gizi seimbang, dan tumbuh kembang anak sejak dini.
Kegiatan ini disambut antusias. Para wali murid yang hadir tidak hanya mendengarkan, tapi juga aktif bertanya. Banyak dari mereka baru mengetahui bahwa faktor gizi dan lingkungan dalam 1.000 hari pertama kehidupan (dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun) sangat krusial. Beberapa ibu bahkan langsung menceritakan kondisi anak-anak mereka dengan nada cemas namun juga penuh harapan. Kami senang karena kehadiran kami tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga ruang aman untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama. Di akhir acara, kami membagikan brosur edukatif dan mengajak peserta membuat komitmen sederhana: memperbaiki pola makan keluarga, sesederhana apapun itu.
Program ini bukan proyek instan. Kami menyadari bahwa edukasi kesehatan seperti ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Tapi sebagai mahasiswa, kami ingin meninggalkan jejak kecil yang berarti. Kami percaya, dari satu keluarga yang sadar gizi, akan lahir anak-anak sehat yang mampu mengubah masa depan bangsa. Sebagaimana pesan yang kami bawa: "Gizi cukup, anak tumbuh hebat." Kami berharap, senyum anak-anak di Kedungkandang tetap cerah, langkah mereka ringan, dan masa depan mereka bebas dari jerat stunting. Karena sejatinya, mencegah stunting bukan hanya tugas tenaga medis, tapi tanggung jawab sosial kita semua.