3 months ago

Kegiatan Mengajar di TPQ sebagai Wujud Nyata Pengabdian Masyarakat Tim KKM Unggulan Fakultatif 249 UIN Malang

Header Image
CHINTIA DEWI NABILLAH

230602110047 • KKM Unggulan Fakultatif • G.249

Sebagai salah satu bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat, Tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Fakultatif 249 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Mubarok yang berlokasi di Dusun Ngenep Krajan, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada minggu kedua pelaksanaan KKM, tepatnya pada 31 Desember 2025.



Pemilihan TPQ Al-Mubarok sebagai lokasi pengabdian didasarkan pada beberapa pertimbangan, salah satunya karena letaknya yang strategis dan berdekatan dengan posko KKM. Selain itu, kegiatan mengajar di TPQ dipandang sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang relevan dengan latar belakang mahasiswa UIN Malang yang sebelumnya telah menempuh pendidikan Ma’had selama satu tahun sebagai mahasiswa baru.



Kegiatan mengajar TPQ dilaksanakan secara rutin dua kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Rabu dan Jumat, pada pukul 15.30 hingga 16.30 WIB. Seluruh anggota Tim KKM Unggulan Fakultatif 249 yang berjumlah sepuluh orang terlibat aktif dalam kegiatan ini. Proses pembelajaran didampingi langsung oleh ustazah TPQ setempat, yang mengawali kegiatan dengan memimpin doa serta membaca surah-surah pendek sebelum kegiatan mengaji dimulai.



Dalam pelaksanaannya, tim KKM melakukan pembagian tugas mengajar agar kegiatan berjalan lebih efektif. Sebagian anggota bertugas mengajar santri Iqra’, sementara yang lain membimbing santri yang sudah memasuki tahap membaca Al-Qur’an. Metode pembelajaran yang digunakan salah satunya adalah metode Ummi, yang bertujuan membantu santri membaca Al-Qur’an dengan lebih terstruktur dan tartil.



TPQ Al-Mubarok memiliki lingkungan belajar yang cukup memadai dan mendukung proses pembelajaran. Fasilitas seperti meja, papan tulis, serta kipas angin tersedia untuk menunjang kenyamanan santri. Jumlah santri yang mengikuti kegiatan ini sekitar 60 orang, dengan rentang usia mulai dari 4 hingga 15 tahun. Perbedaan usia tersebut tentu berdampak pada perbedaan kemampuan membaca Al-Qur’an, sehingga menuntut kesabaran dan ketelatenan lebih dari para pengajar.



Adapun materi yang diajarkan meliputi membaca Al-Qur’an, menulis huruf Arab, kaligrafi, doa-doa, praktik sholat, serta pembelajaran tajwid dan gharib. Untuk meningkatkan semangat belajar santri, tim KKM juga memberikan hadiah sederhana namun bermakna sebagai bentuk apresiasi. Hal ini terbukti mampu meningkatkan antusiasme santri yang terlihat sangat bersemangat dan antusias dalam mengikuti setiap kegiatan pembelajaran.



Kehadiran Tim KKM Unggulan Fakultatif 249 disambut dengan sangat baik oleh pihak pengelola dan ustazah TPQ. Dengan jumlah pengajar TPQ yang sebelumnya hanya dua orang untuk sekitar 60 santri, keberadaan mahasiswa KKM sangat membantu kelancaran dan efektivitas proses belajar mengajar.



Selama pelaksanaan kegiatan, kendala yang paling sering dihadapi adalah kondisi santri yang ramai dan kurang fokus saat pembelajaran berlangsung, mengingat sebagian besar masih berusia anak-anak. Namun, kendala tersebut dapat diatasi dengan cara menertibkan santri secara persuasif, seperti mengajak mereka untuk tenang dan fokus kembali pada pembelajaran. Kendala tersebut tidak menjadi hambatan berarti, justru menjadi bagian dari proses belajar bagi mahasiswa KKM dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan anak.



Melalui kegiatan ini, santri TPQ menunjukkan peningkatan semangat dalam belajar. Sementara itu, bagi mahasiswa KKM, pengalaman mengajar di TPQ memberikan banyak pelajaran berharga, mulai dari membangun kedekatan dengan para santri, mendapatkan sambutan hangat dari pihak yayasan, hingga kesempatan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Ma’had UIN Malang.



Secara keseluruhan, kegiatan mengajar di TPQ Al-Mubarok menjadi pengalaman pertama yang sangat bermakna bagi Tim KKM Unggulan Fakultatif 249. Kegiatan ini tidak hanya melatih kesabaran dan kemampuan dalam menangani anak-anak yang aktif, tetapi juga menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan.