Selama pelaksanaan KKM HIPE 2026 ini, saya mendapatkan pengalaman berharga melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pendampingan Calon Jamaah Haji (CJH) di salah satu kecamatan di Kota Batu, tepatnya di Kecamatan Bumiaji. Salah satu kegiatan yang paling berkesan bagi saya adalah aktivitas jalan pagi bersama CJH sebagai bagian dari program intervensi peningkatan aktivitas fisik ringan dalam persiapan ibadah haji.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Rangkaian ibadah yang panjang, jarak tempuh yang tidak sedikit, serta kondisi cuaca yang berbeda dengan di tanah air menuntut CJH untuk memiliki daya tahan tubuh yang baik. Namun, tidak semua CJH terbiasa melakukan aktivitas fisik secara rutin. Oleh karena itu, jalan pagi dipilih sebagai bentuk aktivitas fisik ringan yang aman, mudah dilakukan, dan sesuai dengan kondisi mayoritas CJH.
Pada minggu ketiga, tepatnya tanggal 11 Januari 2026, kami berkumpul bersama CJH dan memulai kegiatan dengan pemeriksaan kesehatan rutin yakni pemeriksaan TTV yang kemudian dilanjutkan dengan jalan bersama dengan rute yang ditentukan oleh CJH. Rute jalan pagi dimulai langsung dari rumah CJH dan dilanjutkan menyusuri jalan desa yang dikelilingi kebun-kebun bunga. Jalur yang dilalui memiliki kontur naik dan turun, sehingga memberikan latihan fisik alami yang yanpa terasa terlalu melelahkan. Pemandangan kebun bunga yang berwarna-warni serta udara yang segar membuat suasana berjalan menjadi lebih menyenangkan dan jauh dari kesan monoton.
Di tengah perjalanan, kami sempat singgah di salah satu tempat wisata lokal. Disana, CJH beristirahat sejenak sambil menikmati suasana dan memberi makan ikan. Momen ini menjadi jeda yang menyenangkan, tidak hanya untuk memulihkan tenaga, tetapi juga sebagai sarana relaksasi dan mempererat interaksi. Setelah itu, perjalanan kembali dilanjutkan hingga akhirnya kembali ke rumah CJH.
Secara keseluruhan, jarak tempuh kegiatan jalan pagi ini mencapai sekitar 8 kilometer. Jarak tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kondisi fisik CJH agar tetap memberikan manfaat kesehatan tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan. Melalui kegiatan ini, aktivitas fisik ringan dapat dikemas secara rekreatif, menyenangkan, dan berkelanjutan.
Bagi saya pribadim kegiatan jalan pagi bersama CJH bukan sekedar menjalankan program kerja KKM, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran yang beramakna. Saya belajar bahwa intervensi kesehatan tidak selalu harus kompleks. Langkah sederhana seperti berjalan kaki secara rutin dapat memberikan dampak positif, baik secara fisik maupun psikologis. CJH terlihat bersemangat, lebih percaya diri terhadap kesiapan fisiknya, dan mulai menyadari pentingnya menjaga aktivitas fisik secara konsisten.
KKM mengajarkan saya bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga tentang hadir, berjalan bersama, dan tumbuh bersama. Dari setiap langkah kecil dalam jalan pagi ini, tersimpan harapan besar agar para CH dapat menjalankan ibadah haji dengan kondisi fisik yang lebih siap dan hati yang lebih tenang.