3 months ago

Hajj Fit & Nature Walk: Strategi Intervensi Kesehatan Berkelanjutan untuk Calon Jemaah Haji

Header Image
NURMASYITAH

230703110035 • KKM Unggulan Fakultatif • G.208

Dalam konteks persiapan ibadah haji, aspek Istitha'ah Kesehatan sering kali menjadi tantangan terbesar bagi calon jemaah, mengingat beratnya aktivitas fisik yang harus dijalani di Tanah Suci. Berangkat dari kesadaran akan urgensi tersebut, saya bersama rekan-rekan KKM Unggulan Fakultatif FKIK UIN Malang Kelompok 9 merancang sebuah program pendampingan kesehatan yang holistik bagi tiga Calon Jemaah Haji (CJH) di lokasi pengabdian kami. Fokus utama kami bukan sekadar pemantauan Kesehatan & intervensi Kesehatan melalui media, melainkan pada pembentukan strategi intervensi yang adaptif dan berkelanjutan, serta manajemen aktivitas fisik yang dapat dilakukan secara mandiri.



Implementasi strategi Nature Walk menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena inisiatif proaktif justru datang dari Bapak Almustain. Beliau secara antusias mengajak kami untuk menelusuri desa melalui aktivitas jalan pagi. Rute eksplorasi kami melewati jalur dengan kontur perbukitan yang cukup ekstrem dan menantang. Udara sejuk yang kaya oksigen, pemandangan asri desa yang sangat memukau membuat semangat pantang mundur. Di bawah pimpinan langkah beliau, kami menempuh jarak 4,24 km dalam durasi 42 menit. Bagi saya pribadi, ini adalah pengalaman perdana berolahraga di medan perbukitan yang memberikan rasa lega dan syukur mendalam; melihat bagaimana Bapak Almustain begitu semangat memimpin perjalanan menjadi validasi nyata atas ketahanan fisik beliau yang luar biasa.



Kami juga mengimplementasikan strategi kedua berupa home-based exercise yang kami beri tajuk "Hajj Fit Workouts for Obese". Program ini dipraktikkan secara intensif di kediaman Ibu Umi dan Ibu Rohmatul. Sebagai pemandu program, saya merancang gerakan senam ini berdasarkan riset dengan prinsip low impact namun efektif dalam pembakaran kalori, sehingga aman bagi individu dengan berat badan berlebih dan minim risiko cedera sendi. Tujuannya adalah menciptakan rutinitas yang inklusif dan fleksibel. Hal ini terbukti dari respons Ibu Rohmatul, seorang guru dengan mobilitas tinggi, yang menyampaikan bahwa senam ini sangat bermanfaat secara personal karena durasinya yang efisien memungkinkan beliau untuk tetap berolahraga di tengah padatnya aktivitas mengajar sehari-hari.



Demikian rangkaian program ini diharapkan tidak berhenti seiring berakhirnya masa KKM kami. Esensi dari program ini adalah keberlanjutan (sustainability), di mana pola hidup sehat yang telah terbentuk dapat terus diterapkan secara mandiri oleh Bapak Almustain, Ibu Umi, dan Ibu Rohmatul hingga keberangkatan mereka ke Tanah Suci, bahkan setelah kembali ke tanah air. Intervensi kesehatan ini adalah bentuk kontribusi akademis sekaligus sosial kami dalam mempersiapkan fisik jemaah agar dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk dan prima.