21 April dikenal sebagai hari kartini. Sebagai sekolah yang mengedepankan nilai cinta pahlawan, tentunya tk al ikhlas senantiasa memperingati hari tersebut setiap tahunnya. Namun kali ini ada yang berbeda, karena acara kartini pada tahun ini diikut sertai oleh mahasiswa kkm UIN Malang yang sedang mengabdi di JL. Raya Langsep 21-A. Mahasiswa kkm turut andil dalam persiapan menuju hari kartini. Mulai dari menyusun rundown acara, menentukan juri, serta membeli dekorasi seperti balon, pita, pompa balon, dan perlengkapan lainnya. Seluruh tenaga kerja di tk al ikhlas juga ikut membantu persiapan hari kartini dengan penuh semangat.
Peringatan hari kartini di tk al ikhlas dilaksanakan pada tanggal 22 april 2025 dikarenakan adanya rapat gugus di tanggal 21 april 2025. Meskipun begitu, acara peringatan kartini berlangsung megah. Walimurid dari seluruh siswa di KB TK al ikhlas serentak mendatangi acara tersebut dengan menggunakan kostum adat yang berbeda-beda dan tentunya serasi dengan putra -putrinya. Mereka berbondong-bondong datang Bersama ke tk al ikhlas untuk mengikuti lomba fashion show mama dan anak. Meskipun beberapa diantaranya ada yang diantarkan oleh kakek dan neneknya, seluruh murid tk al ikhlas bergembira mengikuti ajang fashion tersebut.
Kak Fira dan kak Galih yang merupakan juri dari ajang fashion tersebut kami datangkan langsung dari kampus selaku duta kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sengaja kami datangkan dari duta kampus karena kami percaya kak Fira dan Kak Galih sangat professional dan memang bidangnya dalam menilai perlombaan fashion show kartini al ikhlas ini. begitupun mc dari acara tersebut, saya dipercaya teman-teman sebagai pembawa acara. Pkesempatan ini menjadikan saya mendapatkan pengalaman baru yang terlupakan.
Suasana haru dan bahagia sangat terasa ketika satu per satu anak tampil dengan penuh semangat di atas catwalk. Mereka memperagakan busana adat dari berbagai daerah seperti kebaya Jawa, baju Bodo Sulawesi, hingga pakaian adat Minangkabau, lengkap dengan aksesoris khas. Momen paling menyentuh adalah ketika anak dan ibu berpegangan tangan sambil berjalan bersama, menunjukkan kekompakan dan cinta yang tulus. Beberapa anak yang awalnya tampak malu akhirnya berani tampil karena dukungan orang tua dan tepuk tangan dari penonton. Momen ini membuktikan bahwa keberanian dan rasa percaya diri bisa tumbuh ketika ada kasih sayang dan dukungan dari keluarga.
Sebagai mahasiswa KKM, saya dan teman-teman merasa sangat bersyukur bisa terlibat langsung dalam acara yang penuh nilai ini. Tidak hanya menjadi pengalaman lapangan yang berharga, keterlibatan kami juga menjadi wadah untuk belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan menyatu dengan masyarakat. Kami belajar bagaimana cara menyusun acara, menjalin hubungan dengan pihak luar, dan menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak-anak. Acara ini menjadi ruang aktualisasi diri sekaligus bukti nyata bahwa pengabdian bisa dilakukan dengan cinta dan semangat kebersamaan.
Peringatan Hari Kartini kali ini bukan hanya menjadi momen seremonial, tapi juga perayaan nilai-nilai luhur seperti cinta, keberanian, dan penghargaan terhadap budaya Indonesia. Melihat anak-anak begitu antusias, para orang tua yang terlibat aktif, serta guru-guru yang penuh semangat, membuat saya semakin yakin bahwa pendidikan karakter bisa dimulai dari hal sederhana seperti ini. Kartini masa kini adalah mereka yang terus menyalakan semangat belajar, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan cinta tanah air dalam setiap langkah kecil yang mereka tapaki