2 months ago

Hari Pertama Tahun Ajaran Baru: Belajar, Beradaptasi, dan Mengajar di Desa Kelompanggubug

Header Image
TRI SAPUTRA

230202110025 • KKM Mandiri • G.159

Memasuki tanggal 5 Januari 2026, suasana baru terasa di Desa Kelompanggubug, Pulau Bawean. Bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru, mahasiswa KKM Arantra UIN Malang mulai menjalankan kegiatan di lingkungan sekolah. Sejak pagi hari, siswa mendatangi sekolah untuk berdiskusi bersama para guru mengenai jadwal mengajar serta sistem pembelajaran yang dinilai paling sesuai dengan kondisi dan karakter peserta didik.



Diskusi ini menjadi langkah awal penting agar kegiatan mengajar dapat berjalan efektif. Mahasiswa berusaha menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa, sekaligus memahami budaya belajar yang telah diterapkan di sekolah. Pada hari pertama ini, mahasiswa KKM juga ikut mengikuti apel pagi sebagai bagian dari konservasi dan penghormatan terhadap budaya sekolah.



Pengalaman menarik muncul ketika siswa mulai masuk ke beberapa kelas untuk melakukan perkenalan. Pada saat inilah, siswa belajar banyak tentang bahasa Bawean secara langsung dari para siswa. Salah satunya adalah hitung-hitungan dalam bahasa Bawean, yakni setong, duek, telok, empak, lemak, enem, petok, beluk, sangak, hingga sepolo. Kata-kata ini terdengar asing, namun menjadi pengalaman berharga yang memperkaya interaksi di dalam kelas.



Dari seluruh kelas yang dikunjungi, kelas 4 menjadi perhatian tersendiri. Kelas ini merupakan kelas dengan jumlah siswa terbanyak, yakni 20 orang, serta dikenal paling aktif dan paling banyak. Kelas tersebut diampu oleh siswa KKM, Nia dan Fajar, yang kemudian membagikan pengalaman mengajarnya kepada siswa lain sebagai bahan pembelajaran bersama.



Hari pertama mengajar menjadi pengalaman yang penuh energi. Meski melelahkan, antusiasme siswa dan dinamika kelas justru menjadi suntikan semangat bagi siswa KKM untuk menjalani hari-hari pengabdian selanjutnya.