Udara sejuk Kota Batu menyelimuti kegiatan jalan sehat bersama calon jamaah haji, Bapak Husnul dan Ibu Siti. Dengan titik kumpul di Rumah Dinas Wali Kota Batu, kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok 14 HIPE KKM Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai bentuk pendampingan kesehatan jamaah haji menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Meskipun dilakukan secara sederhana dan hanya diikuti oleh satu pasangan, kegiatan jalan sehat ini tetap berjalan dengan lancar dan penuh makna. Jalan sehat dipilih sebagai aktivitas fisik ringan yang aman dan mudah dilakukan dalam rangka persiapan kesehatan haji, terutama bagi calon jamaah yang membutuhkan kondisi fisik prima.
Kegiatan jalan sehat calon jamaah haji Kota Batu ini dirancang dengan tempo santai dan rute yang disesuaikan dengan kemampuan peserta. Selama kegiatan berlangsung, Bapak Husnul dan Ibu Siti berjalan berdampingan, saling memberi dukungan, serta beristirahat secara berkala. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik sederhana dapat dilakukan dengan nyaman jika disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Sebagai bagian dari persiapan kesehatan jamaah haji, jalan sehat memiliki manfaat dalam menjaga kebugaran, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu calon jamaah membiasakan aktivitas fisik rutin sebelum menjalani ibadah haji yang menuntut stamina optimal.
Bagi kami sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar langsung di masyarakat. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada upaya promotif dan preventif. Melalui kegiatan jalan sehat, mahasiswa belajar menyampaikan edukasi kesehatan dengan pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan empatik.
Di sela kegiatan, kami mahasiswa KKM FKIK UIN Malang juga memberikan edukasi singkat terkait pentingnya aktivitas fisik, istirahat yang cukup, serta kesadaran akan istitha’ah kesehatan sebagai bagian penting dari persiapan ibadah haji.
Kegiatan jalan sehat bersama calon jamaah haji di Kota Batu memberikan refleksi penting bahwa pengabdian kesehatan dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Meski hanya diikuti satu pasangan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan kesehatan jamaah haji tidak selalu harus dilakukan dalam skala besar untuk memberi dampak positif.
Di akhir kegiatan, senyum dan rasa puas terlihat dari Bapak Husnul dan Ibu Siti. Bagi kami mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa peran tenaga kesehatan di masa depan bukan hanya sebagai pemberi layanan, tetapi juga sebagai pendamping masyarakat. Jalan sehat ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan calon jamaah haji yang sehat, siap, dan optimal dalam menjalankan ibadah.