Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Lewat KKM, mahasiswa tidak hanya diajak untuk terjun langsung ke lingkungan sosial, tetapi juga belajar berinteraksi, berbagi ilmu, dan merasakan kehidupan masyarakat secara utuh. Di antara banyak program yang dijalankan, salah satu yang paling berkesan adalah mengajar di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an), seperti yang dilakukan di Majlis Syifaul Arifiyah, tempat berlangsungnya KKM ini.Terletak di lingkungan yang religius dan aktif dalam kegiatan keislaman, Majlis Syifaul Arifiyah menjadi tempat yang tepat untuk menjalankan program kerja berbasis keagamaan. Terlebih lagi, KKM ini dilaksanakan bertepatan dengan bulan Ramadan---bulan yang penuh berkah dan momen terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan.
Malam selepas salat Tarawih, mahasiswa KKM bersiap menuju area TPQ di sekitar masjid tempat masyarakat berkumpul untuk tadarus. Di sinilah kegiatan pengajaran Al-Qur'an dimulai. Anak-anak dari berbagai usia mulai berdatangan, membawa mushaf dan semangat belajar yang luar biasa. Para mahasiswa bertugas membantu mengajarkan:
- Membaca Iqra' dan Al-Qur'an bagi yang masih pemula
- Membetulkan bacaan dan memperkenalkan hukum tajwid
- Menghafal surat-surat pendek
- Mengajarkan doa-doa harian serta nilai adab Islami
Meskipun waktu mengajar berlangsung malam hari dan fisik mulai letih setelah seharian berpuasa, semangat para mahasiswa tak pernah padam. Senyuman anak-anak dan antusiasme mereka dalam belajar menjadi penyemangat tersendiri. Suasana TPQ malam hari terasa begitu hangat, dengan lantunan ayat suci yang mengalun di antara kesederhanaan ruang belajar dan suasana Ramadan yang syahdu.
Setelah sesi mengajar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas Ramadan yang menghidupkan malam dengan Al-Qur'an. Mahasiswa KKM tidak hanya mengajar, tetapi juga ikut larut dalam kekhusyukan tadarus, membaca Al-Qur'an bersama masyarakat sekitar.
Tadarus menjadi sarana spiritual yang tidak hanya mempererat hubungan dengan Al-Qur'an, tetapi juga dengan masyarakat sekitar. Mahasiswa menjadi lebih akrab, dihargai, dan diakui kehadirannya karena turut serta dalam kegiatan keagamaan masyarakat secara aktif.