3 months ago

Guyub Rukun dalam Aksi: Sinergi Warga Dusun Segelan Sidomulyo dan KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 dalam Kerja Bakti

Header Image
MOCHAMMAD NURIL AKHYAR EFFENDI

230401110089 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.114

Dalam beberapa pekan terakhir, Dusun Segelan Sidomulyo, Desa Balesari, kembali menunjukkan potret kuatnya tradisi gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan warganya. Di dusun ini, kerja bakti bukan dipahami sebagai kegiatan insidental semata, melainkan menjadi rutinitas kolektif yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Bahkan, kerja bakti dilaksanakan hampir setiap hari dengan sistem bergiliran antarblok. Konsistensi tersebut mencerminkan komitmen tinggi masyarakat dalam merawat lingkungan dan membangun fasilitas bersama. Pola kerja bakti yang terjadwal ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan pelaksanaan ini terlihat adanya kesetaraan gender dimana perempuan turut berperan aktif tidak hanya dalam dukungan logistik, tetapi juga dalam perencanaan kegiatan lapangan serta pengambilan keputusan. Keterlibatan seluruh masyarakat ini memperkuat partisipasi kolektif, nilai kebersamaan dan menciptakan lingkungan yang penuh semangat kebersamaan.



Tradisi gotong royong di Dusun Segelan Sidomulyo telah teruji melalui berbagai kegiatan pembangunan yang dilakukan secara swadaya oleh warga, salah satunya pada perbaikan dan pembangunan jalan desa yang sebelumnya mengalami kerusakan parah. Melalui kerja sama kolektif dan partisipasi aktif masyarakat, pembangunan jalan tersebut berhasil diwujudkan dan menjadi bukti nyata bahwa nilai kebersamaan di Dusun Segelan Sidomulyo bukan sekadar jargon, melainkan terimplementasi dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan warga. Kerja bakti dilaksanakan secara sukarela tanpa paksaan, dengan pembagian tugas yang berjalan alami di lapangan. Kelompok bapak-bapak umumnya menangani pekerjaan berat seperti mencangkul, mengecor, dan pekerjaan teknis lainnya, sementara para ibu turut berperan aktif membantu pekerjaan ringan, penataan lingkungan, serta menyiapkan konsumsi. Seluruh proses dilakukan bersama-sama, mencerminkan kuatnya solidaritas sosial dan semangat gotong royong yang terus terjaga di tengah masyarakat Dusun Segelan Sidomulyo .



Konsistensi kehadiran warga dalam setiap kegiatan kerja bakti menjadi kekuatan utama Dusun Segelan Sidomulyo , Desa Balesari. Tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan rasa memiliki yang kuat terhadap lingkungan serta hasil pembangunan yang dikerjakan secara bersama-sama. Konsistensi inilah yang kemudian mendorong keberlanjutan berbagai program pembangunan, sehingga dapat berjalan lancar dan berkesinambungan. Saat ini, gotong royong warga difokuskan pada pembangunan dan penataan taman lingkungan serta pembuatan dan perbaikan gorong-gorong sebagai kelanjutan dari pembangunan jalan yang telah dilakukan sebelumnya. Keberadaan taman di pinggir jalan diharapkan menjadi upaya peningkatan kualitas tampilan jalan desa, sementara gorong-gorong yang tertata dengan baik berfungsi untuk memperlancar aliran air dan mencegah terjadinya genangan. Dampaknya pun dapat langsung dirasakan masyarakat, baik dari sisi kenyamanan lingkungan maupun kemudahan akses.



Dalam konteks inilah, mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 hadir dan turut terlibat aktif bersama warga Dusun Segelan Sidomulyo. Kehadiran mahasiswa tidak sebatas melakukan pengamatan, melainkan diwujudkan melalui partisipasi langsung di lapangan dengan menyumbangkan tenaga dan membaur dalam setiap proses kegiatan kerja bakti. Mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 ikut mendukung kelancaran kegiatan dengan bekerja bersama masyarakat, sekaligus belajar dan beradaptasi dengan pola gotong royong yang telah lama mengakar. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berposisi sebagai mitra masyarakat yang mendukung kegiatan, tanpa mengambil alih peran utama warga yang selama ini menjadi penggerak pembangunan dusun.



Keterlibatan mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114  dalam kerja bakti rutin di Dusun Segelan Sidomulyo memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Bagi warga, kehadiran mahasiswa tidak hanya menambah tenaga kerja, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan pembangunan lingkungan. Sementara itu, mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114  menilai kegiatan ini memberi pengalaman sosial yang berharga, terutama dalam memahami secara langsung nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta praktik pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung turut mempererat hubungan sosial antara warga dan mahasiswa, sekaligus berkontribusi pada terciptanya lingkungan dusun yang semakin tertata dan nyaman. Ke depan, masyarakat Dusun Segelan Sidomulyo berharap tradisi kerja bakti yang telah mengakar ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh praktik baik pembangunan desa yang lahir dari kekuatan kolektif warga. Model kerja bakti rutin di Dusun Segelan Sidomulyo menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan efektif ketika digerakkan oleh kesadaran kolektif masyarakat, sementara bagi mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114, keterlibatan ini menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna serta bekal nilai sosial penting untuk kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.


3 months ago

Guyub Rukun dalam Aksi: Sinergi Warga Dusun Segelan Sidomulyo dan KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 dalam Kerja Bakti

Header Image
RANI AMBARWATI WISNU SOERATNO

230401110097 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.114

Dalam beberapa pekan terakhir, Dusun Segelan Sidomulyo, Desa Balesari, kembali menunjukkan potret kuatnya tradisi gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan warganya. Di dusun ini, kerja bakti bukan dipahami sebagai kegiatan insidental semata, melainkan menjadi rutinitas kolektif yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Bahkan, kerja bakti dilaksanakan hampir setiap hari dengan sistem bergiliran antarblok. Konsistensi tersebut mencerminkan komitmen tinggi masyarakat dalam merawat lingkungan dan membangun fasilitas bersama. Pola kerja bakti yang terjadwal ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan pelaksanaan ini terlihat adanya kesetaraan gender dimana perempuan turut berperan aktif tidak hanya dalam dukungan logistik, tetapi juga dalam perencanaan kegiatan lapangan serta pengambilan keputusan. Keterlibatan seluruh masyarakat ini memperkuat partisipasi kolektif, nilai kebersamaan dan menciptakan lingkungan yang penuh semangat kebersamaan.



Tradisi gotong royong di Dusun Segelan Sidomulyo telah teruji melalui berbagai kegiatan pembangunan yang dilakukan secara swadaya oleh warga, salah satunya pada perbaikan dan pembangunan jalan desa yang sebelumnya mengalami kerusakan parah. Melalui kerja sama kolektif dan partisipasi aktif masyarakat, pembangunan jalan tersebut berhasil diwujudkan dan menjadi bukti nyata bahwa nilai kebersamaan di Dusun Segelan Sidomulyo bukan sekadar jargon, melainkan terimplementasi dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan warga. Kerja bakti dilaksanakan secara sukarela tanpa paksaan, dengan pembagian tugas yang berjalan alami di lapangan. Kelompok bapak-bapak umumnya menangani pekerjaan berat seperti mencangkul, mengecor, dan pekerjaan teknis lainnya, sementara para ibu turut berperan aktif membantu pekerjaan ringan, penataan lingkungan, serta menyiapkan konsumsi. Seluruh proses dilakukan bersama-sama, mencerminkan kuatnya solidaritas sosial dan semangat gotong royong yang terus terjaga di tengah masyarakat Dusun Segelan Sidomulyo .



Konsistensi kehadiran warga dalam setiap kegiatan kerja bakti menjadi kekuatan utama Dusun Segelan Sidomulyo , Desa Balesari. Tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan rasa memiliki yang kuat terhadap lingkungan serta hasil pembangunan yang dikerjakan secara bersama-sama. Konsistensi inilah yang kemudian mendorong keberlanjutan berbagai program pembangunan, sehingga dapat berjalan lancar dan berkesinambungan. Saat ini, gotong royong warga difokuskan pada pembangunan dan penataan taman lingkungan serta pembuatan dan perbaikan gorong-gorong sebagai kelanjutan dari pembangunan jalan yang telah dilakukan sebelumnya. Keberadaan taman di pinggir jalan diharapkan menjadi upaya peningkatan kualitas tampilan jalan desa, sementara gorong-gorong yang tertata dengan baik berfungsi untuk memperlancar aliran air dan mencegah terjadinya genangan. Dampaknya pun dapat langsung dirasakan masyarakat, baik dari sisi kenyamanan lingkungan maupun kemudahan akses.



Dalam konteks inilah, mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 hadir dan turut terlibat aktif bersama warga Dusun Segelan Sidomulyo. Kehadiran mahasiswa tidak sebatas melakukan pengamatan, melainkan diwujudkan melalui partisipasi langsung di lapangan dengan menyumbangkan tenaga dan membaur dalam setiap proses kegiatan kerja bakti. Mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 ikut mendukung kelancaran kegiatan dengan bekerja bersama masyarakat, sekaligus belajar dan beradaptasi dengan pola gotong royong yang telah lama mengakar. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berposisi sebagai mitra masyarakat yang mendukung kegiatan, tanpa mengambil alih peran utama warga yang selama ini menjadi penggerak pembangunan dusun.



 



Keterlibatan mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114  dalam kerja bakti rutin di Dusun Segelan Sidomulyo memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Bagi warga, kehadiran mahasiswa tidak hanya menambah tenaga kerja, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan pembangunan lingkungan. Sementara itu, mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114  menilai kegiatan ini memberi pengalaman sosial yang berharga, terutama dalam memahami secara langsung nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta praktik pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung turut mempererat hubungan sosial antara warga dan mahasiswa, sekaligus berkontribusi pada terciptanya lingkungan dusun yang semakin tertata dan nyaman. Ke depan, masyarakat Dusun Segelan Sidomulyo berharap tradisi kerja bakti yang telah mengakar ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh praktik baik pembangunan desa yang lahir dari kekuatan kolektif warga. Model kerja bakti rutin di Dusun Segelan Sidomulyo menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan efektif ketika digerakkan oleh kesadaran kolektif masyarakat, sementara bagi mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114, keterlibatan ini menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna serta bekal nilai sosial penting untuk kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.