3 months ago

Islamic Festival Belajar Nilai Islam Dengan Cara Menyenangkan

Header Image
DWI ANANDA PUTRI

230301110003 • KKM Unggulan Pusat Pesantren dan Kawasan • G.260

Festival Anak Sholeh, Cara Seru Menanamkan Nilai Islam Sejak Dini . Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sering kali menjadi ruang belajar yang tidak hanya mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat, tetapi juga membuka cara pandang baru tentang pendidikan dan pembinaan karakter. Salah satu kegiatan  kelompok KKM UIN Malang di Desa Badal adalah Islamic Festival, sebuah kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan semangat keagamaan sekaligus mengembangkan bakat dan minat anak-anak sejak usia dini.



 



Islamic Festival ini dilaksanakan pada Ahad, 1 Februari 2026, bertempat di Aula PPSM Banin Banat Al Mubtadi'ien. Sejak awal kegiatan, antusiasme anak-anak sudah terasa. Mereka datang dengan wajah ceria, penuh semangat, dan tidak sedikit yang tampak berlatih terlebih dahulu sebelum mengikuti lomba. Kegiatan ini didukung oleh Pengurus lembaga, serta mahasiswa KKM yang saling bekerja sama demi kelancaran acara.



 



Berbagai lomba islami digelar dalam festival ini, mulai dari lomba mewarnai, lomba adzan, hingga lomba tartil Al-Qur'an. Agar kegiatan berjalan tertib dan sesuai dengan kemampuan peserta, panitia membagi kategori lomba berdasarkan jenjang usia. Lomba mewarnai diikuti oleh peserta maksimal kelas 1 SD, lomba adzan untuk peserta maksimal kelas 3 SD, dan lomba tartil Al-Qur'an untuk peserta maksimal kelas 4 SD.



 



Antusiasme peserta juga terlihat dari tanggapan anak-anak yang mengikuti lomba. Salah satu peserta lomba, Areza, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.



"Saya senang bisa ikut lomba di Festival Anak Sholeh ini. Kegiatannya seru dan membuat saya lebih berani tampil di depan teman-teman," ujar Areza.



Selama kegiatan berlangsung, kami sebagai mahasiswa KKM turut terlibat aktif, mulai dari persiapan acara, mendampingi peserta, hingga membantu teknis pelaksanaan lomba. Dari dekat, saya melihat bagaimana anak-anak menikmati setiap prosesnya. Mereka tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar berani tampil, mendengarkan arahan, dan menghargai usaha teman-temannya.



 



Dari pengalaman ini, saya sampai pada satu refleksi penting bahwa pendidikan nilai keislaman tidak selalu harus disampaikan dengan cara yang serius dan formal. Melalui kegiatan yang menyenangkan dan partisipatif seperti Festival Anak Sholeh, nilai-nilai agama dapat diterima anak-anak dengan lebih alami dan membekas. Anak-anak belajar tentang Islam sambil bermain, berkarya, dan mengekspresikan diri.



 



Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi cermin bahwa ruang-ruang kreatif berbasis keagamaan masih sangat dibutuhkan, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Festival Anak Sholeh bukan sekadar lomba, tetapi menjadi sarana pembinaan karakter, penanaman kepercayaan diri, serta penguatan identitas religius sejak dini.



 



Bagi saya pribadi, kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman paling bermakna selama menjalani KKM. Bukan hanya karena berhasil menjalankan program kerja, tetapi karena saya belajar bahwa kontribusi kecil jika dilakukan dengan niat dan pendekatan yang tepat dapat memberi dampak positif bagi masyarakat. Islamic Festival di Desa Badal menjadi pengingat bahwa membangun generasi berakhlak tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari langkah sederhana yang dilakukan bersama dan penuh keikhlasan.



 



 



 



Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Islamic Festifal Belajar Nilai Islam Dengan Cara Menyenangkan", Klik untuk baca:



https://www.kompasiana.com/kkmbaswarasaraswati4439/69815152ed6415260474e912/islamic-festifal-belajar-nilai-islam-dengan-cara-menyenangkan



 



Kreator: KKM Baswara Saraswati



 


3 months ago

Islamic Festival Belajar Nilai Islam Dengan Cara Menyenangkan

Header Image
SYLMIYA SALSABILA PUTRI

230204110065 • KKM Unggulan Pusat Pesantren dan Kawasan • G.260

 



Festival Anak Sholeh, Cara Seru Menanamkan Nilai Islam Sejak Dini . Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sering kali menjadi ruang belajar yang tidak hanya mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat, tetapi juga membuka cara pandang baru tentang pendidikan dan pembinaan karakter. Salah satu kegiatan  kelompok KKM UIN Malang di Desa Badal adalah Islamic Festival, sebuah kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan semangat keagamaan sekaligus mengembangkan bakat dan minat anak-anak sejak usia dini.



Islamic Festival ini dilaksanakan pada Ahad, 1 Februari 2026, bertempat di Aula PPSM Banin Banat Al Mubtadi'ien. Sejak awal kegiatan, antusiasme anak-anak sudah terasa. Mereka datang dengan wajah ceria, penuh semangat, dan tidak sedikit yang tampak berlatih terlebih dahulu sebelum mengikuti lomba. Kegiatan ini didukung oleh Pengurus lembaga, serta mahasiswa KKM yang saling bekerja sama demi kelancaran acara.



Berbagai lomba islami digelar dalam festival ini, mulai dari lomba mewarnai, lomba adzan, hingga lomba tartil Al-Qur'an. Agar kegiatan berjalan tertib dan sesuai dengan kemampuan peserta, panitia membagi kategori lomba berdasarkan jenjang usia. Lomba mewarnai diikuti oleh peserta maksimal kelas 1 SD, lomba adzan untuk peserta maksimal kelas 3 SD, dan lomba tartil Al-Qur'an untuk peserta maksimal kelas 4 SD.



Antusiasme peserta juga terlihat dari tanggapan anak-anak yang mengikuti lomba. Salah satu peserta lomba, Areza, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

"Saya senang bisa ikut lomba di Festival Anak Sholeh ini. Kegiatannya seru dan membuat saya lebih berani tampil di depan teman-teman," ujar Areza.



 



Selama kegiatan berlangsung, kami sebagai mahasiswa KKM turut terlibat aktif, mulai dari persiapan acara, mendampingi peserta, hingga membantu teknis pelaksanaan lomba. Dari dekat, saya melihat bagaimana anak-anak menikmati setiap prosesnya. Mereka tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar berani tampil, mendengarkan arahan, dan menghargai usaha teman-temannya.



Dari pengalaman ini, saya sampai pada satu refleksi penting bahwa pendidikan nilai keislaman tidak selalu harus disampaikan dengan cara yang serius dan formal. Melalui kegiatan yang menyenangkan dan partisipatif seperti Festival Anak Sholeh, nilai-nilai agama dapat diterima anak-anak dengan lebih alami dan membekas. Anak-anak belajar tentang Islam sambil bermain, berkarya, dan mengekspresikan diri.



Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi cermin bahwa ruang-ruang kreatif berbasis keagamaan masih sangat dibutuhkan, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Festival Anak Sholeh bukan sekadar lomba, tetapi menjadi sarana pembinaan karakter, penanaman kepercayaan diri, serta penguatan identitas religius sejak dini. 



saya pribadi, kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman paling bermakna selama menjalani KKM. Bukan hanya karena berhasil menjalankan program kerja, tetapi karena saya belajar bahwa kontribusi kecil jika dilakukan dengan niat dan pendekatan yang tepat dapat memberi dampak positif bagi masyarakat. Islamic Festival di Desa Badal menjadi pengingat bahwa membangun generasi berakhlak tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari langkah sederhana yang dilakukan bersama dan penuh keikhlasan.