1 week ago

Kajian Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan: KH. Achmad Fadlan Ingatkan 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa

Header Image
DWI ANI RISNAWATI

230104110083 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.561

Pakijangan – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur'an, Masjid Nurul Huda Pakijangan menyelenggarakan kegiatan kajian keislaman pada Jumat malam, 06 Maret 2026 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H. Acara yang berlangsung setelah shalat Tarawih ini menghadirkan KH. Achmad Fadlan, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pandean, Sengonagung, sebagai pemateri utama.



Persiapan Matang Jelang Acara



Sebelum pelaksanaan, pada pukul 12.30 WIB telah digelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, beserta dua anggota takmir lainnya. Dari pihak mahasiswa, turut hadir lima orang perwakilan yang terdiri dari sekretaris, dua orang dari sie acara, dan satu orang dari divisi humas. Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan acara agar berjalan lancar dan khidmat.



Rangkaian Acara yang Khidmat



Kegiatan dibuka oleh dua mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertindak sebagai pembawa acara, yakni Afrizatun Nuriyah dan Dwi Ani Risnawati. Keduanya memandu jalannya malam kajian dengan penuh ketenangan dan kefasihan. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an serta mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap momen Ramadhan yang penuh berkah ini. Setelah sambutan selesai dilaksanakan penyerahan cinderamata berupa sertifikat penghargaan dari Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, kepada KH. Achmad Fadlan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kehadiran beliau dalam acara tersebut.



Mauidhoh Hasanah: 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa



Puncak acara adalah penyampaian Mauidhoh Hasanah oleh KH. Achmad Fadlan. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas lima perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa, sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Ad-Dailami dan juga dicantumkan dalam Kitab Ihya Ulumuddin Juz 1 karya Imam Al-Ghazali. Rasulullah SAW bersabda: "Khamsun yufthiru ash-sha'im: al-kadzibu, wal ghibatu, wan namiimatu, wal yamiinul kaadzibah, wan nadzhooru bi syahwatin." "Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa: berdusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat." (HR. Ad-Dailami)



Kelima perkara tersebut dipaparkan KH. Achmad Fadlan secara mendalam:




  1. Ghibah – membicarakan keburukan atau aib orang lain, meskipun apa yang dibicarakan itu benar adanya.

  2. Namimah – mengadu domba, yakni menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan niat menimbulkan perselisihan dan fitnah.

  3. Dusta – menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Allah SWT tidak membutuhkan puasanya orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta.

  4. Pandangan Syahwat – memandang lawan jenis yang bukan mahram dengan penuh nafsu, yang dapat mengundang dosa dan menodai kesucian ibadah puasa.

  5. Sumpah Palsu – bersumpah dengan kebohongan, yang dalam istilah fikih disebut al-yamin al-ghamus, karena dapat menenggelamkan pelakunya ke dalam neraka apabila tidak bertaubat.



Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih diri untuk menjaga lisan, pandangan, dan hati dari segala yang dilarang Allah SWT. Jamaah yang hadir tampak menyimak dengan penuh khusyuk dan antusias. Di sela-sela pengajian, jamaah pun mendapatkan roti dan minuman sebagai bentuk keramahan panitia, menambah suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.



Doa Penutup dan Sesi Foto Bersama



Memasuki penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama menundukkan kepala memanjatkan doa kepada Allah SWT, yang dipimpin langsung oleh KH. Achmad Fadlan. Doa dipanjatkan agar ilmu yang telah disampaikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara KH. Achmad Fadlan dan jajaran takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Ketua Takmir, Bapak Ridho Firman Hidayat, yang diabadikan dalam dokumentasi sebagai kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini. Kegiatan Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk semakin mempererat hubungan dengan Al-Qur'an serta menjaga kualitas ibadah di bulan Ramadhan yang mulia. (red)



 



 


1 week ago

Kajian Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan: KH. Achmad Fadlan Ingatkan 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa

Header Image
ASYIQOTUL MASFUFAH

230102110126 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.561

Pakijangan – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur'an, Masjid Nurul Huda Pakijangan menyelenggarakan kegiatan kajian keislaman pada Jumat malam, 06 Maret 2026 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H. Acara yang berlangsung setelah shalat Tarawih ini menghadirkan KH. Achmad Fadlan, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pandean, Sengonagung, sebagai pemateri utama.



Persiapan Matang Jelang Acara



Sebelum pelaksanaan, pada pukul 12.30 WIB telah digelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, beserta dua anggota takmir lainnya. Dari pihak mahasiswa, turut hadir lima orang perwakilan yang terdiri dari sekretaris, dua orang dari sie acara, dan satu orang dari divisi humas. Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan acara agar berjalan lancar dan khidmat.



Rangkaian Acara yang Khidmat



Kegiatan dibuka oleh dua mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertindak sebagai pembawa acara, yakni Afrizatun Nuriyah dan Dwi Ani Risnawati. Keduanya memandu jalannya malam kajian dengan penuh ketenangan dan kefasihan. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an serta mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap momen Ramadhan yang penuh berkah ini. Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan cinderamata berupa sertifikat penghargaan dari Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, kepada KH. Achmad Fadlan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kehadiran beliau dalam acara tersebut.



Mauidhoh Hasanah: 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa



Puncak acara adalah penyampaian Mauidhoh Hasanah oleh KH. Achmad Fadlan. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas lima perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa, sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Ad-Dailami dan juga dicantumkan dalam Kitab Ihya Ulumuddin Juz 1 karya Imam Al-Ghazali. Rasulullah SAW bersabda:



"Khamsun yufthiru ash-sha'im: al-kadzibu, wal ghibatu, wan namiimatu, wal yamiinul kaadzibah, wan nadzhooru bi syahwatin." "Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa: berdusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat." (HR. Ad-Dailami)



Kelima perkara tersebut dipaparkan KH. Achmad Fadlan secara mendalam:




  1. Ghibah – membicarakan keburukan atau aib orang lain, meskipun apa yang dibicarakan itu benar adanya.

  2. Namimah – mengadu domba, yakni menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan niat menimbulkan perselisihan dan fitnah.

  3. Dusta – menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Allah SWT tidak membutuhkan puasanya orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta.

  4. Pandangan Syahwat – memandang lawan jenis yang bukan mahram dengan penuh nafsu, yang dapat mengundang dosa dan menodai kesucian ibadah puasa.

  5. Sumpah Palsu – bersumpah dengan kebohongan, yang dalam istilah fikih disebut al-yamin al-ghamus, karena dapat menenggelamkan pelakunya ke dalam neraka apabila tidak bertaubat.



Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih diri untuk menjaga lisan, pandangan, dan hati dari segala yang dilarang Allah SWT. Jamaah yang hadir tampak menyimak dengan penuh khusyuk dan antusias. Di sela-sela pengajian, jamaah pun mendapatkan roti dan minuman sebagai bentuk keramahan panitia, menambah suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.



Doa Penutup dan Sesi Foto Bersama



Memasuki penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama menundukkan kepala memanjatkan doa kepada Allah SWT, yang dipimpin langsung oleh KH. Achmad Fadlan. Doa dipanjatkan agar ilmu yang telah disampaikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara KH. Achmad Fadlan dan jajaran takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Ketua Takmir, Bapak Ridho Firman Hidayat, yang diabadikan dalam dokumentasi sebagai kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini. Kegiatan Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk semakin mempererat hubungan dengan Al-Qur'an serta menjaga kualitas ibadah di bulan Ramadhan yang mulia. (red)


1 week ago

Kajian Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan: KH. Achmad Fadlan Ingatkan 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa

Header Image
CAHYA MAULIDIAN NABINA

230101110015 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.561

Pakijangan – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur'an, Masjid Nurul Huda Pakijangan menyelenggarakan kegiatan kajian keislaman pada Jumat malam, 06 Maret 2026 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H. Acara yang berlangsung setelah shalat Tarawih ini menghadirkan KH. Achmad Fadlan, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pandean, Sengonagung, sebagai pemateri utama.



Persiapan Matang Jelang Acara



Sebelum pelaksanaan, pada pukul 12.30 WIB telah digelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, beserta dua anggota takmir lainnya. Dari pihak mahasiswa, turut hadir lima orang perwakilan yang terdiri dari sekretaris, dua orang dari sie acara, dan satu orang dari divisi humas. Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan acara agar berjalan lancar dan khidmat.



Rangkaian Acara yang Khidmat



Kegiatan dibuka oleh dua mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertindak sebagai pembawa acara, yakni Afrizatun Nuriyah dan Dwi Ani Risnawati. Keduanya memandu jalannya malam kajian dengan penuh ketenangan dan kefasihan.



Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an serta mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap momen Ramadhan yang penuh berkah ini.



Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan cinderamata berupa sertifikat penghargaan dari Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, kepada KH. Achmad Fadlan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kehadiran beliau dalam acara tersebut.



Mauidhoh Hasanah: 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa



Puncak acara adalah penyampaian Mauidhoh Hasanah oleh KH. Achmad Fadlan. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas lima perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa, sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Ad-Dailami dan juga dicantumkan dalam Kitab Ihya Ulumuddin Juz 1 karya Imam Al-Ghazali. Rasulullah SAW bersabda:



"Khamsun yufthiru ash-sha'im: al-kadzibu, wal ghibatu, wan namiimatu, wal yamiinul kaadzibah, wan nadzhooru bi syahwatin." "Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa: berdusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat." (HR. Ad-Dailami)



Kelima perkara tersebut dipaparkan KH. Achmad Fadlan secara mendalam:




  1. Ghibah – membicarakan keburukan atau aib orang lain, meskipun apa yang dibicarakan itu benar adanya.

  2. Namimah – mengadu domba, yakni menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan niat menimbulkan perselisihan dan fitnah.

  3. Dusta – menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Allah SWT tidak membutuhkan puasanya orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta.

  4. Pandangan Syahwat – memandang lawan jenis yang bukan mahram dengan penuh nafsu, yang dapat mengundang dosa dan menodai kesucian ibadah puasa.

  5. Sumpah Palsu – bersumpah dengan kebohongan, yang dalam istilah fikih disebut al-yamin al-ghamus, karena dapat menenggelamkan pelakunya ke dalam neraka apabila tidak bertaubat.



Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih diri untuk menjaga lisan, pandangan, dan hati dari segala yang dilarang Allah SWT. Jamaah yang hadir tampak menyimak dengan penuh khusyuk dan antusias. Di sela-sela pengajian, jamaah pun mendapatkan roti dan minuman sebagai bentuk keramahan panitia, menambah suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.



Doa Penutup dan Sesi Foto Bersama



Memasuki penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama menundukkan kepala memanjatkan doa kepada Allah SWT, yang dipimpin langsung oleh KH. Achmad Fadlan. Doa dipanjatkan agar ilmu yang telah disampaikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.



Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara KH. Achmad Fadlan dan jajaran takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Ketua Takmir, Bapak Ridho Firman Hidayat, yang diabadikan dalam dokumentasi sebagai kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini.



Kegiatan Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk semakin mempererat hubungan dengan Al-Qur'an serta menjaga kualitas ibadah di bulan Ramadhan yang mulia.


1 week ago

Kajian Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan: KH. Achmad Fadlan Ingatkan 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa

Header Image
NOVI DWI PUSPITASARI

230102110124 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.561

Pakijangan – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur'an, Masjid Nurul Huda Pakijangan menyelenggarakan kegiatan kajian keislaman pada Jumat malam, 06 Maret 2026 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H. Acara yang berlangsung setelah shalat Tarawih ini menghadirkan KH. Achmad Fadlan, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pandean, Sengonagung, sebagai pemateri utama.



Persiapan Matang Jelang Acara



Sebelum pelaksanaan, pada pukul 12.30 WIB telah digelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, beserta dua anggota takmir lainnya. Dari pihak mahasiswa, turut hadir lima orang perwakilan yang terdiri dari sekretaris, dua orang dari sie acara, dan satu orang dari divisi humas. Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan acara agar berjalan lancar dan khidmat.



Rangkaian Acara yang Khidmat



Kegiatan dibuka oleh dua mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertindak sebagai pembawa acara, yakni Afrizatun Nuriyah dan Dwi Ani Risnawati. Keduanya memandu jalannya malam kajian dengan penuh ketenangan dan kefasihan.



Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an serta mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap momen Ramadhan yang penuh berkah ini.



Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan cinderamata berupa sertifikat penghargaan dari Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, kepada KH. Achmad Fadlan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kehadiran beliau dalam acara tersebut.



Mauidhoh Hasanah: 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa



Puncak acara adalah penyampaian Mauidhoh Hasanah oleh KH. Achmad Fadlan. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas lima perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa, sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Ad-Dailami dan juga dicantumkan dalam Kitab Ihya Ulumuddin Juz 1 karya Imam Al-Ghazali. Rasulullah SAW bersabda:



"Khamsun yufthiru ash-sha'im: al-kadzibu, wal ghibatu, wan namiimatu, wal yamiinul kaadzibah, wan nadzhooru bi syahwatin." "Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa: berdusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat." (HR. Ad-Dailami)



Kelima perkara tersebut dipaparkan KH. Achmad Fadlan secara mendalam:




  1. Ghibah – membicarakan keburukan atau aib orang lain, meskipun apa yang dibicarakan itu benar adanya.

  2. Namimah – mengadu domba, yakni menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan niat menimbulkan perselisihan dan fitnah.

  3. Dusta – menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Allah SWT tidak membutuhkan puasanya orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta.

  4. Pandangan Syahwat – memandang lawan jenis yang bukan mahram dengan penuh nafsu, yang dapat mengundang dosa dan menodai kesucian ibadah puasa.

  5. Sumpah Palsu – bersumpah dengan kebohongan, yang dalam istilah fikih disebut al-yamin al-ghamus, karena dapat menenggelamkan pelakunya ke dalam neraka apabila tidak bertaubat.



Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih diri untuk menjaga lisan, pandangan, dan hati dari segala yang dilarang Allah SWT. Jamaah yang hadir tampak menyimak dengan penuh khusyuk dan antusias. Di sela-sela pengajian, jamaah pun mendapatkan roti dan minuman sebagai bentuk keramahan panitia, menambah suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.



Doa Penutup dan Sesi Foto Bersama



Memasuki penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama menundukkan kepala memanjatkan doa kepada Allah SWT, yang dipimpin langsung oleh KH. Achmad Fadlan. Doa dipanjatkan agar ilmu yang telah disampaikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.



Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara KH. Achmad Fadlan dan jajaran takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Ketua Takmir, Bapak Ridho Firman Hidayat, yang diabadikan dalam dokumentasi sebagai kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini.



Kegiatan Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk semakin mempererat hubungan dengan Al-Qur'an serta menjaga kualitas ibadah di bulan Ramadhan yang mulia. (red) 


1 week ago

Kajian Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan: KH. Achmad Fadlan Ingatkan 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa

Header Image
AFRIZATUN NURIYAH

230104110050 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.561

Pakijangan – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur'an, Masjid Nurul Huda Pakijangan menyelenggarakan kegiatan kajian keislaman pada Jumat malam, 06 Maret 2026 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H. Acara yang berlangsung setelah shalat Tarawih ini menghadirkan KH. Achmad Fadlan, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pandean, Sengonagung, sebagai pemateri utama.



Persiapan Matang Jelang Acara



Sebelum pelaksanaan, pada pukul 12.30 WIB telah digelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, beserta dua anggota takmir lainnya. Dari pihak mahasiswa, turut hadir lima orang perwakilan yang terdiri dari sekretaris, dua orang dari sie acara, dan satu orang dari divisi humas. Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan acara agar berjalan lancar dan khidmat.



Rangkaian Acara yang Khidmat



Kegiatan dibuka oleh dua mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertindak sebagai pembawa acara, yakni Afrizatun Nuriyah dan Dwi Ani Risnawati. Keduanya memandu jalannya malam kajian dengan penuh ketenangan dan kefasihan.



Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an serta mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap momen Ramadhan yang penuh berkah ini.



Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan cinderamata berupa sertifikat penghargaan dari Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, kepada KH. Achmad Fadlan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kehadiran beliau dalam acara tersebut.



Mauidhoh Hasanah: 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa



Puncak acara adalah penyampaian Mauidhoh Hasanah oleh KH. Achmad Fadlan. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas lima perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa, sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Ad-Dailami dan juga dicantumkan dalam Kitab Ihya Ulumuddin Juz 1 karya Imam Al-Ghazali. Rasulullah SAW bersabda:



"Khamsun yufthiru ash-sha'im: al-kadzibu, wal ghibatu, wan namiimatu, wal yamiinul kaadzibah, wan nadzhooru bi syahwatin." "Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa: berdusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat." (HR. Ad-Dailami)



Kelima perkara tersebut dipaparkan KH. Achmad Fadlan secara mendalam:




  1. Ghibah – membicarakan keburukan atau aib orang lain, meskipun apa yang dibicarakan itu benar adanya.

  2. Namimah – mengadu domba, yakni menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan niat menimbulkan perselisihan dan fitnah.

  3. Dusta – menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Allah SWT tidak membutuhkan puasanya orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta.

  4. Pandangan Syahwat – memandang lawan jenis yang bukan mahram dengan penuh nafsu, yang dapat mengundang dosa dan menodai kesucian ibadah puasa.

  5. Sumpah Palsu – bersumpah dengan kebohongan, yang dalam istilah fikih disebut al-yamin al-ghamus, karena dapat menenggelamkan pelakunya ke dalam neraka apabila tidak bertaubat.



Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih diri untuk menjaga lisan, pandangan, dan hati dari segala yang dilarang Allah SWT. Jamaah yang hadir tampak menyimak dengan penuh khusyuk dan antusias. Di sela-sela pengajian, jamaah pun mendapatkan roti dan minuman sebagai bentuk keramahan panitia, menambah suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.



Doa Penutup dan Sesi Foto Bersama



Memasuki penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama menundukkan kepala memanjatkan doa kepada Allah SWT, yang dipimpin langsung oleh KH. Achmad Fadlan. Doa dipanjatkan agar ilmu yang telah disampaikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.



Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara KH. Achmad Fadlan dan jajaran takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Ketua Takmir, Bapak Ridho Firman Hidayat, yang diabadikan dalam dokumentasi sebagai kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini.



Kegiatan Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk semakin mempererat hubungan dengan Al-Qur'an serta menjaga kualitas ibadah di bulan Ramadhan yang mulia.


1 week ago

Kajian Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan: KH. Achmad Fadlan Ingatkan 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa

Header Image
SILVIA FITRIA ANWAR

230101110131 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.561

Pakijangan – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur'an, Masjid Nurul Huda Pakijangan

menyelenggarakan kegiatan kajian keislaman pada Jumat malam, 06 Maret 2026 bertepatan dengan

17 Ramadhan 1447 H. Acara yang berlangsung setelah shalat Tarawih ini menghadirkan KH. Achmad

Fadlan, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pandean, Sengonagung, sebagai pemateri utama.

Persiapan Matang Jelang Acara

Sebelum pelaksanaan, pada pukul 12.30 WIB telah digelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua

Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, beserta dua anggota takmir

lainnya. Dari pihak mahasiswa, turut hadir lima orang perwakilan yang terdiri dari sekretaris, dua

orang dari sie acara, dan satu orang dari divisi humas. Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan

acara agar berjalan lancar dan khidmat.

Rangkaian Acara yang Khidmat

Kegiatan dibuka oleh dua mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang

yang bertindak sebagai pembawa acara, yakni Afrizatun Nuriyah dan Dwi Ani Risnawati. Keduanya

memandu jalannya malam kajian dengan penuh ketenangan dan kefasihan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho

Firman Hidayat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya

kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an serta mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengambil

hikmah dari setiap momen Ramadhan yang penuh berkah ini.

Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan cinderamata berupa sertifikat penghargaan dari Ketua Takmir

Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, kepada KH. Achmad Fadlan sebagai

bentuk penghormatan dan apresiasi atas kehadiran beliau dalam acara tersebut.

Mauidhoh Hasanah: 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa

Puncak acara adalah penyampaian Mauidhoh Hasanah oleh KH. Achmad Fadlan. Dalam tausiyahnya,

beliau mengupas tuntas lima perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa, sebagaimana

termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Ad-Dailami dan juga

dicantumkan dalam Kitab Ihya Ulumuddin Juz 1 karya Imam Al-Ghazali. Rasulullah SAW bersabda:

"Khamsun yufthiru ash-sha'im: al-kadzibu, wal ghibatu, wan namiimatu, wal yamiinul kaadzibah,

wan nadzhooru bi syahwatin." "Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa:

berdusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat." (HR. Ad-Dailami)

Kelima perkara tersebut dipaparkan KH. Achmad Fadlan secara mendalam:

1. Ghibah – membicarakan keburukan atau aib orang lain, meskipun apa yang dibicarakan itu

benar adanya.

2. Namimah – mengadu domba, yakni menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain

dengan niat menimbulkan perselisihan dan fitnah.

3. Dusta – menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Allah SWT tidak

membutuhkan puasanya orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta.

4. Pandangan Syahwat – memandang lawan jenis yang bukan mahram dengan penuh nafsu,

yang dapat mengundang dosa dan menodai kesucian ibadah puasa.

5. Sumpah Palsu – bersumpah dengan kebohongan, yang dalam istilah fikih disebut al-yamin

al-ghamus, karena dapat menenggelamkan pelakunya ke dalam neraka apabila tidak

bertaubat.

Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih

diri untuk menjaga lisan, pandangan, dan hati dari segala yang dilarang Allah SWT. Jamaah yang hadir

tampak menyimak dengan penuh khusyuk dan antusias. Di sela-sela pengajian, jamaah pun

mendapatkan roti dan minuman sebagai bentuk keramahan panitia, menambah suasana yang hangat

dan penuh kekeluargaan.

Doa Penutup dan Sesi Foto Bersama

Memasuki penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama menundukkan kepala memanjatkan doa

kepada Allah SWT, yang dipimpin langsung oleh KH. Achmad Fadlan. Doa dipanjatkan agar ilmu yang

telah disampaikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan dalam

kehidupan sehari-hari.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara KH. Achmad Fadlan dan jajaran takmir Masjid Nurul

Huda Pakijangan, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Ketua Takmir, Bapak

Ridho Firman Hidayat, yang diabadikan dalam dokumentasi sebagai kenang-kenangan atas

terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini.

Kegiatan Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan ini diharapkan dapat menjadi momentum

bagi seluruh jamaah untuk semakin mempererat hubungan dengan Al-Qur'an serta menjaga kualitas

ibadah di bulan Ramadhan yang mulia. (red)



 


1 week ago

Kajian Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan: KH. Achmad Fadlan Ingatkan 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa

Header Image
FINA FANDIYAH

230101110049 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.561

Pakijangan – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur'an, Masjid Nurul Huda Pakijangan menyelenggarakan kegiatan kajian keislaman pada Jumat malam, 06 Maret 2026 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H. Acara yang berlangsung setelah shalat Tarawih ini menghadirkan KH. Achmad Fadlan, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pandean, Sengonagung, sebagai pemateri utama.



Persiapan Matang Jelang Acara



Sebelum pelaksanaan, pada pukul 12.30 WIB telah digelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, beserta dua anggota takmir lainnya. Dari pihak mahasiswa, turut hadir lima orang perwakilan yang terdiri dari sekretaris, dua orang dari sie acara, dan satu orang dari divisi humas. Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan acara agar berjalan lancar dan khidmat.



Rangkaian Acara yang Khidmat



Kegiatan dibuka oleh dua mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertindak sebagai pembawa acara, yakni Afrizatun Nuriyah dan Dwi Ani Risnawati. Keduanya memandu jalannya malam kajian dengan penuh ketenangan dan kefasihan.



Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an serta mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap momen Ramadhan yang penuh berkah ini.



Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan cinderamata berupa sertifikat penghargaan dari Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, kepada KH. Achmad Fadlan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kehadiran beliau dalam acara tersebut.



Mauidhoh Hasanah: 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa



Puncak acara adalah penyampaian Mauidhoh Hasanah oleh KH. Achmad Fadlan. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas lima perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa, sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Ad-Dailami dan juga dicantumkan dalam Kitab Ihya Ulumuddin Juz 1 karya Imam Al-Ghazali. Rasulullah SAW bersabda:



"Khamsun yufthiru ash-sha'im: al-kadzibu, wal ghibatu, wan namiimatu, wal yamiinul kaadzibah, wan nadzhooru bi syahwatin." "Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa: berdusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat." (HR. Ad-Dailami)



Kelima perkara tersebut dipaparkan KH. Achmad Fadlan secara mendalam:




  1. Ghibah – membicarakan keburukan atau aib orang lain, meskipun apa yang dibicarakan itu benar adanya.

  2. Namimah – mengadu domba, yakni menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan niat menimbulkan perselisihan dan fitnah.

  3. Dusta – menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Allah SWT tidak membutuhkan puasanya orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta.

  4. Pandangan Syahwat – memandang lawan jenis yang bukan mahram dengan penuh nafsu, yang dapat mengundang dosa dan menodai kesucian ibadah puasa.

  5. Sumpah Palsu – bersumpah dengan kebohongan, yang dalam istilah fikih disebut al-yamin al-ghamus, karena dapat menenggelamkan pelakunya ke dalam neraka apabila tidak bertaubat.



Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih diri untuk menjaga lisan, pandangan, dan hati dari segala yang dilarang Allah SWT. Jamaah yang hadir tampak menyimak dengan penuh khusyuk dan antusias. Di sela-sela pengajian, jamaah pun mendapatkan roti dan minuman sebagai bentuk keramahan panitia, menambah suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.



Doa Penutup dan Sesi Foto Bersama



Memasuki penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama menundukkan kepala memanjatkan doa kepada Allah SWT, yang dipimpin langsung oleh KH. Achmad Fadlan. Doa dipanjatkan agar ilmu yang telah disampaikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.



Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara KH. Achmad Fadlan dan jajaran takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Ketua Takmir, Bapak Ridho Firman Hidayat, yang diabadikan dalam dokumentasi sebagai kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini.



Kegiatan Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk semakin mempererat hubungan dengan Al-Qur'an serta menjaga kualitas ibadah di bulan Ramadhan yang mulia.


1 week ago

Kajian Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan: KH. Achmad Fadlan Ingatkan 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa

Header Image
GARNIS ISMA AHSANAL IMAMAH

230107110077 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.561

Pakijangan – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur'an, Masjid Nurul Huda Pakijangan menyelenggarakan kegiatan kajian keislaman pada Jumat malam, 06 Maret 2026 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H. Acara yang berlangsung setelah shalat Tarawih ini menghadirkan KH. Achmad Fadlan, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pandean, Sengonagung, sebagai pemateri utama.





Persiapan Matang Jelang Acara

Sebelum pelaksanaan, pada pukul 12.30 WIB telah digelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, beserta dua anggota takmir lainnya. Dari pihak mahasiswa, turut hadir lima orang perwakilan yang terdiri dari sekretaris, dua orang dari sie acara, dan satu orang dari divisi humas. Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan acara agar berjalan lancar dan khidmat.





Rangkaian Acara yang Khidmat

Kegiatan dibuka oleh dua mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertindak sebagai pembawa acara, yakni Afrizatun Nuriyah dan Dwi Ani Risnawati. Keduanya memandu jalannya malam kajian dengan penuh ketenangan dan kefasihan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an serta mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap momen Ramadhan yang penuh berkah ini.

Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan cinderamata berupa sertifikat penghargaan dari Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, kepada KH. Achmad Fadlan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kehadiran beliau dalam acara tersebut.





Mauidhoh Hasanah: 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa

Puncak acara adalah penyampaian Mauidhoh Hasanah oleh KH. Achmad Fadlan. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas lima perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa, sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Ad-Dailami dan juga dicantumkan dalam Kitab Ihya Ulumuddin Juz 1 karya Imam Al-Ghazali. Rasulullah SAW bersabda:

"Khamsun yufthiru ash-sha'im: al-kadzibu, wal ghibatu, wan namiimatu, wal yamiinul kaadzibah, wan nadzhooru bi syahwatin." "Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa: berdusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat." (HR. Ad-Dailami)

Kelima perkara tersebut dipaparkan KH. Achmad Fadlan secara mendalam:

1. Ghibah – membicarakan keburukan atau aib orang lain, meskipun apa yang dibicarakan itu benar adanya.

2. Namimah – mengadu domba, yakni menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan niat menimbulkan perselisihan dan fitnah.

3. Dusta – menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Allah SWT tidak membutuhkan puasanya orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta.

4. Pandangan Syahwat – memandang lawan jenis yang bukan mahram dengan penuh nafsu, yang dapat mengundang dosa dan menodai kesucian ibadah puasa.

5. Sumpah Palsu – bersumpah dengan kebohongan, yang dalam istilah fikih disebut al-yamin al-ghamus, karena dapat menenggelamkan pelakunya ke dalam neraka apabila tidak bertaubat.

Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih diri untuk menjaga lisan, pandangan, dan hati dari segala yang dilarang Allah SWT. Jamaah yang hadir tampak menyimak dengan penuh khusyuk dan antusias. Di sela-sela pengajian, jamaah pun mendapatkan roti dan minuman sebagai bentuk keramahan panitia, menambah suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.





Doa Penutup dan Sesi Foto Bersama

Memasuki penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama menundukkan kepala memanjatkan doa kepada Allah SWT, yang dipimpin langsung oleh KH. Achmad Fadlan. Doa dipanjatkan agar ilmu yang telah disampaikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara KH. Achmad Fadlan dan jajaran takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Ketua Takmir, Bapak Ridho Firman Hidayat, yang diabadikan dalam dokumentasi sebagai kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini.

Kegiatan Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk semakin mempererat hubungan dengan Al-Qur'an serta menjaga kualitas ibadah di bulan Ramadhan yang mulia.